BERTEMU TITANOBOA

1775 Kata
“Jadi kalian adalah murid 3 naga legenda?” Tanya Davit dengan tatapan tidak percaya setelah di ceritakan oleh Darren dan Leon selama perjalanan “Diamlah” ujar Leon dengan suara pelan “Kenapa?” Tanya Darren dengan suara pelan “Lihat itu” ujar Leon menunjuk ke sebuah danau yang terdapat ular besar yang melingkar “Titanoboa” guman Davit yang membuat Leon dan Darren terkejut “Sebesar itukah titanoboa?” Tanya Leon pelan “Bagaimana cara kita mengalahkannya Darren?” Tanya Leon ke Darren pelan “Ayah lebih baik kau tidak ikut campur dalam misi kami” ujar Darren “Tidak! Aku tidak ingin ikut campur karena aku ingin melihat kemampuanmu” jawab Davit “Aku akan mencoba mendekatinya dan menanyakan apakah kita boleh lewat” ujar Leon yang membuat Darren dan Davit terkejut “Apa kau bercanda?” tanya Davit “Aku tidak bercanda , Darren jika dia marah tolong aku ya” ujar Leon “Baiklah , hati-hati” ujar Darren “Kau membiarkannya sendirian?” tanya Davit “Aku tidak akan meragukan kemampuannya” ujar Darren Leon mendatangi titanoboa yang sedang tertidur di tepi danau , Leon melihat titanoboa dengan takjub karena corak titanoboa sangat indah “Permisi” ujar Leon dengan teriak Titanoboa membuka matanya dan melihat ke arah Leon , titanoboa bangun dari tidurnya yang membuat Leon mundur karena terkejut melihat titanoboa bangun “Ada urusan apa kau? Kenapa kau membangunkan tidurku?” tanya titanoboa “Kami hanya menumpang lewat , kami ingin menanyakan arah puing-puing bangunan yang menyimpan batu sihir” jawab Leon “Batu sihir?” guman titanoboa Titanoboa mendekat ke arah Leon yang membuat Leon harus menekan rasa takutnya dan bersikap waspada namun tetap terlihat tenang Mata titanoboa membesar ketika melihat wajah Leon , titanoboa langsung mengerti siapa yang berada di hadapannya “Aku tidak akan membiarkan kau mengetahui batu sihir itu anak muda” ujar titanoboa “Kenapa?” tanya Leon “Kau belum mengalahkanku!” ujar titanoboa yang membuat Leon terkejut “Kau bersama dua Nephilim?” tanya titanoboa yang membuat Leon terkejut “Aku bisa merasakan hawa panas mereka , lebih baik kalian pergi dari sini sebelum aku marah” ujar titanoboa lagi “Kami tidak akan pergi sebelum kau memberi tahu kami di mana letak puing bangunan itu” ujar Leon dengan tatapan tajam “Kau harus mengalahkanku!” ujar titanoboa yang langsung menyerang Leon dengan ekornya Lein yang tidak mengira titanoboa akan menyerangnya melalui ekor , serangan titanoboa membuat Leon terlempar ke batu karang “Leon!” teriak Darren langsung keluar dari persembunyiannya Davit hanya melihat dari kejauhan , Davit ingin menolong Leon namun dia ingin lihat perkembangan anaknya dan Leon yang di latih oleh 3 naga legenda “Kau tidak apa-apa?” tanya Darren membantu Leon bangun Kepala Leon berdarah , Leon yakin dia tadi terlempar dengan keras hingga menyebabkan luka di kepala , tidak hanya di kepala tapi sikunya juga terluka karena membentuk tameng agar wajah dan dadanya tidak terlalu keras terkena benturan “Kau melihat keadaannya” ujar Leon menyindir Darren “Sekarang bagaimana caranya kita melawan dia?” tanya Darren “Dia bisa menggunakan ekor untuk menyerang kita , dia bisa melilit kita juga” ujar Leon “Jadi kau punya rencana?” tanya Darren “Lebih baik kita berbicara lewat pikiran Darren” ujar Leon berbisik Leon dan Darren bersiap untuk menyerang , luka Leon sudah menutup hanya tinggal sisa-sisa darah . Leon menganggukkan kepalanya ke Darren menandakan jika Leon siap menyerang titanoboa “Sekarang Darren!” ujar Leon berlari menyerang titanoboa Leon ingin memukul kepala titanoboa agar titanoboa pingsan , Leon mengepalkan tangannya ketika melihat pergerakan ekor titanoboa Benar dugaan Leon , Leon meninju sekuat tenaga ekor titanoboa yang membuat titanoboa sedikit terkejut karena Leon mempunyai tenaga yang besar “Darren!” teriak Leon yang membuat Darren melompat dari belakang Leon dan menendang ekor titanoboa yang menyebabkan titanoboa sedikit mundur “Leon!” Teriak Darren ketika melihat kelengahan dari titanoboa Leon melompat dan hampir mendarat di atas titanoboa tapi titanoboa dengan cepat menghindar , titanoboa mengeluarkan desis yang membuat Leon dan Darren menutup telinganya “Inilah kekuatan asli titanoboa” guman Leon Leon melihat ekor titanoboa yang mengibas ke arah Darren langsung melayangkan tendangan ke aras dan mendaratkan ujung belakang sepatu zirahnya ke arah ekor titanoboa “Menyerahlah!” teriak Leon “Tidak akan!” jawab titanoboa Leon yang geram melompati beberapa gelombang di tubuh titanoboa dan mendarat di atas kepala titanoboa , Leon yang melihat ada kesempatan langsung memukul ular itu dengan keras hingga kepala titanoboa mendarat keras di atas tanah “Mengaku kalah?” tanya Darren Titanoboa hanya diam , Leon turun dari kepalanya namun ujung ekor titanoboa melilit kaki Leon lalu menyeret Leon ke atas “Kau mirip sekali dengan seseorang yang aku kenal” ujar titanoboa berterus terang “Kau mengaku kalah apa tidak?” tanya Darren lagi dengan naga kesal “Siapa?” tanya Leon yang membuat Darren langsung menendang perut titanoboa “Jangan mengacuhkan aku!” ujar Darren “Aku tidak akan mengaku kalah! Kalian siapa dan dari mana?” tanya titanoboa “Aku Leon! Dia Darren dan dia yang dii belakang batu namanya Davit! Ayahnya Darren!” ujar Leon menunjukkan arah di mana Davit bersembunyi “Kami tidak dari mana-mana , kami hanya menumpang lewat!” ujar Leon lagi “Dari kerajaan apa? Apa yang kalian perbuat hingga sampai di hutan ini?” tanya titanoboa “Apa kau bisa menurunkanku?” tanya Leon “Tidak sebelum kau memberitahuku!” ujar titanoboa “Jika aku bilang dari kerajaan Serpent , apa yang akan kau perbuat?” tanya Leon sengaja memancing emosi titanoboa “Kau bukan dari kerajaan Serpent , jika benar dari awal aku sudah menelanmu” ujar titanoboa “Aku tidak dari kerajaan mana pun” ujar Leon akhirnya Titanoboa menurunkan Leon lalu menatap Leon dan Darren mengamati mereka satu persatu , titanoboa berdehem sekilas seperti memikirkan perkataan yang akan keluar dari mulutnya “Kau lurus saja ke sebelah timur dan kau akan menjumpai puing-puingnya” ujar titanoboa ”Terima kasih” jawab Leon “Sama-sama , aku punya pesan untukmu Leon” ujar titanoboa yang mengejutkan Leon “Bagaimana kau tahu namaku?” tanya Leon “Kawanmu yang memanggil kau dengan sebutan Leon” jawab titanoboa yang membuat Leon sedikit terkejut “Teruslah menjadi orang baik” ujar titanoboa yang mengerutkan dahinya “Walaupun aku tidak mengerti namun akan aku ingat selalu perkataanmu” ujar Leon Leon dan Darren melambaikan tangan kepada titanoboa lalu melanjutkan perjalanan yang diikuti Davit , kepergian Leon dan Darren titanoboa tersenyum tipis “Tuanku Elgart , anakmu sudah bertambah kuat” guman titanoboa Leon dan Darren berjalan menuju ke arah timur sesuai dengan instruksi dari titanoboa , Leon berjalan sambil memikirkan tatapan titanoboa saat menatap dirinya “Apa yang kau pikirkan?” tanya Darren “Tidak ada” jawab Leon singkat “Lebih baik kita istirahat dulu , kita harus bisa menghemat tenaga” ujar Darren “Kau benar” jawab Leon Darren dan Leon mengeluarkan bekalnya , Davit ikut mengeluarkan buah-buah yang dia bawa sebelum mengikuti anaknya Di lain tempat “Apa kau mempunyai makanan? Jika punya berilah kami sedikit sudah berapa hari kami tidak makan” ujar seorang nenek tua kepada seorang perempuan “Ini , makanlah ini” ujar perempuan itu membagikan makanan seperti buah-buahan Perempuan itu berjalan lagi ke pemukiman kotor , Perempuan itu diam-diam menangisi nasib warga yang tinggal di reruntuhan kerajaan yang tidak tahu pasti kapan akan kembali berdiri “Vio , apa kau mempunyai makanan?” tanya seorang lelaki yang terlihat kurus “Aku ada , ini untukmu” ujar Violin memberikan makanan Violin selalu membagikan makanan kepada warganya yang tersisa , Violin selalu memasak apa yang ada di hutan kematian bahkan dia belajar berburu untuk memberi makan kepada warganya Violin selalu menangis saat melihat nasib warganya , Violin bertanya kenapa mereka sangat ingin bertahan padahal mereka bisa Violin antar ke kerajaan lain yang bisa menghidupkan mereka “Kenapa kalian masih bertahan?” Ujar Violin menangis tersedu-sedu “Di sini kalian hanya mendapatkan kelaparan dan kesengsaraan” ujar Violin lagi Violin di peluk oleh seorang nenek , Violin semakin menangis menumpahkan kesedihannya di dalam pelukan nenek itu “Kami bertahan karena kau ratu Vio , jika tidak ada kalian apakah bisa kau bertahan sejauh ini nak?” tanya nenek itu yang membuat Violin tidak bisa menjawab “Biar lah kami kelaparan dan sengsara karena kami adalah saksi sejarah runtuhnya kerajaan Rion dan kami juga akan bersaksi melihat kerajaan Rion berdiri lagi” ujar nenek itu yang semakin membuat Violin terisak Merekalah warga yang setia menunggu kerajaannya jaya lagi , saat Elgart dan Violin di hina penyihir hitam dan penghianat merekahlah yang selalu percaya kepada Raja dan Ratunya Mereka yang selalu ada buat Violin , Violin tidak mau memberikan kabar jika Raja mereka sudah tidak ada , Violin tidak mau menghancurkan harapan mereka semua Violin terduduk ketika terlintas di pikirannya gambaran Elgart senyum , Violin kuat selama ini karena dia tahu Elgart akan kembali kepadanya dan membawanya untuk membangun kerajaan “Ratu Violin kenapa kau terlihat sangat rapuh? Apa yang terjadi?” tanya seorang pemuda yang mendekati ratu Violin “Maafkan aku” guman Violin di sela-sela tangisnya “Raja kalian telah pergi” ujar Violin yang membuat terkejut semua warganya Di lain tempat Leon dan Darren sudah selesai beristirahat , mereka melanjutkan perjalanan mereka agar bisa cepat menyelesaikan misi dan kembali ke kelompoknya Davit tersenyum senang karena akan berkumpul bersama anak dan istrinya , sedangkan Darren tidak tahu bagaimana cara dia memberitahukan ayahnya tentang kematian ibunya Darren hanya tidak mau ayahnya semakin merasa bersalah , melihat Davit yang merasa bersalah saat tidak dapat pulang saja sudah membuat Davit merasa bersalah “Kita sampai” ujar Leon yang membuat anak dan ayah itu terkejut melihat keadaan kerajaan Rion itu “Rion” guman Davit membuat Leon terkejut “Jadi ini kerajaan legenda itu?” Tanya Leon “Ya , inilah kerajaan Leon . Kalian lihat walaupun sudah runtuh tetap terlihat megah dan gagah” ujar Davit “Legenda itu benar” ujar Leon mengingat perkataan ayahnya “Bangunan yang di suruh 3 naga adalah kerajaan Rion?” guman Darren yang membuat Leon terkejut “Aku tidak menyangka akan melihat langsung kerajaan ini , ayo kita jelajahi kerajaan megah ini” ujar Leon Leon dan Darren berlari , Leon tidak sabar ingin melihat lebih dekat kerajaan yang menjadi legenda itu , kerajaan yang runtuh akibat pengkhianatan panglimanya sendiri Kerajaan yang hancur karena rasa iri dan dengki , Leon lupa jika misinya adalah mencari batu sihir yang akan menjadi pasangan pedangnya karena keindahan kerajaan Rion yang mengalihkannya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN