KENDRA TREVAN

1781 Kata
Leon , Darren , dan penyihir hitam sudah sampai di desa mati tepat sebelum tengah malam , penyihir hitam sangat senang melihat para penduduk desa yang di kutuknya tidak bebas dari hukumannya “Kau terlihat sangat senang?” Tanya Darren “Tentu saja!” Jawab penyihir itu senang “Apa kau tidak ingin menceritakan kebenaran dari versimu?” Tanya Leon “Sebaiknya setelah kita keluar dari desa kotor ini” ujar penyihir hitam yang terlihat sangat tidak suka dengan desa mati ini “Di hutan sana kita akan beristirahat , buah-buahan aku rasa cukup untuk menganjal perut kita sampai pagi” ujar Darren “Maaf merepotkan kalian” ujar penyihir itu yang tidak dapat tanggapan dari Leon atau Darren “Darren , sudah 3 hari kita tidak mandi” ujar Leon tiba-tiba “Kau benar , baju zirahku sudah terasa tidak nyaman” jawab Darren “Kalian sudah mencabut pedang itu? Kenapa kami masih belum bebas?” tanya seorang wanita yang memakai gaun namun kepalanya hanya tinggal tengkoraknya saja , bibirnya juga tidak ada lagi Tangannya sebagian terlihat sudah tidak ada , wanita itu terlihat sangat mengerikan namun tidak menakutkan Leon dan Darren lagi “Karena hukuman kalian masih berjalan” jawab Leon “Kami sudah minta maaf!” teriak wanita itu dengan marah “Dia tidak akan memaafkan perbuatan kalian!” ujar Leon lagi “Kenapa? Kenapa kalian membiarkan kami menderita? Apa kau tidak tahu rasa sakit di gerogoti hewan-hewan kecil? Apa kalian tidak tahu rasanya menghadapi kematian setiap saat tapi tidak mati-mati?” tanya wanita itu dengan suara bentakan yang membuat Leon dan Darren sakit kepala “He wanita tua tidak tahu diri! Kami menanyakan hal yang sama sepada kalian! Kalian membiarkannya lapar , menggores sampai dia terluka fisik , bahkan berencana memperkosanya saat dia berumur 10 tahun!” ujar Darren yang membuat wanita itu diam “Itu salahnya yang tidak menangis! Salahnya yang tidak mengeluarkan permata lagi!” ujar wanita itu yang tidak mau di salahkan Seluruh warga di desa mati hanya bisa diam melihat pertengkaran itu , sebagian sudah menerima hukuman yang di berikan namun sebagian juga yang tidak terima hukuman dan kesalahan yang mereka perbuat “Kau tidak tahu bagaimana setiap anak-anak berteriak kesakitan setiap hari!” ujar wanita tua itu yang membuat Leon emosi “SALAH KALIAN YANG SELAKU MENURUTI NAFSU! SALAH KALIAN YANG SELALU MERASA TIDAK CUKUP! SALAH KALIAN YANG MENU TUT TERLALU BANYAK! SALAH KALIAN SEHINGGA ANAK-ANAK TIDAK BERDOSA IKUT TERKENA IMBASNYA!” teriak Leon marah “KALAU AKU JADI KALIAN AKU AHANYA BISA MENGUBUR DIRIKU DALAM-DALAM DAN MENYESALI PERBUATANKU BUKAN MENYALAHKAN SEORANG KORBAN! KALIAN ADALAH PELAKU!” ujar Leon lagi mengeluarkan emosinya Penyihir hitam turun dari gendongan Leon , lalu Darren menyuruh penyihir hitam agar naim ke punggungnya , Darren tahu Leon terlihat sangat mengerikan ketika lagi emosi “JANGAN BISANYA MENYALAHKAN SESEORANG! SALAHKAN DIRI KALIAN! JIKA SAJA , JIKA SAJA AKU MEMPUNYAI KENALAN DI DUNIA BAWAH SUDAH AKU PASTIKAN KALIAN AKAN DI HUKUM LEBIH BERAT DARI INI!” teriak Leon lagi yang membuat wanita itu tidak bisa berkata-kata “MINGGIR DARI HADAPANKU SEBELUM KEPALAMU LEPAS DARI TUBUHMU!” Bentak Leon Wanita itu dengan cepat memberi Leon dan Darren jalan karena dia tidak mau melihat tubuhnya berjalan dan dia terkena hujan dan panas di tengah jalan Leon masih meredam emosinya agar tidak melampiaskan kepada sekitarnya yang tidak bersalah , Leon memejamkan matanya lalu lanjut berjalan lagi di sampir Darren “Kita akan berkemah di sini” ujar Leon setelah di dalam hutan yang tidak jauh dari gerbang masuk desa mati Leon memungut ranting-ranting untuk membuat api , Darren mencari daun untuk alas mereka tidur . Malam ini bulan terlihat sangat terang yang menerangi jalan Darren mencari daun “Gunakan sihir apimu” perintah Leon agak ketus karena masih emosi “Aku berharap kau jangan terlalu membawa emosi , kau terlihat sanga mengerikan” ujar penyihir hitam setelah mengeluarkan sihir api untuk membuat api unggun “Diamlah! Makan saja ini , besok di perjalanan aku mohon ceritakan yang sebenarnya agar aku bisa menemukan alasan yang tepat untuk mencari kenalan di dunia bawah” ujar Leon “Baiklah” jawab penyihir hitam yang memakan buah setelah dii kasih oleh Leon Leon menunggu Darren membawa alas tidur mereka , tidak butuh waktu lama Darren membawakan 3 daun untuk alas mereka tidur “Namamu siapa?” tanya Leon ke Ken “Kendra , tidak ada nama belakang karena aku sudah di buang dari keluarga Trevan” ujar Ken yang memperkenalkan dirinya “Ken akan aku panggil kau Ken” ujar Leon “Apa yang membuatmu menjadi penyihir hitam Ken?” tanya Darren “Keluargaku memang penyihir hitam dari kerajaan utara , kerajaan witch . Keluargaku terkenal dengan penyihir hitam paling hebat di seluruh kerajaan” jawab Ken “Lalu kenapa kau dibuang?” tanya Leon “Aku adalah aib bagi mereka , aku laki-laki tapi fisikku seperti perempuan apalagi aku sering menangis dan mengeluarkan permata seperti penyihir yang di kutik” jawab Ken “Lalu kenapa kau sampai di buang di desa mati itu?” tanya Leon “Awalnya desa itu terkenal sangat miskin , sehingga kelas atas tidak mau mendatangi desa itu . Bagi keluarga yang mempunyai keturunan tidak sempurnya bisa membuang keturunannya ke desa itu” ujar Ken “Tapi desa itu terletak di hutan kematian!” ujar Darren tidak percaya “Gerbang kalian masuk ke desa mati itulah batas hutan kematian dulu namun di perluas sampai suatu kerajaan yang sudah hancur” jelas Ken “Apakah ada kerajaan yang hancur?” tanya Leon “Ada! Namanya kerajaan Rion” jawab Ken yang membuat Leon dan Darren terkejut “Legenda itu benar Darren!” ujar Leon senang “Tapi kau tidak akan mudah untuk ke sana , di sana di pasangi pelindung yang sangat kuat , hanya 4 penjaga hutan kematian yang bisa membukanya” ujar Ken “Ha? 4 penjaga hutan kematian?” tanya Leon bingung “3 naga legenda , Pheonix , charybdis , dan medusa . Mereka yang menjaga kerajaan itu karena kerajaan itu sangat banyak misteri dan kekuatan yang luar biasa” jelas Ken lagi “Lupakan tentang kerajaan itu dulu , jelaskan mengenai dirimu” ujar Darren “Baiklah , setelah aku di buang aku di pungut oleh seorang nenek . Nenek itu terlihat sangat baik dan terlihat sangat menyayangiku Suatu hari saat aku bermain dengan cucunya aku terjatuh dan menangis namun tangisanku bukan lah air mata namun berlian Karena tangisan unikku membuat heboh satu desa , nenek membagikan seluruh berlian-berlian ke penduduk desa Nenek mengobati lukaku namun dengan sengaja menumpahkan alkohol di lukaku agar aku menangis lagi , aku yang merasakan kesakitan luar biasa tentu saja langsung menangis Semenjak saat itu saat aku main selaku saja di dorong dengan sengaja agar aku tangis , berlian-berlian itu di bagi-bagikan oleh nenekku ke penduduk desa agar di jual Nenekku diangkat menjadi kepala desa , semenjak itu juga desa itu terkenal dengan sebutan desa berlian . Nenek merasa tidak puas dengan penghasilan berlianku yang semakin lama semakin sedikit karena aku sangat jarang menangis Aku sudah terbiasa dengan luka yang di siram alkohol , sudah terbiasa dengan luka , terbiasa jatuh . Nenek tidak puas dengan hal itu langsung membakar jariku Aku menangis kencang dan mengeluarkan berlian lagi , aku merasakan siksaan yang sangat kejam yang mereka berikan kepadaku Hingga suatu hari saat aku akan makan , nenekku menyewa 4 pemuda untuk memperkosaku yang membuat aku marah dan terkejut Aku laki-laki akan di perkosa oleh laki-laki yang membuat aku sangat jijik! Aku marah dan berdoa kepada dewa/dewi agar menghukum mereka Namun karena aku mempunyai darah penyihir hitam maka dewa/dewi tidak mendengarkan doaku , malah aku di tangkap dan kurung oleh nenekku Aku menangis tapi yang keluar bukan berlian melainkan darah , aku mencoba membaca mantra yang aku ingat saat orang tuaku latihan Aku berhasil melarikan diri setelah ratusan kali mencoba mantra yang sama , aku mengambil pedang lors dari seorang pemindai besi Aku di kejar sampai di bawah bukit kunba , mereka berhenti karena tahu kalau aku menangis bukan mengeluarkan berlian namun darah Aku dibuang dan mereka bilang kalau aku pantas dia buang karena sudah tidak berguna lagi untuk mereka Aku marah dan aku mengutuk mereka di atas bukit kunba , mereka tidak mendengarkan sumpahku sampai di hari mereka tua Hari di mana mereka sudah saatnya mati tapi mereka masih hidup , mereka menangis memohon ampun tanpa mereka tahu kalau aku selama ini tersiksa oleh cacian dan melihat mereka bahagia di desa” ujar Ken yang menceritakan masa lalunya “Apa sampai sekarang mereka tidak sadar kau laki-laki? Kau memakai pakaian apa sehingga mereka tidak sadar?” tanya Darren yang penasaran “Mereka tidak tahu kalau aku laki-laki , mereka memberiku gaun dan aku terima saja karena aku tahu fisikku seperti perempuan dan perempuan sangat di cintai oleh mereka” ujar Ken “Tragis sekali hidupmu” ujar Leon yang tanpa sadar bahwa hidupnya juga tragis “Kenapa kau tidak percaya dengan 3 naga?” tanya Leon “Karena naga tidak akan mau menerima murid , seperti 3 pilar yang lainnya” jawab Ken “Oh begitu , sekarang sudah larut malam lebih baik kau tidur dan besok kita lanjutkan perjalanan kita” ujar Darren “Baiklah” jawab Ken “Kau tidak apa-apa?” tanya Leon yang masih ingat Darren muntah darah akibat serangan Ken “Tidak apa-apa , aku sehat-sehat saja” jawab Darren “bukannya kau sempat muntah darah akibat serangan Ken?” tanya Leon “Iya , tapi sudah sembuh. Tadi aku merasakan 3 tulang rusukku patah , tidak lama aku merasa baik-baik saja seperti tidak ada luka” jawab Darren “Wow cepat sekali kau sembuh” guman Leon yang takjub “Lalu kau? Bukan kah kau terlempar sampai dasar bukit? Bagaimana bisa kau selamat?” tanya Darren “Aku hanya terlempar tapi tidak ada yang luka , hanya sedikit sakit di kaki mungkin terkilir” jawab Leon “Syukurlah kau tidak apa-apa , lebih baik kau tidur aku yang akan berjaga malam ini” ujar Darren “Baiklah” ujar Leon yang langsung bersiap untuk tidur “Darren?” panggil Leon sebelum tidur “Apa?” jawab Darren “Kenapa kau begitu emosi melihat aku terluka?” tanya Leon “Kau sudah aku anggap seperti keluarga , kau seperti adikku , ambisimu membuatku merasa kau orang yang pantas mendapatkan perlindunganku” jawab Darren “Terima kasih Darren” ujar Leon yang langsung tidur Tanpa mereka sadari dari tadi Ken mendengar percakapan mereka berdua , Ken merasa Leon sangat beruntung mendapatkan sahabat seperti Darren Ken berharap suatu saat nanti dia akan di anggap keluarga juga oleh Leon dan Darren , mereka bertiga akan menjadi sahabat selamanya .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN