TRAGEDI DI FESTIVAL

1756 Kata
Festival sudah dimulai , banyak warga kota yang keluar dan merayakan festival dengan gembira , terdapat banyak makanan , permainan , perhiasan , bahkan alat perang Leon sangat senang melihat kegembiraan yang tercipta di kerajaan darkness , Leon berandai-andai jika dia hidup bersama kedua orang tuanya di kerajaan darkness mungkin saat ini dia membantu orang tuanya membuat bazar dan menikmati seluruh festival Leon hanya tersenyum ketika menyadari dia terlalu jauh berandai-andai , Leon melihat Vince yang mencicipi seluruh makanan yang ada Leon hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Vince , Leon melihat Ren yang mencoba semua permainan bahkan Ren sempat berebut dengan anak kecil yang ingin memainkan panahan Leon tertawa ketika ayah anak itu memarahi Ren yang membuat anaknya menangis , Leon melihat Darren yang tengah memilih-milih buku Leon senang mereka datang tepat saat waktunya festival karena mereka semua mendapat hiburan yang ter bayarkan untuk di kenang nanti “Hei! Kenapa kau tidak menikmati festival ini?” tanya Jerry yang menepuk pundak Leon “Aku sedang menikmatinya” jawab Leon “Kau hanya melihat yang menikmati Leon , bukan kau yang menikmatinya” ujar Jerry “Melihat mereka bahagia sudah cukup membuat aku menikmati festival ini” ujar Leon “Kau ini! Oh iya , ada yang mau aku ceritakan” ujar Jerry “Mau cerita apa?” tanya Leon “Cerita tentang hidupku agar kau tidak terlalu terkejut nanti jika mengetahui dari mulut orang lain” ujar Jerry yang membuat Leon menatapnya dengan dahi yang menyengit “Apa maksudmu?” tanya Leon “Sebelum itu ayo bantu aku menutup bazarku , barangku habis terjual” ujar Jerry “Baiklah” jawab Leon yang langsung membantu Jerry menutup bazarnya Saat Leon tengah membantu ada anak perempuan yang menarik bajunya , Leon yang merasa terpanggil hanya melihat ke arah anak kecil itu “kakak , apa tokonya sudah tutup? Aku ingin membeli cincin untuk ibuku” ujar anak kecil itu “Maaf ya dek , semua barangnya sudah habis” ujar Jerry yang mendengarnya “Oh begitu ya , terima kasih” ujar anak kecil itu dengan mata yang berkaca-kaca “Tunggu!” ujar Leon yang membuat anak kecil itu melihat ke arah Leon “Di mana ibumu?” tanya Leon yang bingung anak kecil itu hanya sendirian “Ibu di rumah sakit , ibu sangat ingin memakai cincin” jawab anak kecil itu yang membuat Leon tersenyum paksa “lalu apa kamu mempunyai uang?” tanya Leon lagi “Aku hanya punya 3 koin perak , aku tahu di bazar sangat murah tapi sayang cincinnya sudah habis terjual” jawab anak kecil itu “Oh begitu , jika begitu besok pagi datanglah ke toko Parker , aku punya kejutan untukmu” ujar Leon tersenyum “wah benarkah kakak? Kakak baik sekali” ujar anak kecil itu lagi “Kamu suka hewan apa?” tanya Leon “Aku sudah kupu-kupu ungu” jawab anak itu semangat “Oh iya kak aku pulang dulu ya kak” ujar anak itu yang ingin langsung pergi “Tunggu! Malam ini adalah malam festival apa kau tidak ingin menikmatinya?” tanya Leon “Maaf kak , aku harus menjaga ibu” ujar anak kecil itu langsung berlari menjauh dari Leon dan Jerry “Jerry aku mau kau buatkan kalung dan cincin berbentuk kupu-kupu” ujar Leon ketika melihat anak kecil itu menghilang di balik kerumunan “Untuk siapa?” tanya Jerry yang masih sibuk mengemas bazar “Besok jika ada anak kecil perempuan datang ke tokomu kasi saja ke dia , jika dia memberi uang kepadamu kau terima saja sisanya biar aku yang membayarnya” ujar Leon “Kh untuk anak tadi ya , lebih baik tidak usah di ambil uangnya Leon , kasihan dia” ujar Jerry “Jerry , dia mau membeli ibunya cincin dari hasil uangnya sendiri , lebih baik kau terima itu akan membuat dia lebih bahagia dan semangat menjalani hidup” ujar Leon “Baiklah Leon , lebih baik kita bersiap aku mendengar suara trompet sudah pasti raja dan ratu akan datang” ujar Jerry “Baiklah , apa dia akan lewat sini?” tanya Leon “Ya , dia akan lewat sini . Dia akan datang ke sudut kota sekalipun dan tidak akan terlewatkan satu toko pun” jawab Jerry Darren datang menghampiri Leon membawa beberapa tas berisi buku-buku , tidak lama datang Vince membawa banyak bungkus makanan di tangannya , Ren pun ikut bergabung dan membawa banyak hadiah yang dia menangkan Tidak lama mereka berbincang , ada suara anak kecil lari-lari yang membuat semua yang berada di sana tersenyum bahkan memuji-muji anak kecil tersebut “Aku mau mencari perhiasan untukmu Key , lebih baik kau juga mencari sesuatu untukku di festival ini” ujar anak laki-laki tersebut kepada saudara perempuannya Key “Aku tidak mau! Kalau kau mau lebih baik kau cari saja sendiri Kev” ujar Key dengan wajah datarnya “Kau adik yang sangat jahat!” ujar Kev dengan wajah yang di buat-buat sedih “Keysha , kamu tidak boleh seperti itu . Jika ada yang memberimu lebih baik kamu balas juga dengan memberinya” ujar seorang laki-laki yang tampak sangat berwibawa “Tapi ayah..” ujar Keysha dengan wajah imutnya “Keysha apa yang di bilang ayahmu benar , itu adalah salah satu pelajaran buatmu Key” ujar seorang wanita yang sangat terlihat anggun “Leon itulah raja dan ratu kerajaan darkness , aku sudah menyiapkan hadiah buat mereka” ujar Jerry mengeluarkan satu kado “Kau hanya memberikan satu?” tanya Vince terkejut “Di dalamnya ada empat , aku hanya menjadikannya satu” jawab Jerry “Oh begitu” ujar Vince “Kakak! Hadiahnya buat kami ya?” Tanya Kev dengan wajah senang Leon , Jerry , Darren , Vince , Ren , dan Angelina terkejut karena di hampiri anak raja dan ratu dulu , seharusnya merekalah yang menghampiri raja dan ratu “Eh emm , iya ini buat pangeran Kevin dan putri Keysha tapi ada juga loh buat raja dan ratu” jawab Jerry gugup “Hei kakak berdua!” panggil Keysha ke Leon dan Darren “I-iya?” jawab Leon dan Darren gugup “Kalian orang yang sangat kuat ya , hampir sama seperti ayah dan ibuku” ujar Keysha yang membuat Leon dan terkejut “Kami tidak sekuat itu” ujar Leon dan Darren dengan senyum tidak enak “Dia bisa melihat aura seseorang , kalau kata Key kuat artinya orang itu kuat jika Key bilang dia lemah pasti dia lemah” ujar raja Zarael tiba-tiba “Oh begitu ya , kalau begitu kami akan berlatih agar semakin kua” ujar Darren “Salam yang mulia” ujar Angelina yang membuat Leon , Darren , Vince , Ren , bahkan Jerry langsung sadar jika mereka tidak memberi salam kepada raja dan ratu “Salam yang mulia!” ujar Leon dan yang lainnya serentak membuat raja dan ratu tersenyum “Tidak usah terlalu formal” ujar raja Zarael ramah “Kalian bukan dari sini ya?” tanya ratu Zora “Iya kami bukan dari warga sini tapi dari desa pembatas” jawab Leon “Kak sini deh aku bisikan” ujar Kevin ke Leon yang membuat Leon mendekatkan kupingnya ke Kevin “Lebih baik jangan bohong , ibu sangat tidak suka pembohong kak , ayah pernah masuk rumah sakit karena ketahuan bohong sama ibu padahal ibu hanya melemparnya dari lantai 3 istana memakai kekuatan sihirnya” ujar Kevin polos yang membuat Leon langsung mendadak pucat “Maaf bukan maksud saya mau berbohong hanya kami di suruh merahasiakan di mana tempat kami tinggal” ujar Leon lagi “Aku sudah tahu kalian tinggal di mana , nikmatilah festivalnya karena kami harus menyapa seluruh orang yang ada” ujar ratu Zora Saat hendak pergi raja dan ratu di tembak anak panah tepat di d**a sebelah kiri mereka , Kevin dan Keysha hanya melihat dengan tatapan tidak percaya begitu pula dengan yang lainnya “AYAH! IBU!” teriak Keysha dan Kevin bersamaan “RAJA! RATU!” teriak Leon yang langsung menghampiri raja dan ratu yang tergeletak bersimbah darah “Raja dan ratu terpanah! Siapa yang berati melakukannya?” tanya warga yang ketakutan “Di mana raja dan ratu?” tanya seseorang dengan wajah panik bahkan bajunya terdapat banyak darah “kita terlambat” ujar seseorang lagi yang baru datang bersama dua orang lainnya “Beta Peter! Tolong bawa ibu dan ayah ke rumah sakit! Aku mohon! Sebelum terlambat!” ujar Keysha panik “Dion! Tris! Bawa raja dan ratu ke tempat aman , saat ini di jalan banyak pasukan yang mengepung area ini!” ujar seseorang yang bernama Peter “Baik!” jawab Dion dan Tris dengan tegas “Dean! Apa kau tahu siapa yang menyerang?” tanya Peter ke pria yang bernama Dean Darren melihat pria yang bernama Dean terlihat tatapannya setajam elang berarti kan dia selaku waspada dengan sekitarnya Badannya gagah , sudah pasti sayap yang di miliki Dean sangat indah . Darren sangat yakin Dean adalah kasta tertinggi di Nephilim “Serpent” guman Leon yang membuat Darren melihat ke arah Leon “Kerajaan Serpent yang melakukannya” ujar Leon lagi dengan suara panik membuat Leon menjadi pusat perhatian “Bagaimana kau tahu? Apa bisa menjadi bukti?” tanya Peter yang menghampiri Leon “Ikatan di ujung panah ini adalah ikatan seorang pengrajin besi di kerajaan Serpent , dia hanya satu-satunya yang bisa mengikat simpul serapi ini” ujar Leon yang menunjuk ujung panah “kerajaan itu! Berani sekali dia menyerang! Akan aku habisi kerajaan itu” ujar Peter “Jangan Peter! Biarkan saja mereka , kami baik-baik saja” ujar raja Zarael dengan santainya berjalan ke kerumunan “kekuatan penyembuh luar biasa” guman Vince dan Ren bersamaan “Syukurlah kau tidak apa-apa Zarael , jangan membuat panik wargamu bisa?” tanya Peter kesal “Jika aku tidak begini mereka tidak akan pergi dan akan membahayakan seluruh wargaku” ujar raja Zarael dengan senyuman “Bukan kita yang akan menghancurkan kerajaan itu Peter , suatu hari akan ada yang membalasnya” ujar ratu Zora “kami sudah tahu mereka mengikuti kami , kami hanya berpura-pura” ujar Kevin dengan tenang “Strategi yang luar biasa” guman Leon dan Darren bersamaan “Besok pagi aku mau kalian sudah berada di istana , ada yang ingin aku bicarakan” ujar raja Zarael ke arah Leon dan Darren “Baik yang mulia” jawab Leon dan Darren Leon dan Darren tahu pasti mereka di panggil karena masalah status mereka sebagai buronan , mereka akan pasrah jika harus di penjara
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN