“Ceritakan apa yang terjadi dengan kerajaan Rion Bu” ujar Leon yang memintanya
“Tapi sebelumnya katakan kepadaku kenapa ayahmu bisa mati?” Tanya Violin menatap mata putranya
“Ayah di tuduh meracuni pangeran pertama ibu , aku sudah mengaku walaupun bukan aku pelakunya tapi mereka tetap memenggal kepala ayah” ujar Leon sedih
“Katakan dengan jelas Leon” ujar Violin yang sedikit tidak mengerti
“Mereka mengancamku jika aku tidak mengaku , ayah akan di penggal dan aku mengakuinya walaupun sebenarnya bukan aku pelakunya lalu setelah aku di penjara mereka tetap memenggalnya ibu! Aku lemah! Aku yang salah! Karena aku ayah sampai di penggal!” ujar Leon menangis
“Semua bukan salahmu nak , semua ini sudah di rencanakan oleh Piliph! Anak Piliph memang di kenal sebagai putra panglima yang tertidur karena anak pertama Piliph akan tertidur sangat lama bahkan bertahun-tahun lamanya” ujar Violin geram
“Semua itu karena anaknya yang bermain denganku dan terkena racun bunga lili biru” ujar Violin
“Bagaimana bisa Bu? Bisakah ibu menceritakannya?” tanya Leon
“Saat itu aku baru menikah dengan ayahmu , Piliph sudah menikah dulu dan dia di karuniai anak laki-laki yang pertama dan yang kedua anak perempuan
Anak pertama Piliph saat itu baru berusia 3 tahun dan anak ke-duanya berusia 1 bulan , aku bermain bersama anak pertama dan anak ke-dua Piliph karena ibunya yang sedang membuat kue
Di taman belakang istana terdapat tanaman bunga lili biru yang sangat indah , aku sudah bilang jangan memetik bunga itu karena sarinya bisa memberikan penyakit yang tidak bisa di sembuhkan yaitu tertidur panjang
Aku tidak tahu jika anak pertama Piliph memetik bunga lili biru ketika aku memberikan anak ke-dua Piliph ke pengurusnya yang di utus istri Piliph
Aku melihat anak pertama Piliph sudah tertidur sambil memegang bunga lili biru , aku yang melihatnya sangat terkejut dan meminta bantuan pengawal untuk langsung memanggil tabib
Tidak satu orang tabib yang bisa mengobatinya , semua itu berjalan selama 4 tahun dan anak pertama Piliph akhirnya bangun setelah sekian lama
Tapi baru setahun anak Piliph jatuh tertidur lagi hingga 6 tahun kemudian baru sadar lagi , anak pertama Piliph di umurnya yang ke 17 tahun tertidur dan tidak pernah bangun sampai sekarang “ ujar Violin sambil merenung kejadian yang menimpa anak pertama Piliph
“Dari situlah Piliph dan istrinya langsung menjauhi kami semua hingga dia melakukan pengkhianatan” ujar Violin
Seluruh perkataan yang keluar dari mulut Violin di dengarkan saksama oleh warga di sana termasuk , Leon anaknya , Darren , Davit , dan 4 pilar
“Saat itu terjadi kenapa ibu bisa menjadi sandera?” tanya Leon
“Saat itu ibu di taman tulip Leon , ibu di tangkap oleh pengawal ibu sendiri laku di bawa ke ruang singgah sana yang sudah terdapat ayahmu dalam keadaan marah menatap Piliph” ujar Violin
“Lalu Leon dari mana kau tahu aku menjadi sandera?” tanya Violin
“Legenda yang ayah ceritakan kepadaku” jawab Leon
“Ayahmu selalu menceritakan kerajaannya ya” ujar Violin tersenyum
“Aku ingin bertanya lagi , jika aku adalah keturunan ke-dua lalu di mana saudara tertuaku sekarang?” tanya Leon
Violin menangis lagi ketika mengingat kejadian buruk yang menimpanya , Leon memeluk ibunya dengan erat lalu mengelus kepala ibunya
“Setelah ibu dan ayahmu pergi ke desa seberang hutan kematian , ibu telat melahirkannya dan akhirnya saudaramu di dalam kandungan tidak terselamatkan” ujar Violin menangis
“Aku sudah tahu akan melahirkan dalam waktu dekat tapi aku tidak tahu semua ini terjadi saat aku akan melahirkan” ujar Violin menangis
“Jadi anak pertama Ratu Violin tidak sempat di lahirkan?” tanya Darren
“Sempat di lahirkan namun dia tidak selamat karena lambat penanganan” jawab ratu Violin
“Semua gara-gara Piliph!” desis Leon marah
“Tenanglah dulu , jadi apakah semua yang terjadi sesuai dengan cerita legenda selama ini?” tanya Davit
“Hampir sama , kecuali bagian kami sudah mati akibat di buang ke hutan kematian itu salah! Titanoboa yang menolong kami” jawab Violin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi
“Kenapa aku tidak di beri tahu asalku? Lalu siapa nama belakangku?” tanya Leon penasaran
“Damarion! Leon Damarion , keluarga kerajaan Rion adalah Damarion” jawab Violin tegas
“Semua itu karena aku yang tidak mau kau dendam sama Piliph sayang , jika kau marah aku takut kau tidak akan berpikir dengan jernih seperti aku , aku yang bilang ke Elgart untuk tidak kasi tahu siapa nama belakangmu dan asal usul dirimu” ujar Violin
“Lalu apa ratu Violin tahu jika Elgart dari kaum apa?” tanya Darren penasaran
“Elgart dari kaum werewolf , dia kehilangan serigalanya saat bertarung melawan kerajaan selatan karena kerajaan selatan menggunakan sihir untuk membunuh serigalanya tapi tidak dengan Elgart , kekuatan sihir Elgart sudah tidak ada karena sumbernya sudah tidak ada lagi dan aku dari kaum fairy” ujar ratu Violin
“Pantas saja kau memiliki aura seorang raja Leon ternyata kau keturunan bangsawan!” ujar Darren dengan nada bangga
“Sudah tidak heran kau dan Darren bisa berbicara lewat pikiran karena kalian ada ikatan hubungan antara raja dan tangan kanan” ujar naga Perak
“Tapi bukankah aku adalah senjata rahasianya?” tanya Darren yang tidak percaya
“Secara tidak langsung Leon memilihmu sebagai tangan kanannya , kau bukan senjata rahasia lagi Darren kau adalah tangan kanan raja Leon” ujar titanoboa
“Kau lihat mereka Leon , merekalah yang tersisa dari kerajaan ini” ujar Violin tiba-tiba
Violin menggenggam tangan Leon dengan erat berharap anaknya tidak pergi lagi , Violin merasa sudah cukup kehilangan suaminya jangan sampai dia kehilangan anaknya lagi
“Aku akan membawa teman-temanku yang lain , mereka akan membawa banyak baju dan makanan untuk mereka ibu” ujar Leon
“Merekalah yang selalu ada untukku , merekalah warga yang selalu menunggu kerajaan Rion bangkit kembali” ujar Violin lagi
“Bersabarlah ibu , harapan mereka tidak akan lama lagi” ujar Leon
“Jangan bilang kau akan menyerang kerajaan Rion?” tanya Darren dengan nada tidak percaya
“Benar! Dalam dua bulan kita harus bisa mencapai titik di mana rencana kita sudah matang dan melaksanakan rencana kita” ujar Leon
“Kau gila! Kita belum sampai titik di mana kita kuat untuk melawan” ujar Darren yang tidak percaya dengan perkataan Leon
“Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan Leon!” ujar Davit
“Harus ada yang membuat Piliph jera! Alu tidak bisa melihat dia hidup baik-baik saja dan menikmati makanan mewah sedangkan rakyatku kelaparan!” ujar Leon
“Tenanglah nak , aku bisa memberi mereka makan tapi tidak dengan tempat tinggal” ujar Violin
“Kami masih bisa hidup di tenda pangeran Leon , kami hanya perlu makanan dan minuman selebihnya kami hanya berharap kerajaan ini jaya lagi , jangan terlalu cepat mengambil keputusan pangeran” nasihat nenek yang berada di samping Violin
“Akan aku pikirkan nasihatmu” ujar Leon lalu berjalan meninggalkan Pemukiman dan Violin
Violin menangis ketika melihat Leon menjauh , Violin takut kehilangan anaknya lagi , Violin takut anaknya tidak akan kembali menemuinya
Darren mengelus punggung Violin bermaksud untuk menenangkan tangisan Violin , Darren tahu pemikiran Leon sedang kacau dan Leon sekarang hanya butuh waktu sendiri
“Tenanglah ratu Violin , Leon hanya perlu waktu sendiri” ujar Darren lembut
“Kau siapanya Leon?” tanya Violin
“Aku sahabatnya , dia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri Ratu” ujar Darren yang menjawab pertanyaan Violin
“Oh begitu , terima kasih mau menjaga anakku” ujar Violin
Violin memeluk Darren , Violin bersyukur karena anaknya Leon mendapatkan sahabat seperti Darren , Violin berharap mereka tidak akan terpisahkan
Di lain tempat
Leon duduk di kamar utama kerajaan Rion , Leon tahu ibunya yang mengemas kamar ini dari pertama runtuhnya kerajaan Rion ini
“Aku akan membalasmu Piliph!” guman Leon
Leon menghela nafasnya ketika melihat tempat tidur bayi , Leon tahu bahwa ibu dan ayahnya menanti kelahiran bayi pertamanya dengan penuh bahagia karena bayi pertama itulah yang akan menjadi raja selanjutnya
Leon semakin terasa sesak ketika membayangkan rasa sakit yang dialami ayah dan ibunya , Leon berharap ayahnya masih hidup agar bisa membimbingnya menjadi raja yang baik
Leon harus belajar dari kesalahan ayahnya yang salah memilih bawahan sehingga dia berkhianat , Leon juga harus mencari tahu apa penyebab ayahnya tidak melawan pengkhianatan itu sendiri
Lalu apa penyebab raja dan ratunya tidak di percaya oleh seluruh pengawal kerajaan bahkan hampir seluruh warganya tidak ada yang percaya
Leon merasa ada yang aneh dalam kerajaan Rion , pengkhianatnya pasti tidak hanya raja Piliph tapi ada orang lain yang lagi yang harus Leon cari tahu
Leon hanya berharap bahwa ambisinya untuk menghancurkan kerajaan Serpent , Leon juga berharap ambisinya tidak menjadi obsesi yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan
“Kau di sini rupanya” ujar Darren yang membuat Leon terkejut namun tidak menjawab ucapan Darren
“Kita sama ya Leon , aku menjumpai ayahku dan kau menjumpai ibumu” ujar Darren yang masih tidak dapat jawaban dari Leon
“Kita juga sama menyaksikan orang yang kita sayang mati di depan mata kita , aku menyaksikan ibuku mati dan kau menyaksikan ayahmu mati” ujar Darren yang membuat Leon mengepalkan tangannya
“Sudah aku bilang bukan ? Selalu tenang dalam keadaan apa pun dan jangan terbawa emosi” ujar Darren
“DIAM! AKU TIDAK INGIN MENDENGAR APAPUN YANG KAU KATAKAN!” bentak Leon yang membuat mereka menatap satu sama lain dengan tatapan tajam