RENCANA

1894 Kata
“Raja , kita kedatangan tamu” ujar pengawal yang menghadap raja Piliph “Siapa?” tanya raja Piliph “Raja dan Ratu dari kerajaan darkness” jawab pengawal itu “Apa? Bukankah mereka sudah mati?” tanya Raja Piliph yang terkejut mendengarnya “Siapa bilang kita mati?” ujar raja Zarael yang berdiri di belakang pengawal itu “Kau! Yang mulia raja Zarael , apa kabar?” tanya raja Piliph dengan wajah yang di buat-buat ramah “Jika kau berani menyerang kerajaanku lagi akan aku buat kau menyesal seumur hidup Piliph” ujar raja Zarael penuh penekanan “Aku hanya ingin membunuh buronanku Raja tapi kalian menghalanginya membuat anak buahku menembakmu” ujar raja Piliph beralasan “Kau belum mendapatkan izin menyerang buronanmu di dalam wilayahku! Jika kau melanggarnya lagi kau akan tahu apa akibatnya” ujar raja Zarael langsung pergi “Kurang ajar! Liat saja kau nanti Zarael” guman raja Piliph yang merasa di permalukan oleh Zarael “Pengawal! Awasi hutan kematian! Jika ada seseorang yang keluar dari hutan kematian bunuh saja” ujar raja Piliph “Baik Raja!” jawab pengawal yang langsung mengerjakan perintah dati raja Piliph “Pengawal! Suruh pasukan pengintai mencari informasi di setiap kerajaan! Aku harus menjadi satu-satunya raja di dunia ini!” ujar raja Piliph dengan wajah marah “Aku tidak akan membiarkan siapa pun menghalangiku! Akan aku bunuh yang menentang dan menghalangiku” ujar raja Piliph menggebu-gebu Pengawal di sana hanya bisa gelengkan kepala karena mereka sudah muak dengan tingkah tamak dan pelit dari raja Piliph , mereka ingin kabur dan menentang raja Piliph namun nyawa keluarga mereka juga terancam jika mereka berani berkhianat atau menentang perintah raja Piliph Raja Piliph tidak segan-segan membunuh seluruh anggota keluarga yang berkhianat darinya atau menentang kepadanya , raja Piliph tidak peduli mau dia anak para menteri atau leluhur sekalipun Di lain tempat “Di mana Darren?” tanya Leon yang baru ingin keluar dari tendanya setelah berhari-hari tidak keluar tenda , bahkan makan saja tidak hanya buah saja yang dia makan “Syukurlah alpha mau keluar dari tenda , Nephilim Darren lagi latihan pedang bersama 3 naga” ujar Bry dengan senyum cerah “Oh begitu , aku mau mandi Bry jika menanyakan keberadaanku” ujar Leon “baiklah alpha” ujar Bry senang , Bry melanjutkan kegiatannya menjahit baju yang koyak karena latihan bersama 3 naga Leon melihat seluruh orang dalam kelompoknya sudah sangat hebat , hanya butuh beberapa hari mereka berlatih sudah sehebat itu bahkan mereka tidak perlu mengucapkan mantra sihir untuk menyerang Leon melihat naga emas yang mengajari cara bertahan dan strategi kepada Darren , Vince , dan Ren , Leon tersenyum lega karena Vince dan Ren sudah kembali beraktivitas Leon sempat mendengar mereka sudah pulang namun karena merasa bersalah Leon masih besar Leon tidak mau menjumpai mereka dulu Leon melihat naga Putih yang mengajarkan 7 orang cara mengintai karena mereka memiliki potensi untuk menjadi mata-mata dan memiliki kemampuan khusus yang mendukung Naga Perak pula mengajari sihir pelindung kepada Ken dan 10 orang lainya , naga Perak juga mengajarkan 7 orang bertarung jawab dekat karena memiliki potensi itu dan kemampuan yang mendukung Leon tersenyum karena kelompoknya bisa berlatih dengan 3 naga legenda bukan hanya dirinya dan Darren , inilah yang Leon mau pasukan yang di latih orang kuat bukan seperti dirinya yang lemah “Hei! Sudah mau keluar dari tenda ya?” tanya Vince ketika menyadari Leon memerhatikan sekelilingnya “Maafkan aku!” ujar Leon yang langsung bersimpuh di depan Vince dan Ren Tindakan Leon mendapatkan perhatian dari seluruh kelompoknya , Vince dan Ren hanya bisa diam melihat tindakan Leon yang secara tiba-tiba karena mereka masih dalam keadaan terkejut Darren yang melihat itu hanya bisa memutar matanya malas karena sifat Leon yang terlaku naif , Darren yakin jika dia tidak berubah bertingkah naif sudah pasti dia akan di manfaatkan oleh Raja tamak seperti Piliph “Aku terlalu lemah hingga menyebabkan kalian terluka parah sedangkan aku hanya mendapatkan luka ringan” ujar Leon yang membuat Ken menaikkan alisnya satu Jika Leon lemah laku dia di bilang apa? Karena Ken tidak bisa bertarung , Ken hanya bisa mengandalkan sihir karena itulah dia lebih baik berlatih sihir dari pada fisik “Kau itu tidak lemah Leon , berhenti menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi kepada kami! Kami melakukan itu bukan karena kau lemah tapi karena kewajiban kami melindung pemimpin dari bahaya yang mengancam nyawa pemimpin kami” ujar Ren yang sudah sadar lalu duduk di hadap Leon 3 naga tidak ingin ikut campur karena ini akan menjadi pelajaran buat Leon dan membuat Leon sadar jika dirinya sangat di cintai oleh kelompoknya “Ren benar! Kami melakukan itu karena kami tidak ingin kehilangan kau , bukan hanya kau yang akan kami lindungi tapi semua yang berada di kelompok ini termasuk Darren” ujar Vince yang duduk di hadapan Leon “Maafkan aku” ujar Leon yang masih menunduk tidak berani melihat ke arah Vince ataupun Ren “Leon! Kita lupakan kejadian kemarin , ada sesuatu yang kami rencanakan lebih baik kau bergabung mendengarkan rencana kami semua” ujar Darren mengulurkan tangan agar Leon mau berdiri Leon menyambut tangan Darren , Darren hanya menatap Leon dengan datar karena dia akan berbicara serius dengan Leon 3 naga datang mendekat ke arah Leon dan Darren begitu pula anggota lainnya , Darren mengeluarkan selembar kertas yang menggambarkan peta kerajaan Serpent “Aku membuat rencana ini bersama master dan yang lainnya , begini Leon kita mempunyai 7 orang mata-mata yang aku ingin mereka memata-matai kerajaan Serpent di tujuh titik” ujar Darren “Dua di dalam istana , dua di luar istana , dua pasar , dan satu di perbatasan” ujar Darren “Aku mau satu menjadi menteri” ujar Leon tiba-tiba yang membuat semua heran “Kenapa? Itu sangat susah di lakukan” ujar Bry yang berbicara mewakili semua “Setiap raja jika mengambil keputusan selalu melapor ke menteri dulu untuk mengambil suara dan aku mau satu saja dari kalian mau menjadi menteri di kerajaan Serpent” ujar Leon yang membuat semua mengangguk dan membenarkan perkataan Leon “Tidak akan ada raja yang berani mengambil keputusan sendiri , walaupun apa yang di bilang tidak sesuai dengan keputusan menteri tetap saja mereka harus membicarakan rencananya” ujar Leon lagi “Aku mau menjadi menteri” ujar Steve dengan semangat “Baiklah sudah di pastikan” ujar Darren “Selama kita melakukan pemantauan setiap kegiatan raja sehari-hari dan selama berbulan-bulan mendapat informasi yang cukup sudah pasti kita akan menang dalam pertempuran “satu lagi! Aku mau yang menjaga di luar istana dan di dalam istana bukan hanya memantau raja Piliph saja tapi pantau juga potensi dan tempat-tempat persembunyian yang berada di istana itu” ujar Leon “Baiklah! Kami akan menuruti permintaanmu” ujar pasukan pengintai “Rencana yang bagus , aku akan mandi sebentar lalu aku ingin kalian datang ke sini lagi ada yang ingin aku sampaikan” ujar Leon yang langsung pergi mandi Selesai mandi Leon mengambil hadiah yang di buat Jerry dan Angelina kemarin , Leon menaruh semua barang itu di tengah agar mereka bisa melihat dan memilih sepuasnya “Master kami berempat membelikan ini untukmu” ujar Leon yang memberikan anting-anting tapi hanya sebelah saja ”Ini adalah anting-anting yang terbuat dari sisik naga Emas” ujar Leon “Sisikku?” tanya naga Emas memastikan “Iya , ini buat oleh pengrajin terkenal” ujar Leon “Lambang ini?” tanya naga Putih ketika melihat ada logo di tengah anting-antingnya “Ini lambang kerajaan jika kami mempunyai kerajaan suatu saat nanti” jawab Leon “Terima kasih Leon , berlatihlah agar kau bisa mencapai ambisimu” ujar naga Perak “Ambisi itu di capai dengan kerja keras jika kau mencapai ambisimu dengan menghalalkan segala cara itu bukan ambisi lagi namun sudah menjadi obsesi” ujar naga Emas menasihati Leon Leon merasa setiap orang yang menjumpainya selaku memperingati agar ambisinya tidak menjadi obsesi yang bisa menjerumuskan dirinya “Obsesi terkadang tidak ada habisnya , akan selalu ada lagi dan lagi yang akan menjadi obsesimu” ujar naga Putih “Baiklah aku mengerti , jadi misi ke duaku apa?” tanya Leon yang tidak mau membuang waktunya sudah cukup waktunya terbuang 4 hari karena keegoisannya “Misi ke dua kalian pergi ke timur dan mengambil batu permata yang berada di reruntuhan di timur” ujar naga Emas yang membuat Leon terkejut “Batu permata?” tanya Leon “Iya! Permata itu harus di ambil dan di satukan dengan pedang lors agar menjadi pedang terkuat” ujar naga Putih “Titanoboa yang akan kami jumpai di sana kan?” tanya Darren “Benar! Kalian akan menghadapi titanoboa , penguasa hutan di sebelah timur” ujar naga Putih “Semoga kalian berhasil , kami permisi dulu mau bertapa! Kalian istirahatlah” ujar naga Emas 3 naga yang berwujud manusia itu langsung merubah bentuknya menjadi naga dan terbang memasuki gua mereka , Leon hanya terdiam dan saling pandang dengan Darren “Apa kita akan berhasil?” tanya Leon ke Darren “Aku tidak tahu , ayo berlatih agar bisa mengalahkan titanoboa” ujar Darren Leon dan Darren pun langsung berlatih , ini misi mereka berdua jadi yang lainnya tidak boleh ikut , Leon merasakan jika akan ada yang terjadi saat mereka akan pergi ke timur Leon merasakan jika yang terjadi bukanlah sesuatu yang buruk namun baik , Leon hanya bisa menghela napas ketika pikirannya sudah mulai penuh dengan pertanyaan tidak penting Di lain tempat Titanoboa menemui Violin yang sedang menenun , Violin masih terlihat seperti dulu saat pertama kali mereka bertemu “Violin?” panggil titanoboa ke violin dengan wujud ularnya Violin masih tidak tahu rahasia hutan kematian dan keberadaan 4 pilar karena Violin hanya berada di gubuk dan pergi ke tempat favoritnya Bahkan Violin tidak tahu jika titanoboa bisa berubah wujud menjadi manusia berwajah sangat tampan dan gagah , Violin masih setia menunggu Elgart dan Leon datang menjemputnya di hutan kematian ini Violin sungguh merasa tidak enak jika merepotkan titanoboa terus , titanoboa selaku mengantarnya ke perbatasan kerajaan dan hutan kematian karena tidak mau terjadi apa-apa di dirinya Terkadang Violin di bawakan buah oleh titanoboa , tidak hanya buah namun hasil buruan titanoboa sebagian di kasi ke Violin “Apa ada kabar dari Elgart?” tanya Violin dengan mata berbinar setiap kali titanoboa datang menemuinya Titanoboa tidak tahu harus menjawab apa , karena Elgart sudah mati dan titanoboa tidak boleh bilang ke Violin jika Leon berada di hutan kematian karena Leon harus bertemu dengan sendirinya dengan Violin Jika Violin tahu Leon berada di tempat yang sama sudah pasti Violin akan meminta titanoboa meminta untuk mengantarkannya berjumpa dengan Leon “Aku mendapatkan kabar dari Pheonix jika Elgart mati di penggal raja Piliph karena telah meracuni pangeran pertama” ujar titanoboa yang membuat Violin terkejut “Kau berbohong kan boa?” tanya Violin yang hanya mendapatkan kebisuan dari titanoboa yang membuat Violin sadar jika titanoboa tidak berbohong kepadanya Violin menangis sesenggukan , dia tidak menyangka jika dia tidak akan bertemu dengan suaminya lagi , jika Elgart mati bagaimana dengan nasib Leon? Itulah yang di pikirkannya saat ini “Leon masih menjadi buronan dan tidak tahu di mana keberadaannya” ujar titanoboa yang semakin membuat Violin terkejut “Akan aku tinggalkan kau sendiri Violin” ujar titanoboa meninggalkan Violin sendiri dengan kesedihannya “Aku harus apa tanpamu Elgart” ujar Violin yang tidak dapat menahan tangisannya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN