Leon sangat takjub melihat keindahan dari kerajaan Rion , Leon bisa membayangkan betapa besar dan megahnya saat kerajaan ini berdiri
Leon teringat cerita ayahnya jika ruang utama tiangnya ada ukiran yang di ukir oleh pengrajin handal dan di warnai oleh emas dan perak
Di lantai ada kaca yang di lapisi lantai , di bawah kaca itu ada kolam ikan – ikan hias , Leon mengingat setiap cerita detail ayahnya sehingga dia masuk ke dalam satu kamar yang masih terlihat bersih dan terawat
“Bukankah ini kamar utama?” Guman Leon yang merasa tidak percaya
“Wow” ujar Leon ketika melihat seluruh kamar yang berukir dengan cat emas masih bersih tanpa noda satu pun
Leon melihat kaca yang ada sedikit noda debu , Leon melihat juga dinding kamar sebagian sudah rusak mungkin efek runtuhnya kerajaan ini
“Rion” guman Leon ketika membaca tempat tidur bayi terdapat di kamar itu
Leon semakin teringat cerita ayahnya tentang Raja dan Ratu yang sedang menunggu bayi pertamanya lahir tapi saat itu terjadi pengkhianatan panglimanya yang membuat Raja dan Ratu terusir dari kerajaan Rion
Leon menatap seluruh kamar dan melihat banyak buku dongeng yang berjejer rapi tanpa semu sedikit pun , Leon yakin kalau kamar ini sengaja di rawat oleh seseorang yang sangat menyayangi kamar ini
“Tidak mungkin sang Ratu karena Ratu di dalam cerita oleh ayah pergi ke kerajaan lain yang sampai sekarang tidak tahu di kerajaan mana yang Ratu tepati” ujar Leon sendiri
Leon mengambil satu buku kuno dan bersampul perak polos tanpa ukiran , hanya ada judul di sampul buku itu bertinta hitam
“RION” baca Leon
“Apakah ini buku sejarah kerajaan Rion? Tapi ayah tidak pernah menceritakan buku ini ataupun keberadaan buku ini , apakah ayah lupa?” ujar Leon
Leon membuka buku kuno itu , lalu membaca setiap kata yang terukir dibuku itu , kata demi kata hingga Leon tenggelam dalam cerita yang ada di dalam buku sejarah Rion
Davit dan Darren mengelilingi istana yang luar biasa besar bahkan istana Serpent dan darkness jika di gabungan hanya bisa sebesar kerajaan Rion ini
Darren dan Davit sampai pada ruang latihan kerajaan yang membuat Davit dan Darren sangat takjub , bahkan alat perang yang sudah berkarat terlihat lengkap dengan baju zirahnya
“Mungkin mereka yang menyediakan seluruh kebutuhan yang berada di istana” ujar Darren
“Kau benar! kerajaan ini di sangat terkenal dengan kekayaan dan kemakmuran warganya , tidak ada rakyat miskin tidak pula ada yang kaya” ujar Davit menceritakan ke Darren
“Maksud ayah mereka tidak ada kasta?” tanya Darren
“Benar! Jika kerajaan lain ada kasta , kerajaan Rion lah yang tidak ada kasta sama sekali , semua ke dudukkannya sama maka dari situ kemakmuran bisa tercipta di kerajaan ini” ujar Davit
“Begitu ya” guman Darren
“Aku berharap kerajaan ini dapat kembali berdiri lagi” ujar Darren
“Banyak yang berharap seperti itu Darren , namun semua hanya bisa berharap karena Raja dan Ratu di kabarkan sudah tiada” ujar Davit
“Tahu dari mana ayah?” tanya Darren
“Semua tahu karena mereka di usir ke hutan kematian , hutan tempat buangan para tahanan” ujar Davit yang membuat Darren mengerti sudah di pastikan mereka tidak akan selamat dari hutan itu tanpa tahu salah satu pilar di dalam hutan itu
“Aku akan membangun ulang kerajaan Rion!” ujar Leon tiba-tiba yang membuat Davit dan Darren terkejut
“Apa maksudmu?” tanya Darren
Leon tampak seperti marah , wajah Leon memerah dan Leon mengepalkan tangannya , Darren yang menyadari itu sudah pasti ada yang memancing emosi seseorang yang jarang marah
“Kau menemukan satu fakta tentang kerajaan ini? Maka kau marah?” tanya Darren tenang tidak dengan Davit yang mewaspadai Leon
“Kita keluar dari kerajaan ini , ada satu orang yang bisa menjelaskan semua ini kepadaku!” ujar Leon
Leon langsung keluar dan di ikuti Davit dan Darren , Leon berlari dia ingin mencari kebenaran dari buku itu dan yang tahu hanya satu orang yang selaku berada di tengah kota dulunya
Davit berusaha mengejar Leon dan Darren , Davit merasa Leon dan Darren kecepatannya melebihi seorang raja
“Apa yang mereka lakukan selama ini? Apa aku yang sudah terlalu tua?” ujar Davit dalam hati
Setelah setengah jam berlari Leon dan Darren sampai pada pemukiman kumuh , Leon berjalan memasuki pemukiman yang membuat mereka menjadi pusat perhatian
Leon di datangi seorang anak kecil , anak kecil itu menatap Leon dengan mata berlinang , Leon mengelus kepala anak kecil itu dengan lembutnya
“Apa kakak mempunyai minum atau makan?” tanya anak kecil itu
Leon mengeluarkan makanan dan minuman yang dia punya termasuk Darren dan Davit , Leon memeluk anak itu dengan berlinang air mata
“Kenapa kakak menangis? Kakak tidak usah sedih ini makanan akan aku bagi dengan kakak” ujar anak kecil itu membagi dua roti yang di kasi oleh Leon tadi
“Aku ingin bertemu dengan Ratu Violin dek , apa kau tahu di mana dia?” tanya Leon
“Bukannya ratu Violin sudah meninggal?” tanya Darren pelan ke Davit
“Aku rasa ada cerita yang keliru di sini , jika Leon mau bertemu dengan Ratu sudah pasti Ratu itu masih hidup” ujar Davit
“Kakak dari kerajaan mana kak? Jangan membawa Ratu kami pergi , kami hanya memiliki Ratu Violin” ujar anak itu menangis
Leon terkejut , mungkin saja karena mereka bertiga memakai baju zirah sehingga anak itu berpikir jika mereka dari kerajaan dan akan mengambil Ratu mereka
“Kami tidak dari kerajaan mana pun , kami hanya ingin bertemu lagi pula kami tidak akan membawa Ratumu” ujar Leon yang menenangkan anak kecil itu yang menangis
“Ayo antar kakak , kakak gendong ya” ujar Leon mengangkat anak itu
Anak laki-laki berumur 5 tahun itu menunjukkan di mana ratu Violin di mana , langkah Leon semakin berat dan dia semakin gugup saat mau mendekati ratu Violin
“Itu ratu Violin” ujar anak kecil itu
Leon melihat seorang wanita dengan wajah sendu habis menangis , Leon melihat kaki dan tangan yang sudah banyak bekas luka , Leon melihat baju gaun yang sudah lusuh
“Ratu Violin! Ada yang ingin berjumpa denganmu” ujar anak lelaki itu yang langsung turun dari gendongan Leon dan berlari menemui ratu Violin
“Ada urusan apa tuan kemari?” tanya Violin dengan nada datar
“Aku ingin berjumpa denganmu dan menanyakan hal yang penting” jawab Leon
“Lebih baik kau pergi anak muda , aku tidak mau melihat anggota kerajaan lain” ujar Violin dengan nada tidak senang
“Wajahnya mirip Raja Elgart” guman seorang nenek yang sedari tadi memerhatikan wajah Leon
Violin yang mendengar itu langsung memerhatikan Leon dengan saksama , betapa terkejutnya Violin ketika yang di katakan nenek itu benar adanya
“Elgart” guman Violin menangis lagi
“Aku pasti sudah berhalusinasi , terimalah Violin Elgart sudah tidak ada” ujar Violin membuat seluruh warga terkejut
Ternyata ratu Violin terlihat sangat rapuh hari ini karena raja Elgart sudah tidak ada , jika raja Elgart sudah tidak ada lagi laku siapa yang berada di depan mereka yang terlihat sangat mirip dengan wajah Elgart
“Aku Leon , anak dari Elgart atau kalian biasa memanggilnya dengan Raja Elgart” ujar Leon
Darren , Davit , dan Violin sangat terkejut mendengar hal itu termasuk warga yang berada di sana , Darren sekarang tahu kenapa Leon sangat marah karena dia tahu penyebab runtuhnya kerajaannya
“Apa kau bercanda?” tanya Davit
“Tidak! Ayahku bernama Elgart kita bisa melakukan tes darah dengan ratu Violin agar semua percaya padaku” ujar Leon
“Aku percaya kepada Leon!” ujar Darren yang membuat semua terdiam
Ratu Violin mendekat ke arah Leon dan memegang wajahnya , di perhatikan wajah Leon dengan benar , mulai dari mata hingga mulut
“Kau anakku Leon! Anakku” ujar Violin menangis memeluk Leon
Sudah 14 tahun dia terpisah dari anaknya , Violin menangis sesenggukan di pelukan Leon begitu pula Leon memeluk Ratu Violin sambil menangis
“Leon anakku” ujar Ratu Violin yang hanya bisa mengulangi perkataannya itu
“Ini aku ibu , aku tidak akan meninggalkan ibu lagi” ujar Leon
Tidak lama semua pilar berkumpul di sana dalam wujud manusia mereka yang membuat semua warga teriak ketakutan
“Jangan takut warga Rion , kami hanya ingin berjumpa dengan raja masa depan kalian” ujar naga Perak yang membuat warga Rion berhenti berteriak
“Master” panggil Leon dan Darren
“Wah” guman Davit melihat 4 pilar hutan kematian dalam satu tempat , kejadian yang sangat langka bagi seluruh dunia immortal
“Violin , aku kesini-“ Leon langsung memasang posisi melindungi ibunya ketika ular titanoboa dalam wujud manusia mendekat
“Leon tenanglah kau tidak lupa bukan kalau kami 4 pilar bisa berubah menjadi manusia? Dia adalah titanoboa” ujar naga Emas yang membuat Leon langsung paham
“Maaf atas kelancanganku” ujar Leon
“Tidak apa-apa anak muda , aku paham” ujar titanoboa
“Leon anakmu adalah keturunan ke-dua dari rahimmu , sesuai peraturan kerajaan jika keturunan pertama tidak ada maka harus keturunan ke-dua yang menjadi raja” ujar titanoboa
“Kami menjadi saksi perjuangan anakmu , kami juga sudah melihat bagaimana cara dia mengayomi warganya , kami setuju jika dia menjadi raja selanjutnya di kerajaan Rion” ujar Pheonix
“Violin berbanggalah karena anakmu Leon sangat mirip sifatnya seperti Elgart , aku ingin kau menuntunnya menjadi raja yang baik Violin” ujar Naga perak
“Kau harus melawanku dulu baru aku mau menerimamu menjadi raja” ujar Charybdis yang membuat para pilar memutar matanya malas
“Kalian sudah melihat kemampuannya hanya aku yang belum , aku mau setelah kau menyelesaikan masalah ini kau harus datang ke tempatku dan melawanku” ujar Charybdis
“Baikkah tuan” jawab Leon singkat
“Satu pertanyaanku ibu , siapa yang mengkhianati kerajaan?” tanya Leon yang membuat Violin terdiam
“Duduklah , akan aku ceritakan semua” ujar Violin akhirnya sambil menahan air mata agar tidak menangis saat menceritakan segalanya ke anaknya