EMOSI LEON

1921 Kata
“Aku harus membalaskan perbuatan kerajaan Serpent! Mungkin ini saatnya ambisiku harus di capai! Aku tidak mungkin berlatih terus!” Ujar Leon yang merenung di luar tenda Vince dan Ren di rawat Vince dan Ren harus di bawa ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya karena mereka tidak cukup jika di obati dengan sihir penyembuh dan obat-obat tradisional “Aku harus melakukan penyerangan secara tiba-tiba! Agar mereka kalah!” gumam Leon lagi “Darren!” panggil Leon ketika melihat Darren yang berjalan bersama Ken “Ya?” Jawab Darren “Aku mau berbicara kepadamu!” ujar Leon dengan tatapan serius “Baiklah” jawab Darren Leon dan Darren pergi ke dalam gua 3 naga agar pembicaraan mereka tidak ada yang dengar , ketika mereka sampai hanya di depan pintu gua barulah Leon membicarakan apa yang ada di pikirkannya “Tidak! Ini terlalu mendadak Leon!” ujar Darren yang sangat tidak setuju “Jika kau tidak setuju aku yang akan menyerangnya sendiri!” ujar Leon dengan tatapan dinginnya “Jangan gegabah Leon! Semua ini bisa saja di rencanakan! Jika kau menyerangnya itu sudah pasti jebakan” ujar Darren memperingati Leon agar tidak ke pancing emosi “Aku tahu! Tapi kita harus lebih pintar dari mereka Darren!” ujar Leon yang masih keras kepala “Justru itu kita tidak melawannya sekarang! Pasukan kita hanya sedikit! Mereka juga baru latihan! Kita tidak cukup kuat Leon! Hanya 21 orang kita sudah terluka parah-“ “Itu semua terjadi karena kita terlalu lengah! Kita kuat Darren!” Ujar Leon yang memotong ucapan Darren “Kau! Sebaiknya kau pikirkan semua dengan kepala dingin! Aku tidak akan berbicara kepadamu Leon jika kau masih bertekad mau menyerang kerajaan Serpent” ujar Darren yang langsung pergi turun dari pada berdebat dengan Leon “Kenapa kau tidak mengerti juga Darren! Jika kita diam saja sudah pasti akan ada korban lain!” teriak Leon dari mulut gua ke arah Darren yang sudah setengah jalan turun ke bawah “Aku tidak mau mendengarmu!” teriak Darren “Kau!” desis Leon geram Leon tahu bahwa tindakannya gegabah namun kerajaan Serpent sudah kelewatan menyerang mereka di tanah kerajaan orang lain Lagi pula semua ini salah Leon yang terlalu lengah dan lemah , Leon terus-terusan menyalahkan dirinya atas kejadian Vince dan Ren Leon harus memberikan pelajaran kepada kerajaan Serpent agar mereka jera dan tidak mengganggu Leon lagi , walaupun status Leon adalah buronan namun Leon tidak ingin temannya yang tidak bersalah terluka Leon sudah kepalang emosi , Leon memakai baju zirahnya , Leon berencana akan memberi peringatan kepada kerajaan Serpent sendiri Leon keluar dari gua 3 naga , Leon di hadang oleh Ken dan Darren saat ingin pergi , Leon mendesis tidak suka karena di hadang oleh dua orang yang tidak ingin dia lukai “Jangan menghalangiku! Lebih baik kalian membiarkan aku pergi” ujar Leon “Kita bicarakan ini baik-baik Leon! Katakan kepada kami apakah kau sudah ada strategi?” tanya Ken “Aku tidak peduli dengan strategi Ken , aku hanya sendiri dan tidak perlu rencana!” ujar Leon tidak suka “Kau salah kalau begitu Leon! Walaupun kau sendiri kau juga butuh strategi yang pas agar kau sampai dengan tujuanmu!” ujar Darren “Jangan menceramahiku! Aku tidak peduli dengan apa yang kalian katakan! Aku harus menyerang mereka sampai darahku habis!” ujar Leon emosi Saat ini semua mata tertuju kepada Leon , Darren , dan Ken . Mereka ingin tahu kenapa Leon sangat marah dan Darren menatap Leon dengan tatapan tajam “Apakah mereka akan berkelahi lagi?” tanya mereka satu sama lain “Mungkin saja” jawab yang lainnya “Jangan membuat aku marah Leon!” ujar Darren yang sedari tadi menahan emosi “Kenapa? Kau ingin menyerangku?” tanya Leon yang semakin membuat Darren marah “Ya! Agar kau berhenti berbuat bodoh!” jawab Darren “Kalian jangan emosi dulu! Emosi tidak akan membuat kita mendapatkan jawaban” ujar Ken “Diamlah Ken! Terkadang satu-satunya jalan membuat orang sadar juga harus memakai emosi” ujar Darren “Aku tidak akan segan-segan kepadamu Darren!” ujar Leon “Aku juga Leon!” ujar Darren Darren maju melayangkan kepalan tangannya , Leon menghindar dengan melangkah ke samping , Leon langsung menyerang balik menggunakan kakinya dan berhasil mengenai Darren di perutnya “Menyerahlah!” ujar Leon “Tidak akan!” ujar Darren Darren melayangkan kakinya ke arah Leon , Leon menangkisnya namun tetap membuat tangan Leon kesakitan dan mundur beberapa langkah “Belum selesai Leon!” terika Darren Darren mengepalkan tangannya untuk menyerang pipi Leon , Leon yang sudah tahu bersiap untuk menangkap tangan Leon Darren yang merasa Leon sudah mengetahui serangannya hanya bisa tersenyum miring , Darren menyerang kaki Leon yang membuat Leon terjatuh “Dia mengganti serangannya?” ujar Leon dalam hati “Menyerahlah Leon!” ujar Darren Darren menindih Leon , Darren menampar Leon berkali-kali agar Leon sadar dari emosinya . Darren hanya mau Leon memikirkan sesuatu dengan kepala dingin yang tidak membawa suatu risiko yang besar “Berpikirlah yang jernih! Mana Leon yang aku kenal?” Ujar Darren yang masih menampar Leon “Darren sudahlah!” ujar Ken mendekati Darren dan menahan tangan Darren agar tidak menampar Leon lagi Bibir Leon sudah pecah dan berdarah akibat tamparan keras Darren , Leon hanya pasrah di tampar oleh Darren , Leon sudah tidak ingin melawan Darren karena dia tahu kalau melawan Darren dia tidak akan menang “Minggirlah!” ujar Darren yang mendorong Ken , Ken terduduk berjarak semeter dari Leon dan Darren “Siapa pun hentikan mereka! Tolong!” ujar Ken panik , Ken semakin panik ketika melihat Leon hanya diam saja tidak melawan “Sadarlah Leon! Kau tidak bisa melakukannya sendiri! Kau tahu itu kan?” ujar Darren yang masih menampar Leon Saat ingin menampar Leon lagi tangan Darren di pegang oleh seseorang yang membuat Darren melihat siapa yang berani menghentikannya “Sudahlah Darren” ujar naga Perak lembut 3 naga sudah pulang namun yang di lihat mereka satu pemandangan yang mengenaskan , Leon dan Darren berkelahi dan melihat Leon yang terbaring pasrah membiarkan Darren memukulnya “Lihatlah Darren kaki Leon berdarah” ujar naga Perak lagi yang melihat betisnya Leon Darren sadar Leon tidak melawannya dengan sekuat tenaga karena kakinya terluka , jika begitu kenapa dia ingin menyerangnya kerajaan Serpent sendiri? Leon ingin bunuh diri Darren menangis di pelukan naga Perak , naga Perang mengelus kepala Darren . Darren mengerti perasaan Leon , Darren hanya mau Leon tidak mengambil tindakan gegabah yang membuat Leon terbunuh Darren menangis membayangkan hal itu , Darren tidak ingin kehilangan keluarga lagi , Darren hanya Leon mengerti Leon di gendong oleh naga Emas , Leon perlu jahitan lebih di kakinya karena jahitan sebelumnya sudah terbuka Leon juga perlu beristirahat karena dari dia kembali dari kota sampai sekarang tidak ada beristirahat , itulah salah satu alasan Leon gampang terpancing emosi Darren di bawa ke dalam gua oleh naga Perak , 3 naga perlu penjelasan apa yang terjadi selama mereka tidak ada “Apa yang terjadi Darren?” tanya naga Emas langsung duduk di hadapan Darren Saat ini Darren seperti di sidang karena melakukan kesalahan berat , 3 naga legenda menanti jawaban Darren karena hanya Darren yang tahu kejadian sebenarnya “Kami baru pulang dari kota tapi saat di perbatasan hutan kami di hadang oleh pasukan kerajaan Serpent master” ujar Darren yang membuat 3 naga terkejut “Artinya pasukan yang terbunuh di perbatasan itu kalian yang mengalahkannya?” tanya naga Putih yang sedari tadi diam “Ya , awalnya kami berbagi tugas agar bisa mengalahkan dengan cepat dan bisa pulang tanpa terluka namun karena panglima kerajaan Serpent bisa sihir dan Leon tidak membuat Leon sedikit lengah” ujar Darren “Sekarang masuk akal kenapa ada jejak sihir di perbatasan” ujar naga Putih yang mendapat anggukan dari naga Emas dan Perak “lalu apa yang terjadi?” tanya naga Perak “Vince yang menyadari Leon akan di serang sihir langsung melindunginya karena Leon tidak sempat mengelak dari sihir , Vince terluka parah dan Leon sangat menyesalinya” cerita Darren lagi “Leon harus berlatih untuk menghindari sihir jika perlu kita ajari dia cara membatalkan sihir serangan” ujar naga Emas “Diamlah!” ujar naga perak yang sedari tadi cerita Darren terpotong karena pendapat mereka “Leon menyesal karena dia terlalu lemah terhadap sihir yang membuat sahabatnya terluka , Leon menangis dan itu membuat kesempatan lain kepada panglima kerajaan Serpent” ujar Darren lagi “Ren melindungi Leon dan Vince ketika serangan ke dua dari panglima Leon , serangan panglima kerajaan Serpent bisa di patahkan dengan mudah oleh lolongan serigala milik Ren tapi Ren dan aku tidak menyadari jika itu bukan sekali serangan namun 2” ujar Darren , Darren perlu jeda setiap ceritanya karena dia masih sedih “Aku terlaku sibuk mengalahkan bawahan panglima kerajaan Serpent dan sihir angin berbentuk panah itu mengenai kepala serigala Ren yang berefek ke tubuh Ren sendiri , Leon sangat marah dan mengeluarkan kekuatan penuhnya tanpa sadar Leon bisa menghindari setiap sihir panglima kerajaan Serpent” ujar Darren “Leon mengalahkan panglima kerajaan Serpent saat Leon ingin membunuhnya aku menghalanginya karena Vince dan Ren harus cepat di obati jika tidak mereka tidak akan selamat , luka yang di kaki Leon itu perbuatan panglima kerajaan Serpent saat dia mau menaiki kereta” ujar Darren “Mereka keterlaluan! Kenapa mereka menyerang kalian di wilayah kerajaan lain? Apa mereka mendapat izin?” tanya naga Emas “Kita perlu menanyakan hal ini kepada kerajaan darkness” ujar naga Perak “lalu kenapa kalian berkelahi tadi?” tanya naga Putih “Leon ingin menyerang kerajaan Serpent sendiri karena merasa mereka sudah kelewatan , aku sudah bilang harus ada strategi agar bisa mengalahkannya dan tidak menimbulkan risiko besar” jawab Darren “Jadi kalian berkelahi hanya gara-gara itu?” tanya naga Putih “Leon yang mengajakku bertarung jika mau menghentikannya” jawab Darren “Begitu ya , aku rasa Leon sengaja membuatmu bertarung dengannya agar kau bisa menyadarkannya dari emosi” ujar naga Putih “Kenapa bisa begitu?” tanya Darren “Terkadang ada satu masa kita tidak bisa melawan emosi itu sendiri akhirnya harus orang lain yang membantu meredam emosi” ujar naga Putih “Oh begitu , sekarang bagaimana keadaan Leon?” tanya Darren “Leon sudah di rawat , kami akan membawa Vince dan Ren ke rumah sakit darkness agar mereka bisa di rawat dengan layak” ujar naga Emas “Baiklah , maaf kami merepotkan kalian” ujar Darren “Tidak , kalian adalah tanggung jawab kami” ujar naga Perak “Kalian sudah mempunyai pengalaman , artinya kalian akan mendapatkan latihan lebih keras lagi agar semakin hebat , bersiap saja kalian akan menerima misi ke dua saat kalian sembuh nanti” ujar naga Putih “Baiklah” jawab Darren “Baiklah Darren kami harus ke kerajaan darkness agar bisa menanyakan hal ini , kau juga harus obati lukamu walaupun hanya luka ringan saja tapi jika infeksi bisa parah” ujar naga Perak “Baik master” ujar Darren Darren langsung pergi meninggalkan gua untuk mengobati luka-lukanya , 3 naga yang melihat kepergian Darren langsung menghela napas “Apa maksud kerajaan Serpent? Apa sebegitu niatnya kerajaan itu tidak ingin kerajaan Rion kembali?” tanya naga Enas “Sudah pastikan jika kerajaan Rion kembali maka kerajaan Serpent akan hancur?” tanya naga Perak “Ah kau benar Perak , ayo kita berangkat . Sepertinya tugas kita akan semakin padat” ujar naga Emas “Jangan mengeluh , ini tugas kita” ujar Putih yang mendapatkan helaan napas dari naga Emas
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN