Leon dan Darren sudah sampai di bukit kunba , bukit yang di penuhi pohon-pohon kering dan tumbuhan kering
Di atas bukit ada satu pondok dan batu yang di tancap dengan pedang emas berkilau , Leon dan Darren terpukau ketika melihat pedang emas itu
“Apa ini pedang lors? Bukan kah pedang ini di buat oleh pemindai besi?” Guman Leon
“Sepertinya kita salah selama ini Leon” ujar Darren
“Ya , kau benar” jawab Leon
“Siapa kalian?” Bentak seseorang dengan suara laki-laki
“Kami adalah murid dari 3 naga legenda” jawab Darren
“3 naga legenda? Bohong! 3 naga itu hanya lah legenda yang tidak pernah nyata” ujar lelaki itu
“Tunggu dulu apa kau penyihir hitam?” tanya Leon
“Ya! Aku lah penyihir hitam , aku lah penjaga pedang lors!” jawab lelaki itu
“Kau.... penjaga pedang lors?” tanya Darren yang bingung karena selama ini yang dia tahu kalau penyihir hitam adalah perempuan
“Iya! Aku penjaga pedang lors! Kenapa kau terkejut?” tanya lelaki itu
“Kau penyihir hitam?” tanya Leon yang membuat penjaga pedang lors kesal
“Ya! Aku penjaga pedang lors! Aku adalah penyihir hitam! Aku juga laki-laki! Dan aku yang menancapkan pedang lors itu!” teriak laki-laki itu
“Ka-kau yang menancapkan pedang itu? Bukan kah kau perempuan? Kakek itu berkata kau perempuan” ujar Leon yang kebingungan
“Kau sudah bertemu mereka? Apa kau mau mengambil pedang ini untuk membebaskan mereka? Apa kau mencari mati?” tanya lelaki itu emosi
“Kami memang berniat mengambil pedang itu tapi tidak untuk membebaskan mereka” ujar Leon
“Mereka saja tidak tahu aku lelaki apa perempuan! Mereka hanya mau mengambil permataku! Mereka hanya mau kesedihan menimpaku selalu , kau ingin membantu mereka? Kau tidak tahu bagaimana aku tersiksa selama 5 tahun?” ujar lelaki itu benar-benar emosi
“Kami tahu mereka kejam kepadamu! Kami hanya mau pedang itu bukan membebaskan mereka!” teriak Darren yang ikut emosi
“Langkahi dulu mayatku!” desis lelaki itu yang berhasil menyulut kemarahan Darren tapi tidak dengan Leon
“Tahan dulu Darren! Dia hanya depresi dia hanya takut balas dendamnya tidak terpenuhi” ujar Leon
“Jangan bicara omong kosong! Jangan terlalu naif!” ujar Darren
“Evanba!” teriak laki-laki itu laku keluar cahaya hitam berbentuk petir , lelaki itu menyerang Leon dan Darren
Leon dan Darren melompat berpisah untuk menghindar dari serangan lelaki itu , Darren menggeram marah , Darren tidak mau melihat Leon terluka
“Tergores saja dia akan aku pastikan kau tidak akan melihat cahaya matahari lagi!” desis Darren
“Bogiar!” teriak Darren yang mengeluarkan sihir api yang membuat lelaki itu terkejut
“Barrieras!” teriak lelaki itu yang mengeluarkan sihir pelindung
“Barrieras sihir pelindung ya? Sepertinya aku harus belajar itu nanti” guman Leon yang melihat pertarungan Darren dan penyihir hitam itu
“Draknesie!” ujar penyihir hitam itu yang mengeluarkan kabut hitam
“Barrienes!” ujar Darren yang membuat sihir balon pelindung untuk Leon dan Darren
(Note : Barrieras adalah sihir pelindung untuk diri sendiri dan berbentuk perisai sedangkan Barrienes adalah sihir pelindung untuk melindungi 2 atau 15 orang yang membutuhkan tenaga lebih , sihir barrienes berbentuk balon sehingga membentuk perlindungan diri total)
‘Jangan menghirup asapnya Leon , jika kau hirup maka kau akan langsung mati dalam 5 detik’ ujar Darren lewat pikiran
‘Terima kasih telah melindungiku , aku mau kau mengalihkan perhatiannya agar aku bisa mencabut pedang itu tapi tidak menghancurkan batunya’ ujar Leon yang membicarakan rencananya kepada Darren
‘Baiklah!’ Jawab Darren
Leon perlahan-lahan bergerak menuju pedang lors , Darren melihat Leon yang berjalan secara perlahan pun mulai memerhatikan gerak gerik penyihir hitam
Darren berlari menuju penyihir hitam yang masih melakukan sihir kabut hitam , Darren meninju perut penyihir hitam itu membuat menyihir hitam langsung terduduk
“Kau curang! Kau tahu aku lemah dalam kelai fisik! Seharusnya kita beradu sihir!” desis penyihir hitam yang tidak suka melihat Darren
“Seharusnya kau tahu jika musuhmu akan selalu menyerang kelemahan yang kau tunjukan” ujar Darren
“Kau!” desis penyihir hitam
“Remush!” gumam penyihir hitam
Darren terpental beberapa meter lalu Darren batuk mengeluarkan darah , Leon yang sudah sampai di depan pedang langsung terkejut melihat Darren terluka
“Jangan hiraukan aku! Cabut pedangnya!” teriak Darren
“Ap-apa?” ujar penyihir hitam yang terkejut melihat Leon sudah sampai di tempat pedang itu berada
“WAHAI DEWA/DEWI BIARKAN AKAU MENCABUT PEDANG LORS! TAPI TIDAK DENGAN KUTUKANNYA!” teriak Leon lalu mencabut pedang lors
“Hiaaak!!!” teriak Leon sekuat tenaga mencabut pedangnya
“TIDAK!!!” teriak penyihir hitam
“Greatia!” teriak penyihir hitam yang mengeluarkan sihir petir hitam yang sangat kuat
“Barrienes!!!” teriak Darren yang melindungi Leon tapi tidak sempat Leon sudah terkena sihir dari penyihir hitam yang membuat Leon terlempar ke bawah bukit
“LEON!” teriak Darren
Darren yang melihat itu langsung memandang penyihir hitam dengan tatapan membunuh , penyihir hitam merasakan aura yang di keluarkan Darren sangat mengerikan
“Jika aku mati , setidaknya aku bisa mati dengan tenang” guman penyihir hitam
“Tidak akan aku biarkan kau mati dengan mudah!” desis Darren
Darren melesat dengan cepat lalu meninju wajah penyihir hitam , Darren melesat lagi memukul punggung penyihir hitam
Pergerakan Darren tidak bisa di lihat , terlalu cepat bagi sang penyihir . Darren meninju perutnya , membantingnya ke tanah hingga penyihir hitam hanya bisa pasrah
“Barrieras!” desis penyihir hitam saat tahu Darren akan menyerang wajahnya namun pelindungnya pecah saat terkena pukulan Darren
“Beraninya kau melukainya! Beraninya kau menyentuhnya! Kau mencari mati” ujar Darren
“Untuk apa kau melindunginya? Kau siapanya?” tanya penyihir hitam pelan karena sudah tidak kuat menerima pukulan dari Darren
“Aku adalah keluarganya! Aku adalah pelindungnya! Berani melukainya artinya kau menginginkan kematian!” ujar Darren mulai memijak kepala penyihir hitam yang telungkup di tanah
Wajah penyihir hitam bisa di bilang sudah hampir hancur , banyak yang terluka parah karena pukulan Darren
Bibirnya yang pecah , tulang hidungnya yang patah , pelipisnya yang koyak , bawah mata yang juga koyak akibat pukulan Darren
Tidak hanya wajah namun rusuk dan tulang kakinya juga patah akibat serangan beruntun dari Darren , sudah di pastikan Darren menyayangi Leon yang bisa di bilang sang malaikat pelindung untuk Leon
“DARREN HENTIKAN! AKU MASIH HIDUP! AKU TIDAK APA-APA!” teriak Leon dari bawah bukit sambil berlari membawa pedang lors
Leon berhasil mencabut pedang lors tepat di saat dia hampir terlempar oleh serangan penyihir hitam itu , Darren yang melihat Leon bisa berlari sudah yakin bahwa Leon tidak apa-apa
“Le-Leon?” guman Darren
“Ap-apa?” guman penyihir hitam yang tidak percaya Leon bisa mencabut pedang lors
“Leon! Syukurlah kau tidak apa-apa” guman Darren
Penyihir hitam merasakan aura membunuh yang Darren keluarkan sudah hilang , sesayang itu Darren kepada Leon yang membuatnya iri
“Kau sangat berlebihan Darren! Lihatlah dia sudah tidak berdaya , apa kau berencana membunuhnya?” tanya Leon
“Iya , jika kau tidak bangun dari pingsanmu dan berlari kesini sudah di pastikan dia sudah berada di dunia bawah” jawab Darren
“Kau kejam sekali” guman Leon
“Kenapa ? Kenapa kau membebaskan mereka?” tanya penyihir hitam dengan nada sedih
“Sudah kami bilang kami tidak membebaskan mereka dari kutukanmu” jawab Leon
“Apa kau tidak tahu perbuatan mereka? Kenapa kau begitu beruntung mendapatkan orang sepertinya? Kenapa kau terlalu baik kepada mereka?” banyak sekali pertanyaan yang di tanyakan oleh penyihir hitam yang membuat Leon iba
“Kau bisa melakukan sihir penyembuh?” tanya Leon ke Darren
“Tidak , aku bisa menyembuhkan diriku sendiri . Dia juga bisa Leon , sebulan lagi dia akan sembuh total” ujar Darren yang kesal melihat Leon mulai iba
“Kita bawa saja dia ke gua” usul Leon yang membuat Darren menatapnya tidak percaya
“Leon dengar! Dia berusaha membunuhmu , aku tidak mau pembunuh sepertinya masuk ke dalam gua . Saat aku lengah dia akan membunuhmu” ujar Darren tidak percaya
“Aku akan menggendong dia , dan menunjukkan desa mati itu masih ada” ujar Leon yang mengabaikan perkataan Darren
“Kau mengabaikan aku? Ya sudah terserah kau saja kalau kau lebih memilih membantunya , jika dia membunuh dari belakang aku tidak akan membantumu” ujar Darren yang langsung pergi
“Kau seperti wanita yang selalu mengambek” ejek Leon yang kesal
“Diamlah kalau tidak mau kehilangan nyawamu!” ujar Darren dari jauh
“Kau mau mengikutiku? Untuk melihat apakah kutukanmu masih ada atau tidak?” tanya Leon pelan yang membuat penyihir yang menangis itu melihat ke arah Leon
“Ka-kau mau membantuku? Setelah apa yang aku perbuat denganmu?” tanya penyihir hitam tidak percaya
“Saat ini aku membantumu tapi suatu saat kau akan membantuku , anggap saja aku abangmu atau adikmu” ujar Leon
“Bolehkah aku menganggapmu sebagai raja” tanya penyihir hitam membuat Leon menghela napasnya
“Jangan lagi” keluh Leon yang membuat penyihir hitam itu menyengitkan dahinya tidak mengerti
“Kau mau aku bantu apa tidak? Jika tidak bilang saja!” ujar Leon ketus yang membuat penyihir hitam itu mengangguk cepat
Leon menggendong penyihir hitam itu sambil mengejar Darren yang sudah berada jauh di depan , Leon memanggil-manggil Darren untuk membantunya membawakan pedang lors
“Darren tolong aku! Jangan seperti perempuan yang mengambek dengan suaminya!” teriak Leon yang berhasil memancing emosi Darren
“Kau! Apa yang perlu aku bantu ha?” tanya Darren dengan emosi
“Jangan marah , kita bisa pergunakan dia suatu saat nanti” ujar Leon yang membuat Darren berpikir
“Kau benar! Kita bisa memanfaatkan dia” ujar Darren dengan smirik yang mengerikan membuat penyihir hitam itu bergidik ngeri
“Bawakan pedang ini , kita akan melewati desa kematian” ujar Leon yang mendapatkan jawaban anggukan dari Darren
“Apa kau tahu kalau kita mencapai bukit kunba hanya 3 hari?” ujar Leon yang membuat Darren berpikir
“Kau benar seharusnya besok kita baru sampai di desa kematian” ujar Darren
“Aura kalian sangat menghangatkan , aku tahu kalian akan menjadi orang yang hebat” guman penyihir hitam
“Kau menggumamkan apa?” tanya Leon dan Darren bersamaan
“Aku tidak berbicara kepada kalian!” ujar penyihir hitam itu ketus
“Jangan berbicara seperti itu jika tidak mau mati” ujar Darren sini yang membuat penyihir itu membungkam mulutnya
“Kau sangat sadis Darren” ujar Leon yang membuat Darren tersenyum miring
“Aku begitu karena tidak mau anggota keluargaku tersakiti” jawab Darren
“Kau menganggapku keluarga?” tanya Leon tidak percaya
“Ya!” jawab Darren singkat
“Berjanji lah kita saling melindungi” ujar Leon
“Sudah aku lakukan sebelum kau” ujar Darren yang membuat Leon kesal dan mendiamkan Darren
Penyihir itu hanya tersenyum melihat tingkah Leon dan Darren yang seperti anak-anak , penyihir hitam itu merasakan aura Leon yang seperti raja dan aura Darren yang seperti prajurit setia
‘Aku tahu kalian bukan orang jahat , aku hanya takut hukuman mereka semua terputus . Aku harap kalian dapat menerimaku di antara kalian’ ujar penyihir hitam dalam hatinya