KISAH KELAM REN DAN VINCE

1849 Kata
Leon mengerjapkan mata ketika menyesuaikan cahaya lilin yang masuk ke retinanya , Leon melihat tangannya yang banyak di perban “Apa yang terjadi?” Guman Leon “Anda sudah sadar ya , ayo di makan” ujar salah satu tim medis di kelompok mereka yang wanita “Terima kasih , siapa namamu?” Tanya Leon “Namaku Bryana , semua memanggilku Bry” ujar Bry memperkenalkan dirinya “Oh Bry , kau dari kaum werewolf ya?” Tanya Leon “Ya , aku satu-satunya werewolf perempuan di kelompok Ren” ujar Bry sambil menemani Leon makan Leon terdiam ketika mendengar nama Ren , Leon tidak tahu Ren akan selamat atau tidak karena luka di kepala Ren sangat parah “Anda tidak usah mengkhawatirkan Ren , dia sangat kuat dari yang terlihat . Ren tidak akan menyerah begitu saja” ujar Bry yang seakan-akan tahu isi kepala Leon “Apa kekuatanmu?” tanya Leon yang mengalihkan pembicaraan “Kemampuan khususku adalah cakar beracun kalau Steve bisa menjadi bayangan seseorang , kalau Zake kemampuannya api biru , kalau Josh gigitan beracun dan beta Ren auman mematikan” jelas Bry yang memberi tahu semua kemampuan kawanannya “Beta?” tanya Leon ketika mendengar Bry memanggil Ren dengan pangkat beta “Dulu dia beta di satu kerajaan kecil tapi karena kerajaan itu bangkrut dan harus menjual wilayahnya kepada kerajaan lain terpaksa beta Ren di buang ke hutan kematian bersama keluarganya” ujar Bry menceritakan nasib malang Ren “Ren dan keluarganya di buang ke hutan kematian? Sekarang di mana keluarganya? Kenapa Ren tidak pernah bilang kepadaku jika dia mempunyai keluarga?” Tanya Leon yang begitu penasaran “Semua itu karena keluarga beta Ren sudah tewas di bunuh oleh Charybdis , semua keluarganya di bantai Charybdis karena mencuri sesuatu di wilayah Charybdis hanya beta Ren yang selamat dari kejadian itu” jawab Bry yang membuat Leon terkejut Leon hanya bisa menundukkan kepalanya karena Leon tidak percaya bahwa hidup Ren sangat malang , bahkan Ren tidak menunjukkan sedikit kesedihan kepadanya Leon saat ini ingin mendekap Ren dan mengatakan bahwa dia tidak sendiri tapi ada Leon yang akan menjadi keluarganya , Leon harus bersikap menjadi pemimpin yang mengayomi seluruh bawahannya Leon menyesal tidak menunggu Ren sepulang festival , pasti ada sesuatu yang sangat Ren sampaikan kepadanya , Leon terlalu egois Perasaan bersalah semakin menyeruak di hati Leon , Leon merasa sesak , Leon seakan-akan merasa dadanya di pukul berulang kali , Leon menangis dalam diam “Jangan menangis , Ren itu kuat! Aku tahu karena Ren sudah bersamaku sejak dia di buang ke dalam hutan ini . Ren sangat mengagumi anda , dia bercerita padaku jika dia harus melayani alpha seperti anda” cerita Bry lagi yang semakin membuat dia sesak “Ingin menjadi sepertiku? Ren salah jika mengagumiku! Aku sangat lemah , aku egois , aku sangat-“ Leon tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi “Lebih baik kau keluar Bry” usir Leon dengan nada pelan , dia ingin sendiri saat ini “Baiklah , anda harus meminum obat ini agar anda cepat sembuh . Jangan tidur lama-lama lagi ya , kami sangat khawatir” ujar Bry yang membuat Leon terkejut “Berapa lama aku tidak sadarkan diri?” tanya Leon “Sudah 4 hari anda tertidur” jawab Bry lalu melenggang pergi meninggalkan Leon sendiri dengan keterkejutannya “4 hari?” guman Leon yang masih sangat terkejut “AAAAAKKKKKKHHHH!” teriak Leon yang masih merasakan sesak , Leon menangis kuat untuk menumpahkan segala kesedihannya Kehilangan ayahnya sudah membuat dia rapuh , Leon semangat hidup sampai saat ini karena teman-temannya yang selalu bersama Leon Mereka adalah alasan kenapa Leon sangat ingin menjadi raja , sangat ingin hidup dan mewujudkan ambisinya Tapi teman-temannya terluka akibat dirinya yang lemah dan naif , Leon hanya bisa menangis dan menyesali nasib yang menimpanya Darren mendengarkan apa yang di ceritakan Bry dan mendengarkan Leon berteriak menangis , Darren tidak ingin mengganggu Leon karena Leon sedang berada di titik terlemahnya Darren menghalangi setiap orang yang akan masuk karena mendengar tangisan Leon , Darren hanya perlu membiarkan Leon sendiri sementara waktu jika sudah tidak ada tangisan Leon barulah Darren datang menemui Leon dan meminta maaf kepadanya 3 naga hanya bisa melihat nasib Leon dan Darren , jika temannya sudah terluka membuat Leon terpukul bagaimana dengan ramalan menyedihkan itu terjadi ? Apakah Leon akan mati ? Begitulah isi kepala 3 naga itu “Apa yang harus kita perbuat sekarang?” tanya naga Perak “Biarkan saja , kita lihat bagaimana cara dia menyikapi hal ini” ujar naga Putih walaupun di hatinya ingin berkata hentikan latihannya dan biarkan Leon hidup bahagia “Kalau sudah seperti ini aku rasa biarkan saja , ini sama saja melatih mentalnya jika sesuatu lebih buruk lagi terjadi” ujar naga Emas “Emas benar , lebih baik kita biarkan saja! Leon harus lebih menyiapkan mentalnya karena ambisinya itu harus mengorbankan banyak orang dan berisiko tinggi” ujar naga Putih “Aku sangat kasihan kepadanya” ujar naga Perak yang membuat naga Putih dan Emas mengangguk “Darren biarkan aku mengunjungi Leon!” ujar Ken “Kalau aku bilang tidak ya tidak! Jangan ganggu dia dulu” ujar Darren yang membuat Ken menyerah “Permisi , aku mau membawakan biah segar ini kepada Leon” ujar Werdia “masuklah” ujar Darren yang melihat Werdia membawakan banyak buah untuk Leon “Hai! Kau sudah sadar ya?” Tanya Werdia membuka pembicaraan agar tidak canggung “Tidak aku masih pingsan” jawab Leon ketus “Aku tahu , aku hanya membuka pembicaraan saja . Omong-omong bagaimana lukamu? Masih perih?” tanya Werdia “Tinggal luka di kaki yang masih belum sembuh” jawab Leon singkat “Wah! Luka yang di kaki sudah menutup tinggal tunggu sembuh total! Mungkin 3 hari lagi” ujar Werdia yang membuka perban di kaki Leon namun tidak ada jawaban dari Leon “Kau tahu Leon ? Vince juga pernah terluka seperti ini saat bertarung melawan rough , waktu itu dia masih menjadi panglima di kerajaan Torgu” ujar Werdia yang masih tidak mendapat jawaban dari Leon namun Werdia tahu Leon masih mendengar perkataannya “Dia sangat gagah saat memakai baju zirahnya , dia sangat bangga dengan kerajaannya tapi hanya karena menyelamatkan keluarga miskin dari desa musuh dia di bilang pengkhianat dan di usir dari kerajaan” ujar Werdia yang menceritakan kisah hidup Vince Leon tidak ingin mendengarnya karena akan menyebabkan sesak di dadanya kembali namun dia juga sangat ingin tahu latar belakang sahabat vampirnya itu “Kau tahukan jika prajurit kerajaan ataupun rakyat yang di usir kerajaannya harus bertahan hidup di hutan kematian ini? Kami harus pindah dari wilayah datu ke wilayah lain karena tidak sanggup dengan ancaman-ancaman yang di berikan oleh makhluk di dalam hutan ini” ujar Werdia lagi “Vince sangat berterima kasih kepadamu karena kau sudah menyadarkan dia untuk tidak menjadi angkuh dan sombong lagi , Vince begitu sombong dan angkuh karena dia merasa pemimpin itu harus kuat seperti dirimu” ujar Werdia “Hentikan! Aku tidak kuat!” ujar Leon dalam hati “Leon , Vince hanya hidup sendiri keluarganya di penggal karena dia menyelamatkan keluarga musuh , Vince sangat terpukul karena dia di biarkan hidup dan harus terbayang adegan keluarganya di penggal selama sisa hidupnya” ujar Werdia yang semakin membuat Leon merasa gagal “Tapi semenjak dia mengenal kau , dia selalu cerita kalau kau bisa menghilangkan mimpi buruk yang dia derita” ujar Werdia yang tidak membuat Leon merasa lega “Kau melawannya dan membuat dia tunduk bahkan dia lupa dengan kesedihannya , dia hanya ingin hidup bersamamu dan ingin menjadi bawahan paling setia seperti Darren” ujar Werdia “kalian bukan bawahanku , kalian keluargaku!” ujar Leon dalam hati dia ingin mengatakannya langsung namun sangat aneh karena mulutnya seperti terkunci “Kemarin dia sudah sadar , kau tahu dia menanyakan keadaanmu Leon! Padahal dia terluka parah” ujar Werdia menahan air matanya “Kau tahu kenapa aku menceritakan ini semua? Itu karena aku sangat ingin kau tahu bahwa kami siap mati untukmu dan kami sangat mempercayakanmu” ujar Werdia lalu keluar dengan air mata yang masih mengalir Leon menghela napasnya , Leon tahu beban yang di berikan mereka ke Leon adalah suatu yang berat namun sudah risiko menjadi pemimpin kelompok Darren masuk ke dalam tenda Leon , Leon memalingkan wajahnya karena merasa malu dengan kelakuannya yang begitu egois “Kau sudah sadar ya? Sini aku bantukan kau mengupas buahnya” ujar Darren yang langsung membantu mengupas buah untuk Leon “Kenapa kau masih baik kepadaku?” tanya Leon “Kau keluargaku! Tidak mungkin aku jahat hanya karena hal kecil , makanlah” ujar Darren menyerahkan labu yang sudah di kupas “Terima kasih , bagaimana lukamu?” tanya Leon “Aku sudah sembuh , cepatlah sembuh dan berhenti membuat semua khawatir” ujar Darren datar “Bagaimana dengan Ren dan Vince?” tanya Leon “Mereka di bawa ke rumah sakit darkness , besok mereka pulang” ujar Darren “Apa mereka sudah sembuh?” tanya Leon “Sudah , mereka hanya di beri sihir penyembuh kuno maka mereka bisa cepat sembuh” jawab Darren lagi “Begitu ya , aku sangat senang mendengarnya” jawab Leon dengan nada pelan “Kau bilang senang namun wajah dan nada bicaramu sangat sedih” sindir Darren “Tinggalkan aku sendiri , besok pagi aku akan ikut latihan” ujar Leon “Baiklah , aku hanya menyampaikan pesan Ken jika dia sangat ingin mengajarkanmu satu sihir pelindung” ujar Darren yang tidak mendapatkan jawaban dari Leon Ketika Darren keluar tenda Ken langsung berlari menyapanya dan berharap jika Leon mau dengan tawaran yang Ken berikan “Dia hanya diam tanpa memberikan jawaban” ujar Darren jujur “Oh begitu ya , ya sudah besok aku tanyakan lagi saat dia susah kembali bersemangat” ujar Ken “Lebih baik tidur karena besok kita harus mencari kayu bakar” ujar Darren yang mendapatkan anggukan persetujuan dari Ken Di lain tempat “Maafkan aku Raja” ujar panglima Dion yang saat ini harus menerima hukuman cambuk karena gagal menjalankan misi “Kau seharusnya bisa membunuh mereka! Aku sudah memberikan kau pasukan Elit!” ujar raja Piliph dengan marah “Tambah 100 cambukkan lagi!” perintah raja Piliph kepada algojo yang menghukum panglima Dion “Ampunkan aku Raja! Dia sangat kuat walaupun tidak bisa sihir bahkan dia tidak bisa menghindar , namun ada 3 orang kuat yang melindunginya” ujar panglima Dion “Aku tidak peduli! Kau gagal dan kau harus di hukum!” ujar panglima Piliph “Kurang ajar kau Leon! Seharusnya kau mati di hutan itu! Kenapa kau masih hidup? Liat saja nanti akan aku habisi kau kalau muncul di hadapanku” gumam raja Piliph yang sangat marah Raja Piliph meninggalkan ruang penyiksaan , raja Piliph kembali ke kamarnya dan mengambil satu botol racun “Sepertinya aku harus mengundang raja dan ratu darkness” ujar raja Piliph dengan senyuman miring Rencana jahat mulai mengalir dari pikirannya , raja Piliph sangat terobsesi untuk menguasai dunia namun ramalan mengatakan jika masih ada kerajaan singa maka obsesinya tidak akan pernah tercapai bahkan balas dendamnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN