PERDEBATAN PERTAMA

1835 Kata
Sinar matahari menyilaukan masuk ke dalam retina mata Leon dan Darren , Leon membuka matanya lalu melihat ke arah Darren dan Ken namun Leon tidak melihat Ken di alas tidurnya “Ke mana dia? Apa dia kabur?” Guman Leon “Dia tidak kabur , dia mencari sarapan” ujar Darren “Kau tahu dari mana?” Tanya Leon “Tadi dia sempat bilang kepadaku” jawab Darren enteng “Oh begitu , mungkin dia sudah paham daerah sini jadi dia mencari sarapan untuk kita” ujar Leon “Iya , dia sudah lama di daerah sini pasti sudah tahu cara cari makan” ujar Darren menyetujui perkataan Leon “Syukurlah kalian sudah bangun , ini aku bawakan sarapan” ujar Ken yang tiba-tiba datang membawa buah-buahan “Lebih baik kita sarapan , selesai sarapan langsung bersiap pergi dari sini , ini wilayah vampir kalau mereka tahu kita berkemah di sini sudah pasti kita akan di bunuh” ujar Ken “Oh baiklah” jawab Leon dan Darren secara bersamaan Mereka sarapan dengan buah yang di bawa Ken , mereka membawa sedikit untuk di perjalanan nanti , setelah semua sudah di bereskan Leon melihat Ken sudah berjalan layaknya orang sehat “Apa kau sudah sembuh?” tanya Leon “Belum , ini hanya memakai sihir untuk membuat aku tidak merasakan sakitnya selama 4 hari” jawab Ken “Ha? Apakah ada sihir semacam itu?” tanya Darren “Hanya ada di ilmu penyihir hitam , namun jika gagal sihirnya akan terasa sakitnya dua kali lipat” jelas Ken “Oh begitu . ayo kita jalan , wajahmu masih luka-luka membuatku tidak sabar untuk menemui sang naga dan meminta mereka untuk mengobatimu” ujar Leon “Tidak usah repot-repot , seminggu lagi sembuh kalau luka di luar . Sebulan lagi baru sembuh untuk tulang yang patah” ujar Ken “Itu balasan karena kau telah membuat Leon lecet” guman Darren yang membuat Ken menunduk “Maafkan aku” guman Ken “Sudah lah Darren kau tidak perlu membahasnya , mulai sekarang terima Ken sebagai keluarga kita mana tahu kalau sudah mencapai ambisi dia bisa menjadi penyihir andalan kita” ujar Leon “Kau benar juga , tidak salah kalau kita akan memanfaatkan dia” ujar Darren Ken berpikir mungkin yang bisa menerimanya saat ini hanya Leon , Darren masih belum mempercayai Ken . Ken tahu Leon masih naif masih mengampuni musuhnya Leon terlihat seperti sosok raja yang bijak karena mau dengar omongan dahulu jadi tidak gegabah mengambil suatu keputusan dan Leon juga sangat mudah menyusun strategi Namun sisi Leon yang akan menjadi kelemahannya yaitu musuhnya karena Leon begitu gampang luluh hanya mendengar cerita di masa lalunya Ken takut jika seseorang yang dia selamatkan dimasa depan memanfaatkannya lalu menusuknya dari belakang atau bisa di bilang berkhianat Ken berjanji dan bersumpah akan selalu mengikuti Leon dan menjaganya dari pengkhianat jika suatu saat Leon menjadi raja dia akan seratus persen mendukungnya tanpa ragu Namun Leon tidak terlihat dan berbau dari ras-ras yang ada di dunia immortal , seharusnya sebesar Leon sudah ada bau dari kaumnya Ken mengira Leon kaum manusia namun dia tidak menemukan bau manusia di tubuh Leon , Ken sangat heran namun ingin bertanya dia berat sekali karena dia baru kenal “Hei! Jangan melamun! Kau hampir saja menabrak pohon” ujar Darren menepuk pundak Ken “Maafkan aku” guman Ken “Sudah jangan dipikirkan kutukannya , biar saja mereka jalani hukuman mereka . Kalau mereka tidak terima mau tidak mau harus terima karena itu akibat perbuatan mereka” ujar Leon menasihati Ken Leon dan Darren yang melihat Ken melamun hanya bisa menarik kesimpulan jika dia masih terpukul dengan kejadian masa lalunya Leon dan Darren juga ingin tahu apa yang Ken pikirkan karena baru jumpa mereka masih sedikit waswas dengan Ken takuk dia akan menyerang lagi “Hei Leon kita berjumpa lagi” ujar seseorang yang membuat Leon melihat ke arah suara panggilan Dari cabang pohon tinggi dan besar Leon melihat ada 20 orang yang muncul sambil memakai jubah hitam , Leon menyengitkan dahinya “Siapa kau?” tanya Leon “Kau tidak mengenaliku setelah kau menghancurkan wajahku?” tanya orang itu geram yang membuat Leon semakin bingung begitu pula Darren “Mereka vampir” bisik Ken yang membuat Leon semakin heran “Kenapa dia keluar memakai jubah hitam?” tanya Leon “Leon apa kau lupa jika vampir tidak bisa terkena sinar matahari karena bisa membuat luka bakar di tubuh mereka” ujar Darren “Oh iya aku lupa!” jawab Leon “Apa kita pernah bertemu?” tanya Leon yang membuat orang berjubah hitam sangat jengkel “Aku kecewa kau tidak mengenali wajah musuhmu!” desis orang jubah hitam “Bagaimana cara aku mengenalimu jika kau jauh di atas pohon dan aku di bawah , kau juga memakai jubah!” ujar Leon yang membuat Darren berpikir apa Leon buta? “Aku bukan makhluk immortal seperti kalian jadi penglihatanku seperti manusia” guman Leon yang membuat Darren sadar tapi membuat Ken bingung Orang-orang yang di dahan pohon langsung turun , orang-orang tersebut mengelilingi mereka bertiga yang membuat Ken melindung Leon dari belakang dan Darren yang melindung Leon dari depan Darren dan Ken langsung memasang posisi menyerang , orang-orang itu tidak bergeming melihat itu . Mereka semua membuka tuding jubah hitam yang membuat mereka bertiga terkejut “Vampir mata kuning” guman Leon , Darren dan Ken serentak “Apa kau mengenal wajah ini?” tanya vampir iru ke Leon yang menunjukkan bekas luka di bawah mata “Tidak aku tidak mengenalmu” jawab Leon enteng yang membuat vampir itu ingin mengetok kepala Leon agar mengingat dirinya “Dia adalah Vince , ketua vampir kuning yang kau hajar dua malam yang lalu” bisik Darren ke Leon yang membuat Leon mengingatnya “Oh kau Vince , ada apa? Apa kau mau berduel sampai mati denganku? Jika iya lebih baik tidak usah aku tidak mau membuang waktuku” ujar Leon “Tidak bukan itu , aku ingin mengikutimu dan menjadi bawahanmu” ujar Vince yang membuat Leon , Darren dan Ken terkejut “Jangan bercanda! Kau bilang kau adalah musuhnya! Aku tidak mau di dalam kelompokku ada seorang yang berniat jahat kepada Leon!” teriak Darren yang masih memasang posisi siaga “Kau siapanya dia? Tahu dari mana kau jika kami ada berniat jahat sama Leon?” tanya Vince “Kami memas hanya vampir mata kuning yang terbuang dari pack kami namun kami memiliki kesetiaan pada tuan atau pemimpin kami” ujar Vince yang di setuju oleh seluruh anggota vampir mata kuning “Aku akan menerima kalian , tapi kalau kalian berkhianat kepala kalian lah yang akan menjadi taruhannya” ujar Leon yang membuat Darren dan Ken terkejut “Kau jangan bercanda Leon , aku tidak suka kau membawa orang asing ke dalam kelompok kota cukup penyihir hitam itu!” ujar Darren yang menasihati Leon “Jika mereka berkhianat bukankah taruhannya nyawa mereka sendiri? Lagi pula kita tanya pendapat master , jika master setuju mereka biarkan membuat kemah di danau indah” ujar Leon “Kau terlaku naif!” bentak Darren yang membuat orang di sana terkejut termasuk Leon “Apa maksudmu membentakku?” tanya Leon dengan raut wajah dingin “Aku tidak suka dengan sikapmu yang terlalu naif! Aku tidak suka kau menerima sembarangan orang! Salah satu kelemahanmu itu yang bisa membuatmu di manfaatkan seseorang nantinya!” ujar Darren emosi Darren berpikir jika Leon terlalu lemah dan naif , Leon selaku menerima sembarangan orang tanpa pikir pajang , Leon tahu mereka bisa jadi prajurit Handal jika mereka di latih dengan benar Darren hanya tidak mau membuat Leon merasakan apa itu pengkhianatan , Darren tidak mau melihat Leon terluka karena Darren menganggap Leon adalah adiknya “Aku percaya kepada mereka!” teriak Leon “Apa kau tidak pikir ke depanya seperti apa Leon? Apa kau pikir mereka akan selalu setiap kepadamu Leon? Apa kau pikir mereka tidak merencanakan sesuatu kepadamu Leon?” tanya Darren beruntun yang membuat Leon semakin geram “Jangan berburuk sangka kepada orang lain Darren , jika mereka mengkhianatiku akan aku penggal mereka! Jika mereka mengikuti kita akan aku suruh mereka sumpah darah di depan master!” ujar Leon “kau pikir dengan sumpah darah bisa membuat mereka tidak berkhianat? Kita bukan ada di danau suci Leon! Pikirkan baik-baik Leon!” desis Darren “Sumpah darah bisa di mana saja jika melanggar mereka yang akan terkena imbasnya sendiri!” ujar Leon “Termasuk kau Leon! Bagaimana cara aku menjelaskannya kepadamu Leon!” desis Darren yang semakin emosi Ini adalah perdebatan pertama mereka , Vince dan Ken mulai jaga jarak antar Leon dan Darren . Vince dan Ken tidak ingin ikut campur jika tidak mau terkena imbasnya bahkan saat ini Leon dan Darren sama-sama tidak mau kalah “Apa ada jaminan selain sumpah darah mereka untuk tidak berkhianat kepadamu Leon? Jawab aku!” bentak Darren Leon yang sudah beberapa kali di bentak oleh Darren dan merasa Darren sudah mengaturnya Leon sangat emosi hingga tidak sadar mengeluarkan kata-kata yang membuat semua yang di sana tidak percaya “Kalau begitu mari kita berkelahi! Siapa yang tidak bisa bangunlah yang kalah!” desis Leon yang membuat Darren tidak percaya “Baiklah siapa takut!” jawab Darren Di lain tempat “Permisi , saya menjual parfum dan kain apa raja ada di dalam?” tanya naga perak membawa gerobak dorong bersama naga emas dan putih “Maaf raja sedang tidak bisa di ganggu!” ujar pengawal mengusir 3 naga yang dalam bentuk manusia “Kami adalah pedagang khusus kerajaan-kerajaan besar , hanya raja-raja saja yang membeli barang-barangku kau mengusir kami sama saja kau tidak menghormati kami” ujar naga emas mencari alasan agar dia bisa masuk ke kerajaan Serpent dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Elgart dan Leon “Besok saja kau temui raja , raja benar-benar tidak bisa di ganggu” ujar pengawal itu mengusir 3 naga “Sialan!” guman naga emas “Kalau begitu besok kami akan kesini , bilang saja pedagang khas kerajaan datang menawarkan parfum dan kain” pesan naga emas “Baiklah akan kami pesankan nanti” ujar pengawal itu 3 naga kembali ke penginapan dan mulai berdiskusi lagi tentang Leon dan Elgart , jika benar Leon adalah anak Elgart maka mereka harus bantu Leon Leon harus menjadi raja dan membangun kembali kerajaan Rion agar seimbang lagi dunia immortal , semenjak runtuh kerajaan immortal seluruh penghuni hutan kematian menjadi lemah Kerajaan Rion memiliki sihir khusus untuk membuat makhluk di dunia kematian makmur dan kuat , hutan itu di sediakan oleh kerajaan Rion untuk makhluk-makhluk mengerikan seperti mereka agar didunia immortal damai Kerajaan Rion adalah jantung dunia immortal , mereka sangat membenci Piliph yang membuat keseimbangan dunia immortal menjadi berat sebelah dan tidak terkendali Jika Leon mempunyai ambisi merebut kerajaan Serpent maka mereka di dalam hutan kematian akan sangat senang membantu Leon 3 naga menyusun strategi agar mereka bisa menyelinap dan mencari tahu pangeran pertama terlebih dahulu lalu mencari cara agar nama Elgart dan Leon bersih dan tidak menjadi buronan lagi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN