DAVIT MIYAZAKI

2046 Kata
Leon dan Darren sudah siap akan berangkat untuk menjalankan misi ke dua mereka , sedangkan 7 pasukan pengintai bersiap menuju istana Serpent untuk menjalankan misi pertama mereka Leon meminta Ken , Vince , dan Ren berlatih karena mereka tidak tahu kapan akan bentrok dengan kerajaan Serpent atau menghadapi marabahaya di luar Leon menghela napasnya , dia merasa sangat ingin cepat sampai ke tempat titanoboa walaupun dia tahu misi kali ini akan sangat sulit dari yang pertama “Apa kalian sudah siap?” Tanya naga Perak yang menjumpai mereka “Sudah master” jawab Leon dan Darren serentak “Ingatlah untuk berhati-hati saat di kerajaan Serpent , jika merasa bahaya mendekat langsunglah pergi dari sana” ujar naga Emas menasihati 7 orang yang akan berangkat memata-matai “Kalian berdua jangan lengah , titanoboa tidak sama dengan Pheonix” ujar naga Perak menasihati Leon dan Darren “Baiklah master” jawab Leon dan Darren “Kalian akan sampai lima hari karena gua ini tidak jauh dari keberadaan titanoboa” ujar naga Putih “Baiklah! Kami permisi” ujar Leon Leon dan Darren berangkat menuju ke arah titanoboa yang terletak di timur begitu pula 7 orang yang akan memata-matai kerajaan Serpent namun pergi ke arah utara Setelah beberapa kilometer berjalan Leon dan Darren melewati bekas pemukiman , pemukiman yang sudah lama tidak ditinggali Banyak rumput sepanjang 1 meter yang menutupi desa itu , rumah-rumah yang sudah lapuk , banyak kerangka yang tergeletak di depan rumah Leon bergidik ngeri ketika membayangkan apa yang terjadi kepada mereka semua , Darren menghentikan langkahnya ketika melihat sesuatu yang bergerak dari dalam rumah “SIAPA KAU?” tanya Darren dengan suara lantang “Kenapa?” tanya Leon “Berlindunglah di belakangku Raja” ujar Darren yang membuat Leon menaikkan alisnya satu karena heran dengan panggilan Darren “Aku bukan rajamu dan aku juga bukan anak kecil yang terus-terusan di lindungi oleh kau” ujar Leon yang tidak mendapatkan jawaban dari Darren “Mau apa kalian kemari?” tanya orang itu keluar dengan baju zirah lama bahkan terlihat ada yang berkarat “Kami hanya menumpang lewat , kami mau menjumpai titanoboa” jawab Leon “Titanoboa? Apa kalian dari kerajaan Serpent?” tanya orang itu lagi “Bukan! Kami tidak dari kerajaan mana pun!” jawab Darren “Kau terlihat tidak asing? Siapa kau?” tanya Darren “Kau dari kaum Nephilim?” tanya orang itu sambil mendekat ke arah Leon dan Darren namun tetap mengacungkan pedangnya Darren yang melihat itu langsung bersikap waspada , terlihat seseorang yang sudah tua bahkan rambut di dagu dan atas bibirnya sudah panjang sekitar 15cm Walaupun begitu tidak menghilangkan kewibawaan yang terpancar dari wajah bapak tua itu , Leon meneliti wajah orang itu dan terkejut karena matanya terlihat seperti Darren “Ya! Aku dari kaum Nephilim” jawab Darren “Dari marga apa?” tanya orang itu yang menurunkan pedangnya ke arah Darren dan Leon “Miyazaki , kau seorang Nephilim juga?” tanya Darren terkejut “Darren? Apakah itu kau?” tanya orang itu dengan suara bergetar dan matanya terlihat kerinduan yang terlihat jelas “Ya! Bagaimana kau tahu namaku?” tanya Darren yang tidak menghilangkan kewaspadaannya “Aku Davit Miyazaki” jawab orang itu dengan air mata berlinang Darren membatu di tempat karena orang yang dia cari selama ini sudah ketemu , Darren melihat dengan tatapan berbinar menandakan dia sangat merindukan Davit “Ayah” guman Darren yang langsung memeluk Davit Leon yang melihat itu langsung mengerti kenapa mata orang itu sangat mirip dengan Darren , Leon tersenyum tipis melihat betapa beruntungnya Darren yang sudah menjumpai ayahnya “Ayah! Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa di sini? Kenapa kau tidak pulang?” tanya Darren yang langsung mengajukan pertanyaan “Ayah berlindung di sini” jawab ayahnya singkat “Kenapa kau berlindung di sini?” tanya Leon yang membuat Darren sadar jika ada Leon yang masih belum kenalan dengan ayahnya “Leon maafkan aku , betapa lancangnya aku kepadamu Leon , perkenalkan dia ayahku yang aku cari-cari selama ini Davit Miyazaki” ujar Darren dengan senang “Leon , sahabatnya Darren” ujar Leon mengulurkan tangannya dengan senyuman terukir di bibirnya walaupun dia sangat iri dengan Darren namun tidak pantas dia menunjukkan sifat seperti itu karena dia sebagai sahabat seharusnya senang “Davit Miyazaki , ayahnya Darren” jawab Davit yang menyambut uluran tangan Leon “Apa yang terjadi ayah? Kenapa ayah harus bersembunyi?” tanya Darren “Ceritanya panjang Darren , kita tidak aman di luar , mari kita masuk ke salah satu rumah” ujar Davit menuntun mereka masuk ke dalam rumah walaupun agak sulit karena rumput liar yang menghalangi Setelah berhasil masuk mereka langsung duduk di salah satu kursi walaupun terlihat sedikit rapuh , Leon melihat ada tengkorak anak kecil dan orang dewasa yang tergeletak di ruang tengah “Apa yang terjadi dengan desa ini?” guman Leon “Dulu ini bukan kawasan hutan kematian Leon , hutan kematian meluas karena suatu peristiwa yang seharusnya tidak terjadi” jawab Davit yang membuat Leon mengangguk walaupun tidak sepenuhnya mengerti “Mereka di bunuh atau terjadi bencana?” tanya Leon lagi “Anggap saja bencana , jangan membicarakan hal itu di kawasan ini karena mereka masih mempunyai telinga yang masih tidak terima mereka mati” jawab Davit yang membuat Leon mengerti “Sekarang ceritakan kepada kami apa yang terjadi pada ayah , kenapa ayah bisa sampai sini?” tanya Darren Davit mengeluarkan sayapnya namun hanya sebelah yang membuat Leon dan Darren terkejut , Darren merasakan sedih yang teramat dalam karena tidak tega dengan kondisi ayahnya “Inilah alasan ayah tidak pulang Darren , desa kita berada di atas awan” ujar Davit dengan tatapan sedih “Tunggu dulu! Jika memang desa kalian di atas awan kenapa kau bisa turun ke sini Darren?” tanya Leon yang teringat perkataan Darren jika dia belum mempunyai sayap sampai dia menemukan raja yang akan dia layani sepenuh hati “Aku menumpang dengan sahabatku yang sudah mendapatkan rajanya” jawab Darren “Oh begitu” ujar Leon tang sudah mengerti “Lalu kenapa paman bisa kehilangan sayap paman?” tanya Leon ke Davit “Semua ini karena kerajaan Serpent yang mengincar Nephilim yang mau melayaninya , aku adalah salah satu Nephilim yang menolak dan di lukai sayap kami sehingga tidak bisa kembali ke desa” jawab Davit “Akan aku hancurkan kerajaan Serpent! Mereka susah kelewatan!” ujar Darren marah “Tenanglah!” ujar Leon “Kau tidak mengerti perasaan aku Leon! Kau tidak tahu betapa menderitanya aku dan ibu tanpa ayahku! Ibuku menjadi gila karena kehilangan ayahku! Aku harus hidup sendiri dengan menerima semua ejekan yang mereka lontarkan kepadaku” ujar Darren marah yang membuat Leon tersinggung dan sakit hati “Ya! Aku tidak mengerti karena ibuku sudah meninggal sejak aku lahir jadi aku tidak tahu perasaan ibumu! Aku juga tidak punya ayah karena ayahku di penggal 4 bulan yang lalu! Sudah sepantasnya aku tidak mengerti semua yang kau alami!” ujar Leon dengan datar dan dingin menatap tajam ke arah Darren Leon langsung pergi keluar , Leon perlu menenangkan diri karena Darren sudah memancing emosinya , Leon mengerti apa yang di rasakan Darren namun tidak seharusnya Darren membentak Leon Nasib mereka sama yang membedakan ayahnya Leon masih hidup dan dapat melihat ayahnya tidak dengan Leon yang tidak akan pernah melihat ayahnya lagi bahkan ibunya Leon tanpa sadar meneteskan air matanya , perasaan rindu ibu dan ayahnya menyeruak penuh ke dalam hatinya sampai dia merasakan sesak di d**a Muncul senyuman ayahnya Elgart dan ibunya yang dia tahu hanya bernama Vio , Leon pernah melihat lukisan kecil wajah seorang perempuan tersenyum hangat dan Leon yakin kalau itulah ibunya Leon semakin yakin ketika melihat ayahnya yang selaku tersenyum hangat dan penuh kerinduan ketika melihat lukisan itu , d**a Leon terasa semakin sesak yang membuat Leon berteriak kesakitan “Akkhhhhh!” teriak Leon memegang dadanya Davit yang mendengar terikan Leon langsung meminta Darren mencari Leon dan meminta maaf kepada Leon “Tidak seharusnya kau membentaknya dan mengatakan seolah-olah kau lebih berat menjalan hidup Darren , ayah tidak pernah mengajari kau seperti itu” ujar Davit yang membuat Darren sadar Darren langsung keluar dan melihat ada burung yang mengeliling Leon , burung itu terlihat seperti burung unta namun berbeda karena paruh mereka lebih tajam dan runcing termasuk kaki mereka terdapat cakar yang sangat tajam “Leon! Sadarlah!” Teriak Darren yang melihat Leon terbaring di atas rumput-rumput tinggi “Burung ini lagi” guman Davit “Ada apa dengan burung ini?” tanya Darren yang melihat ayahnya berhenti melangkah “Burung ini pemakan daging! Mereka makhluk ciptaan penyihir hitam , nama burung ini Blackin” ujar Davit “Apa? Kenapa Leon tidak menjawab” ujar Darren mulai cemas “Serang lehernya , itu titik kelemahannya “ ujar Davit Davit maju dan muai menyerang Blackin , Davit masih lincah walaupun sudah tua bahkan cara Davit mengayunkan pedang seperti bermain-main dengan kayu “Barrienes!” ujar Darren yang membuat sihir pelindung untuk Leon Tidak sampai 5 menit Davit membunuh semua makhluk buatan sihir hitam , Leon terlihat masih memegang dadanya dan napas Leon tersengal-sengal “Leon bernapaslah , tarik napasmu lalu hembuskan” ujar Davit yang menolong Leon Leon mengikuti instruksi Davit , Davit mulai melihat Leon tenang mungkin Darren harus menjelaskan kenapa Leon bisa seperti ini “Darren maafkan aku” ujar Leon yang sudah mulai tenang “Tidak apa , aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu” ujar Darren “Siapa nama ayahmu?” tanya Davit tiba-tiba yang membuat Leon mengerutkan dahinya “Elgart , hanya itu yang aku tahu tapi tidak tahu siapa nama belakangnya” jawab Leon Davit terkejut mendengarnya , Davit menatap Leon dengan tatapan tidak percaya yang membuat Darren heran dengan ayahnya “Ada apa ayah?” tanya Darren ke Davit “Nama ayahmu seperti nama raja Rion yang telah runtuh” ujar Davit Leon cukup terkejut mendengar perkataan Davit , Leon tahu legenda itu benar adanya namun nama ayahnya sama seperti Raja Rion “Hanya kebetulan” hanya itu yang bisa di jawab Leon Leon tidak mau mengiyakan perkataan Davit karena dia sendiri tidak tahu apakah benar atau tidak ayahnya raja di kerajaan Rion “Bagaimana ayah tahu tentang legenda Rion dan nama rajanya?” tanya Darren “Lebih baik kita cerita di dalam salah satu rumah” ujar Davit Darren membantu Leon berdiri , Leon merasa bersalah kepada Darren karena membuat masalah di hari bahagianya , Darren juga merasa bersalah kepada Leon karena sudah membuat Leon merasakan sakit Setelah sampai di rumah kosong lainnya , Darren menaruh Leon duduk di salah satu kursi yang menurut Darren kuat menumpang berat badan Leon “Ayah dulu melayani raja yang sangat baik , dia menjalankan kerja sama dengan kerajaan Rion yang di pimpin raja yang kuat dan adil” ujar Davit yang hanya di dengarkan oleh Leon dan Darren “Raja itu membuat rakyatnya makmur namun semua itu berubah ketika bawahannya berkhianat dan membuat raja dan ratunya yang tengah mengandung turun tahta dan membuangnya ke hutan kematian” ujar Davit lagi “Raja dan ratu tidak pernah terlihat lagi semenjak itu , jatuhnya kerajaan Rion membuat kerajaan kecil di sekitarnya ikut jatuh karena di serang oleh raja tamak di kerajaan Serpent” ujar Davit lagi yang membuat Leon dan Darren berdesis tidak suka “Saat aku hendak pulang dan melaporkan kejadian ini kepada kepala desa yang terjadi adalah aku di tembaki dan di obati oleh kerajaan Serpent , sebelum mengobatiku mereka menanyakan apakah aku mau menjadi senjata terkuat di kerajaan mereka apa tidak , aku menolaknya dan mereka mematahkan sayapku satu agar tidak bisa pulang ke desa” ujar Davit yang menjelaskan lebih detail “Aku melarikan diri dari kerajaan Serpent dan berniat akan pergi ke kerajaan Rion yang konon masih ada sisa warga yang bertahan di sana” ujar Davit yang membuat Leon terkejut “Aku sering di ceritakan oleh ayahku tentang kerajaan Rion” ujar Leon “Rion adalah kerajaan besar dan penting bagi makhluk di dunia immortal karena mereka memiliki pusat sihir” ujar Davit yang membuat Leon mengerti kenapa ada penghianat di kerajaan besar itu “Beristirahatlah paman , kami akan ke timur untuk melawan titanoboa” ujar Leon yang membuat Davit terkejut “Kami akan menjelaskannya nanti” ujar Darren yang mendapatkan anggukan dari Davit sebagai jawaban
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN