DI CEGAT

1808 Kata
Leon dan Darren bersiap untuk pulang ke penginapan Jerry , Vince dan Ren masih menikmati festival bersama Angelina dan Jerry Setelah sampai di rumah Jerry , Leon dan Darren langsung merebahkan diri ke kasur . Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka “Nephilim Dean terlihat sangat hebat ya” ujar Darren tiba-tiba “Raja Zarael juga terlihat sangat hebat” ujar Leon “Semoga kita bisa seperti mereka suatu hari nanti” ujar Leon dan Darren bersamaan “tidurlah , besok kita harus menghadap raja dan ratu lalu kita pulang” ujar Leon ke Darren “Baiklah” jawab Darren Di lain tempat 3 naga tengah mengadakan rapat kepada 4 pilar di satu ruangan rahasia yang hanya mereka berempatlah yang tahu “wajahnya terlihat seperti Elgart” ujar Pheonix sambil memainkan apinya “Apa kau yakin? Apa kau pernah berjumpa dengannya?” tanya Charybdis dengan wajah sangarnya “Sudah di saat dia melewati wilayahku” jawab ratu Pheonix “Pheonix , apa kau yakin anak itu adalah anaknya Elgart?” tanya Titanoboa “Apa kau pikir aku buta? Apa kalian pikir aku berbohong? Aku sudah melihat auranya! Dia memiliki aura seperti raja Elgart! Namun auranya sangat menakutkan!” ujar ratu Pheonix emosi yang membuat seluruh apinya keluar “Tenanglah!” bentak naga Putih yang kesal “Aku yakin dia anaknya Elgart , aku sudah mencari informasinya dan benar anak ke dua raja Elgart adalah dia” ujar naga Emas “Kami juga baru mengetahui bahwa raja Piliph menjadikannya buronan atas kejahatan yang tidak dia lakukan bahkan raja Elgart telah di penggal olehnya” ujar naga Perak yang membuat semua terkejut “Apa kau bilang? Raja Elgart telah di penggal? Bukankah dia bisa melawan?” tanya Charybdis “Ada sesuatu yang membuat raja Elgart tidak melawannya , hanya dirinya yang mengetahui itu semua” jawab titanoboa “Bagaimana kau tahu? Apa violin memberi tahumu?” tanya naga Perak “Tidak , tapi dari awal aku sudah menemukan kejanggalan dari kejadian awal mula raja Piliph mengkhianatinya” ujar titanoboa “Lebih baik kau bilang ke janggelanmu itu” ujar ratu Pheonix yang masih kesal dengan Charybdis dan titanoboa “Begini , jika memang raja Elgart adalah raja yang kuat melebihi raja Piliph , kenapa raja Elgart tidak dari awal menghancurkan Piliph? Kenapa raja Elgart mau merobohkan kerajaan Rion jika memang dia kuat?” tanya titanoboa yang membuat semua terdiam “Kenapa kau tidak mencari tahu dengan menanyakan kepada istrinya?” tanya Charybdis “Sudah aku tanya , dia hanya bilang tidak tahu kenapa” jawab titanoboa “Hilangnya kerajaan Rion membuat keseimbangan dunia memortal hilang , hutan kematian bukan lagi dinding perbatasan namun hanya dinding” ujar naga Perak “Lalu apakah anaknya akan membalas dendam?” tanya Charybdis “Dia hanya bilang bahwa dia berambisi merebut kerajaan Serpent dan membuat raja Piliph sengsara hidupnya” jawab naga putih “Jangan sampai ambisinya menjadi obsesi yang menghalalkan segara cara agar mencapai tujuannya” ujar ratu Pheonix “Itu yang aku takutkan!” ujar naga Emas cepat “Aku yakin dia tidak begitu , ada banyak kawannya yang mendukung dan selalu membantunya” ujar naga Perak “Benar yang di katakan Perak , baru satu misi dia selesaikan sudah membawa 26 orang yang siap menjadi bawahannya” ujar naga Putih “Benarkah? Misi apa yang kau beri?” tanya Charybdis “Mengambil pedang lors , siapa sangka dia masih membiarkan kota mati tetap ada” ujar ratu Pheonix “Bagaimana kau mengetahuinya?” tanya titanoboa “Aku sungguh penasaran dengannya , akhirnya aku mengirim burung pipit untuk memantaunya” ujar ratu Pheonix “Kau memantau anak muridku?” tanya naga Perak agak tidak senang “Ayolah kakek tua! Jangan marah hanya karena hal sepele! Aku hanya penasaran dengan si Nephilim” ujar ratu Pheonix “Nephilim? Dia bersama Nephilim?” tanya Charybdis “Iya! Nephilim! Apa kau tahu betapa kerennya saat dia mengira Leon terluka parah? Aku saja sangat ingin membuat Leon terluka dan Darren mengamuk! Atau sebaliknya?” ujar ratu Pheonix dengan sangat semangat “Kirimkan dia kepadaku! Akan aku buat dia marah” ujar Charybdis “Kami akan membuat dia bertemu ibunya dahulu agar dia bisa semangat dalam mewujudkan ambisinya dan membawa kedamaian di dunia immortal” ujar naga Perak “Apa? Jadi kau akan mengirimnya ke tempatku?” tanya titanoboa “Ya! Kenapa kau tidak membawa violin di rapat ini?” tanya naga Emas “Aku tidak tahu dia ke mana , dia sering pergi tanpa memberi tahuku” ujar titanoboa “Oh begitu! Jadi kita akan mengikuti perkembangan Leon? Dan membantunya mewujudkan ambisinya?” tanya naga Emas “Tentu saja! Aku mau keseimbangan dunia immortal kembali lagi seperti sedia kala” ujar ratu Pheonix “Kami berdua setuju dengan ratu Pheonix” ujar titanoboa setelah mendapatkan anggukan dari Charybdis “jika begitu kita akhiri pertemuan ini” ujar naga Putih Di lain tempat Sinar mentari membangunkan Leon dan Darren dari tidurnya , Leon melihat Ren dan Vince masih tertidur mungkin mereka berdua sangat lelah “Leon , Darren ini perlengkapan mandi kalian . Sarapan sudah siap di bawah kalian akan menemui raja dan ratu satelah sarapan karena kereta kerajaan akan sampai sebentar lagi” ujar Angelina yang masuk ke kamar tamu “Dari mana kau tahu kereta kerajaan akan menjemput kami sebentar lagi?” tanya Darren “Oh semalam raja dan ratu bilang akan menjemput kalian pagi sekali” jawab Angelina yang membuat Leon dan Darren terkejut “Jika begitu kami akan cepat siap-siap” ujar Leon yang langsung mengambil perlengkapan mandi “Leon kau di kamar mandi atas saja biar Darren kamar mandi bawah” ujar Angelina yang mendapatkan anggukan dari ke duanya Setelah siap mandi dan memakai baju , Leon dan Darren turun untuk sarapan bersama Angelina dam Jerry Sarapan kali ini hanya salad dan roti lapis , Angelina membuat sarapan yang sederhana karena dia belum belanja ke pasar Angelina terlalu sibuk dengan pembeli dan bazar semalam , Angelina juga membantu Jerry membuat perhiasan jadi waktunya selalu terbagi untuk kerja “setelah kami pergi , jika Ren dan Vince mencari kami aku minta tolong bilang kepada mereka untuk siap-siap akan pulang karena habis dari kerajaan kami akan berangkat” ujar Leon menitip pesan “baiklah nanti akan aku sampaikan” ujar Angelina dengan senyuman ramah Siap sarapan , Leon dan Darren berjalan keluar toko sebentar untuk menunggu kereta jemputan yang di katakan oleh Angelina tadi Benar saja kata Angelina tidak lama kemudian mereka di jemput oleh kereta kerajaan , mereka masuk ke dalam kereta lalu pergi menuju kerajaan 20 menit perjalanan dari toko Jerry ke kerajaan , Leon dan Darren turun di depan pintu istana kerajaan darkness Leon dan Darren begitu takjub dengan desain yang di berikan , banyak perabotan unik bertebaran , lukisan keluarga kerajaan yang tertera di dinding besar “Tunggu di sini , raja dan ratu akan segera menemuimu” ujar penjaga itu lalu pergi dari hadapan mereka berdua “Kau lihat? Tampan dan cantik! Mereka juga luar biasa kuat dan berwibawa” ujar Leon “Kami sangat merasa tersanjung dengan pujianmu Leon” ujar raja Zarael yang menemui mereka “Yang mulia” ujar Leon dan Darren membungkuk “Tidak usah kaku begitu anggap saja aku ini kawan kalian” ujar raja Zarael yang membuat mereka berdua tersenyum kikuk “Aku memanggil kalian ke sini karena mau menanyakan kenapa kalian bisa menjadi buronan di kerajaan Serpent?” tanya raja Zarael “Aku pencuri dan dia meracuni anak raja Piliph” jawab Darren “Oh begitu , kenapa kalian bisa keluar dari penjara?” tanya raja Zarael lagi “Hanya orang yang tidak bersalah yang bas keluar dari penjara” guman raja Zarael “Benar! Kami bisa keluar dari penjara karena tuduhan kami tidak benar dan kami juga tidak membuat itu” ujar Leon “Begitu..! Apa kalian betah di kerajaan ini?” tanya raja Zarael “Betah yang mulia” jawab Leon dan Darren bersamaan “Aku ingin memberikan kalian ini , jika kalian ke sini lagi mampirlah ke istana ini” ujar raja Zarael yang membuat mereka berdua tersenyum canggung “Ini untuk kalian , ini adalah peralatan perang “ ujar ratu yang membawa peti bersama 4 pengawal pribadinya karena ada dua kota yang harus di bawa “Terima kasih yang mulia ,tapi kami tidak pantas menerima semua ini” ujar Leon “Ambil saja , ketika kau sudah menjadi raja jadilah sahabat kerajaan! Anggap saja ini sebagai hadiah awal persahabatan!” ujar raja Zarael “Kalian sangat baik , kami berharap bisa lama di sini namun kami akan harus kembali secepatnya karena para master kami menunggu kami sekarang” ujar Leon yang membuat raja Zarael tersenyum mengerti “Tentu saja kami tidak keberatan! Pergilah pengawalku akan menghantar kalian sampai di depan gerbang kota ini” ujar raja Zarael “Tidak usah repot-repot raja kami sudah ada kereta dan kuda sendiri , antarkan saja kami ke depan rumah Jerry” ujar Leon dengan tersenyum “Baiklah , Leon ingat pesanku cukup berambisi jangan obsesi” ujar ratu Zora dengan tatapan tajam “Akan aku ingat sampai aku mati nanti” jawab Leon “Darren jika ambisinya menjadi obsesi tolong sadarkan Darren , oh iya Darren jangan selalu berkecil hati ya karena kau tidak tahu seberapa kuatnya dirimu” ujar ratu Zora ke Darren “Terima kasih yang mulia , aku akan ingat pesanmu kepadaku” ujar Darren “Kalian adakah harapan dunia! Jangan ambil jalan pintas Leon dan Darren karena jalan pintas tidak selalu mempunyai jalan mulus” ujar ratu Zora lagi “Baik yang mulia , kami permisi” ujar Leon dan Darren bersamaan Leon dan Darren pulang ke rumah Jerry , mereka berdua melihat Vince dan Ren sudah siap untuk berangkat bahkan kuda dan gerobaknya juga sudah siap “Jerry , Angelina kami pamit pulang ya” ujar Leon “Main-mainlah ke sini lagi , kalian sudah aku anggap sebagai keluarga” ujar Jerry “Jerry benar! Kami berdua akan selalu menunggu kalian” ujar Angelina “Kalian orang yang baik , aku akan merindukan kalian” ujar Leon “Da! Jerry Angelina” ujar Darren Ren dan Vince tersenyum melambaikan tangan , Leon dan Darren menaiki kereta yang berjalan menggunakan kuda , di dalam kereta tidak hanya ada barang tapi juga ada domba dan kalkun yang sudah mereka beli semalam Hanya perlu waktu 20 menit untuk sampai depan hutan kematian , ketika mereka akan masuk anak panah berhenti menghalangi jalanan membuat kuda mereka ketakutan hingga tidak bisa di tenangi “Kerajaan Serpent!” guman Leon “Mereka mau apa lagi sih!” guman Darren “Maaf Leon kita tidak bisa lewat kuda-kuda masih panik ketakutan” ujar Vince yang menggembala kudanya “Kita berhenti!” ujar Darren “Ta-“ “Urus saja kudanya dan lindung Leon!” ujar Darren memotong omongan Vince
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN