“Siapa yang berani menyerang kita?” Tanya Ren
“Serpent!” Desis Leon ketika melihat panglima Dion berada di depannya
“Mau lari ke mana kalian?” Tanya panglima Dion dengan suara yang mengerikan
“Mau pulang” jawab Leon yang membuat Darren menghela napas
“Pulang lah kalian ke penjara karena kalian akan di eksekusi mati!” Ujar panglima Dion marah
“Jika kau mau menangkap Leon langkahi dulu mayat kami!” Ujar Ren di depan Leon
“Siapa kau? Kau dari golongan werewolf artinya kau adalah rough karena berteman dengan buronan” ujar panglima Dion
“Ya! Aku adalah rough! Aku berteman dengan dia dan apa masalahmu?” tanya Ren ke panglima Dion
“Jangan banyak bicara kau makhluk rendahan! Matilah kau! Refaka!” ujar panglima Dion langsung menyerang Ren dengan sihir angin
Ren berubah menjadi serigala , Ren langsung menyerang panglima Dion namun di halang beberapa penjaga
“Vince bantu Ren! Sekarang!” ujar Leon
Leon menghitung berapa jumlah yang akan mereka lawan agar bisa di bagi secara merata , sekitar 20 orang yang kekuatannya hampir sama dengan panglima Dion
“Apa kau tahu Leon? Pasukanku adalah pasukan elite , mereka sengaja aku bawa untuk melawanmu” ujar panglima Dion
“Darren biar aku urus si panglima itu! Kau bantulah mereka , biar mereka masing-masing melawan 6 kau lawan sisanya” ujar Leon memberi arahan
“Baiklah!” jawab Darren
Darren langsung menyerang sisanya agar Ren dan Vince tidak terlalu susah , Leon berjalan menuju panglima Leon agar bisa menghadapinya secara langsung
“Leon! Kau tahukan kalau kau akan kalah? Pasukanku lebih banyak dari pasukanmu Leon! Lebih baik menyerah sajalah!” ujar panglima Dion
“Aku percaya kepada temanku kalau mereka bisa mengalahkan dirimu!” ujar Leon yang memancing emosi panglima Dion
“Jangan meremehkan pasukanku! Refaka!” ujar panglima Dion lalu menyerang Leon dengan sihir anginnya
Sihir angin itu berhasil mengenai Leon sehingga Leon terlempar , Darren terkejut melihat Leon yang terlempar begitu keras
“Leon! Kau tidak apa-apa?” tanya Darren
“Aku tidak apa-apa! Lebih baik kau fokus saja melawan bawahannya!” ujar Leon
“Baiklah!” ujar Darren
Leon berdiri , Leon melihat ke arah panglima Dion dengan tatapan dinginnya , terlintas di pikiran Leon saat panglima Dion datang ke penjaranya membawa kepala ayahnya
“Ayo serang aku!” tantang panglima Dion
Leon melesat ke arah panglima Dion lalu meninju perutnya , panglima Dion terlempar hanya dengan di tinju oleh Leon
“Lumayan juga sakitnya” ujar panglima Dion
“Uhuk... uhuk...” panglima Dion batuk darah saat akan berdiri
Panglima Dion terkejut karena hanya pukulan ringan bisa melukai organ dalamnya , panglima Dion berusaha berdiri dengan susah payahnya
“Aku tidak menyangka bahwa pukulannya akan menghancurkan organ dalamku!” ujar panglima Dion dalam hati
“Ayo lawan aku!” ujar Leon menantang balik panglima Dion
“Kau! Kroniesta!” ujar panglima Dion mengeluarkan sihir angin yang berbentuk panah
Vince yang melihat Leon di serang oleh sihir langsung melindungi Leon dengan tubuhnya , angin yang berbentuk panah itu menembus perut sebelah kanan Vince
Leon terkejut melihat Vince yang melindunginya , Leon langsung menangkap Vince saat hampir menyentuh tanah
“VINCE!” teriak Leon
Darren langsung melihat ke arah Leon begitu pula dengan Ren , Darren dan Ren sangat terkejut melihat Leon yang menangis sambil memangku Vince
“Kroniesta!” ujar panglima Dion tiba-tiba
“Leon! Awas!” teriak Ren yang menyadari jika panglima Dion akan mencuri kesempatan di saat Leon lengah
Ren langsung mengaum untuk menangkis sihirnya panglima Dion , Ren berhasil menangkisnya namun Ren tidak sadar panglima Dion melancarkan dua serangan sihir
“Akh..” Ren terjatuh di depan Leon
Dua sahabatnya jatuh terluka di hadapannya karena melindunginya , semua itu terjadi karena dia terlalu lemah dan selalu lengah
“Ren..!” teriak Leon
“Sekarang kau sudah tahu bukan Leon? Kau itu sangat lemah jadi sebelum kau terluka seperti mereka berdua sebaiknya kau menyerah” ujar panglima Leon
Leon melihat Ren yang terluka di kepala membuat Leon harus cepat menyelesaikan urusan dengan panglima Dion agar ke dua sahabatnya selamat
“Kau! Akan! Mati! Di sini!” ujar Leon penuh penekanan setiap kata
Leon menghentakan kakinya membuat gelombang kejut yang membuat panglima Dion terlempar , panglima melihat aura Leon yang begitu kuat
“Darren! Hancurkan mereka semua” ujar Leon memerintah Darren untuk menghancurkan bawahan panglima Dion
“Baiklah!” ujar Darren
Darren melesat menebas mereka semua walaupun Darren juga harus mendapatkan luka akibat tangkisan mereka
Leon berlari menerjang perut panglima Leon , tidak sampai di situ Leon juga menerjang kepala belakang panglima Dion
Panglima terkejut melihat kekuatan Leon , panglima juga melayangkan kepalanya namun tangannya di tangkap Leon lalu di pelintir Leon hingga patah
“Akkh!!” teriak panglima Dion
Panglima Dion berteriak kesakitan , Leon yang melihat panglima Dion kesakitan hanya menatapnya dengan tatapan datar
Leon menginjak kaki sebelah kiri panglima hingga patah yang membuat panglima semakin menderita , saat Leon hampir membunuh panglima Dion , Darren datang memegangi tangan Leon agar sadar dari kemarahannya
“Biarkan dia Leon , kita harus menyelamatkan Vince dan Ren” ujar Darren yang membuat Leon sadar
“Kau benar! Ayo kita bawa mereka” ujar Leon setelah sadar
Darren dan Leon mengangkat Vince dan Ren ke kereta , Darren sudah duduk di bagian kusir tinggal Leon yang masih menutup pintu kereta
Setelah selesai menutup Leon sedikit berlari menuju ke tempat Leon namun kakinya di tembak dengan panah angin panglima
“Aaakh!” ujar Leon yang membuat Darren melihat ke arah Leon
“Leon!” teriak Darren
“Aku tidak apa-apa! Ayo cepat kita lari dan selamatkan Ren dan Vince” ujar Leon yang dengan susah payah naik ke kereta bagian kusir
Setelah Leon naik , Darren langsung mengemudikan keretanya , darah Leon masih mengalir membuat Leon harus merobek setengah bajunya lalu memerban lukanya
“Ayo cepat Darren” ujar Leon sedikit panik
“Sudah aku usahakan Leon , semoga mereka tidak apa-apa” ujar Darren
Di lain tempat
Panglima berusaha bangun , badannya sangat sakit terutama bagian perut , kaki , dan tangannya . Panglima Dion tidak menyangka Leon bisa sekuat itu
Leon tidak menyerangnya dengan sihir namun dengan fisik yang masih menjadi tanda tanya oleh panglima Dion
Panglima Dion melibat seluruh bawahannya yang telah mati semua di tangan Darren , Vince , dan Ren . Panglima penasaran kenapa mereka menuju ke hutan kematian dan masih hidup sampai sekarang
Mereka seharusnya sudah mati di makan ular titanoboa atau di bakar Pheonix , panglima Dion hanya bisa pasrah dan mulai berjalan mencari bantuan
Kerajaan Serpent masih jauh hanya kerajaan darkness yang dekat , panglima Dion segan mau ke sana karena kerajaannya sudah memanah raja dan ratunya yang mungkin sekarang lagi di rawat
“Harus ke mana aku?” guman panglima Dion yang masih duduk memikirkan ke mana dia akan pergi
“Pulang saja ke kerajaan , aku akan menumpang siapa saja yang bisa membawaku” ujar panglima Dion
Panglima Dion langsung berdiri , panglima Dion menyeret kakinya mencari seseorang yang bisa membawanya dengan cepat
Leon dan Darren sudah sampai di danau 3 naga , Leon dan Darren di sambut bahagia namun wajah Leon dan Darren hanya menampakkan kepanikan
“TIM MEDIS! TIM MEDIS!” teriak Leon yang membuat tim medis datang
“Ada apa Leon?” tanya salah satu tim medis mereka
“Tolongi mereka berdua di dalam!” ujar Leon
Tim medis masuk ke kereta , betapa terkejutnya mereka ketika melihat keadaan Ren dan Vince yang mengenaskan
“Ambil semua peralatan medis! Kita harus langsung menjahit lukanya!” ujar kepala tim medis
Mereka semua menunggu tim medis menyelamatkan Vince dan Ren , mereka tidak bisa mengangkat Vince dan Ren ke tenda medis karena sudah tidak sempat
Leon dan Darren menunggu dengan cemas hingga lupa bahwa mereka juga terluka , Darren melihat betis Leon yang mengeluarkan darah langsung panik
“Kau juga harus dijahit!” ujar Darren
“Aku tidak apa-apa! Sekarang kita berdoa saja agar Vince dan Ren selamat!” ujar Leon
PLAK!
Darren menampar Leon , Leon sangat terkejut akan hal itu . Leon menatap Darren dengan tatapan tidak percayanya
“Jangan menambah beban pikiran seseorang Leon! Jangan menambah kekhawatiranku!” ujar Darren yang mau tidak mau Leon harus menuruti perkataan Darren
“Aku mau kau juga harus di obati!” ujar Leon yang melihat banyak luka di tubuh Darren
Di lain tempat
“APA! SIAPA YANG BERANI MENYERANG KALIAN?” tanya naga putih marah
“Serpent , tapi tenang saja kami tidak apa-apa” jawab ratu Zora
“Kami sudah tahu dia akan memanah Leon dan Darren maka kami sengaja menghalanginya” ujar raja Zarael
“Sekarang mereka sudah pulang?” tanya naga Perak
“Sudah kakek” jawab raja Zarael
“Kita harus memberi mereka pelajaran!” ujar naga Emas
“Mereka akan mendapat balasannya , biarkan ambisi Leon tercapai jangan sampai ambisinya hancur gara-gara kita” ujar ratu Zora
“Zora benar , bersabarlah” ujar naga Perak
“Pertama kita harus menjumpainya dengan seseorang” ujar naga Putih
“Kau benar! Baiklah kami permisi , kami ingin melihat keadaan mereka” ujar naga Perak
3 naga pergi dari kerajaan darkness , mereka harus pulang untuk memberikan misi lain kepada Leon dan Darren
Mereka harus menjumpai titanoboa untuk menyiapkan sesuatu yang menarik dan membuat Leon mendapatkan kekuatannya
Leon juga harus menjumpai seseorang agar dia tahu siapa dirinya selama ini , semua harus di lakukan agar ambisinya tercapai dan kerajaan Rion muncul lagi
3 naga sudah cukup lama berdiam diri , mereka harus menyingkirkan serangga kecil perusak dunia . 3 naga hanya bisa menjalankan misi dari dewi namun tidak dapat membantu Leon ataupun Darren
“Lihat itu!” ujar naga Emas melihat banyak mayat yang tergeletak di depan hutan kematian
“Ayo turun!” ujar naga Emas
3 Naga turun untuk melihat apa yang terjadi kepada mayat-mayat itu , betapa terkejutnya mereka bertiga melihat prajurit kerajaan Serpent tergeletak di genangan darah mereka
“Apa yang terjadi kepada mereka?” tanya naga Perak
“Sepertinya mereka terlibat dengan pertarungan” ujar naga Emas yang melihat bekas sihir
“Ada 20 orang” ujar naga Putih
“Aku mempunyai firasat buruk , lebih baik kita cepat kembali sepertinya Leon dan Darren sudah sampai di pemukiman” ujar naga Perak
Mereka pun bergerak lagi untuk pulang dan memastikan bahwa Leon dan Darren baik-baik saja , prajurit kerajaan Serpent yang menjadi mayat sudah membuat mereka khawatir sepenuhnya