Leon , Darren , dan Ren selesai membeli bahan makanan , mereka sangat kelaparan lalu mampir ke rumah makan
Mereka memesan kalkun bakar , saat mereka lagi makan datang dua orang prajurit kerajaan yang duduk todak jauh dari mereka bertiga
“Apa kau tahu berita terbaru kerajaan yang membuat raja sangat murka?” tanya prajurit satu
“Apa?” Tanya temannya balik
“Kerajaan Serpent mendeklarasikan perang dengan taruhan kerajaan” ujar prajurit itu dengan heboh
“Tidak mungkin! Kerajaan itu selalu membuat masalah! Apa maunya kerajaan itu?” Tanya temannya dengan heran
“Raja sangat marah karena penghinaan dan bahan taruhan yang konyol” ujar prajurit itu dengan nada marah namun di pelankan takut ada yang mendengar
“Sudah seharusnya raja marah! Kau tidak tahu raja sangat berhati-hati dalam memilih bahan taruhan!” ujar kawannya yang mendapatkan anggukkan semangat dari prajurit itu
“Lalu apakah Raja menerima taruhannya?” tanya temannya
“Aku tidak tahu , kepalaku sudah pusing dengan mencari buronan dari kerajaan Serpent , padahal kita tidak ada masalah dengan buronan itu” ujar prajurit itu
“demi keamanan kerajaan kita buronan itu harus tertangkap!” ujar temannya semangat
“Aku tidak yakin seorang Nephilim melakukan kejahatan tidak berguna seperti itu” ujar prajurit itu dengan tenang
“Apa? Buronan itu seorang Nephilim?” tanya temannya terkejut
“Ya! Belakang namanya Miyazaki! Kau tahu bukan keluarga Miyazaki adalah keluarga terhormat? Sudah di pastikan kerajaan Serpent ingin memilikinya untuk senjata di kerajaannya” ujar prajurit itu
“Ya kau benar , sudahlah kita tidak usah bahas lagi nanti ada yang mendengar” ujar temannya
“Kau benar” ujar prajurit itu yang langsung meminum habis birnya
Leon dan Darren saling pandang , Miyazaki adalah nama belakang Darren bagaimana mereka bisa tahu keluarga Miyazaki adalah keluarga terhormat?
Kenapa buronan seperti mereka sudah sampai ke kerajaan lain? Apakah raja Piliph sengaja agar mereka tidak bisa bergerak bebas?
Leon menatap Darren seolah menanyakan apa benar jika keluarga Darren sangat terhormat? Jika benar kenapa dia harus menjadi buronan? Jika benar dia mencari ayahnya seharusnya dia minta tolong saja ke salah satu kerajaan yang pernah dia datangi
‘Singkirkan pertanyaan-pertanyaan bodoh itu Leon! Aku akan menjelaskannya nanti di saat kita sampai di penginapan’ ujar Darren lewat pikiran
“Lebih baik kalian sudahi saling tatap seperti itu , terlihat sangat menjijikkan!” ujar Ren
“Kami sedang berdiskusi Ren , sekali lagi kau bilang begitu akan aku lepaskan gigimu!” ujar Leon ketus
“Maafkan aku” guman Ren sedikit takut
“Kalau sudah selesai makannya lebih baik kita pergi dari sini , aku takut prajurit itu tahu kita bukan warga asli sini” ujar Darren lalu meninggalkan 5 koin emas dan 20 koin perak di atas meja
Leon , Darren , dan Ren membawa barang-barang mereka lalu pergi dari rumah makan itu , setelah itu mereka membeli gerobak agar lebih mudah membawa barang-barang yang lain
Leon membagi tugas agar lebih cepat selesai tujuan mereka , Leon membeli kain , Darren membeli baju zirah , Ren pergi membeli peralatan perang
Selain itu Leon membeli kain , Darren membeli sendal dan sepatu , Ren membeli peralatan produksi seperti oven kue , mesin jahit , dan peralatan tukang
Setelah selesai mereka kumpul lagi di tengah kota dan mendorong gerobak itu ke rumah Jerry , Leon memikirkan tentang darah yang belum di beli
Darah sangat penting untuk vampir , mereka harus sebulan sekali minum darah manusia jika tidak mereka akan menderita ke hausan
Leon dan Darren menyuruh Ren untuk pulang dahulu , Leon dan Darren mau membeli kalkun hidup dan domba hidup
Ren menjalani perintah yang di bilang Leon , Leon dan Darren pergi ke toko hewan ternak dan menanyakan harga w kalkun dan 2 domba
“Harganya hanya 15 koin emas dan 3 koin perak dan 5 koin perunggu” jawab pemilik toko hewan ternak itu
“Oh baiklah , ini” ujar Leon memberikan koinnya kepada pemilik hewan ternak itu
“Besok pagi saya ambil ya” ujar Darren
“Baiklah tuan , bawa saja kertas yang sudah di tanda tangan ini” ujar pemilik itu memberikan nota ke Darren
Selesai membeli kalkun dan domba mereka pergi ke rumah sakit dan menanyakan berapa harga 1 kantong darah
“Harganya hanya 3 koin emas” jawab kasir rumah sakit tersebut
“Beli 500 kantong ya” ujar Leon memberikan uangnya
“Sebentar ya Mr.” ujar suster itu langsung pergi menyiapkan 500 kantong darah
“Uang kita tinggal berapa?” tanya Leon ke Darren
“Sisa 6000 koin emas , 500 koin perak” jawab Darren
“Oh begitu ya , kita akan mencoba berbisnis agar tidak bergantung kepada naga emas lagi” ujar Leon
“Kau benar , aku merasa tidak enak jika terus-terusan bergantung kepada master” ujar Darren
Tidak lama suster itu datang dan bilang kepada Leon dan Darren jika darah A dan B sangat manis rasanya karena itu stoknya tidak banyak dan tergolong mahal
Leon dan Darren langsung pulang ke rumah Jerry , selama di perjalanan mereka melihat-lihat toko baju dan berencana akan membelikan baju untuk Master-Master mereka
Leon berpikir jika untuk baju terlihat master-master mereka memakai baju yang terlihat sangat mahal bahkan baju mereka satu lembarnya mungkin di beli 2ribu koin emas
Leon teringat Jerry yang selalu bisa membuat karya-karya yang menakjubkan , Leon memberi tahu Darren agar membeli oleh-oleh dari tangan Jerry
“Ide yang bagus , ayo cepat kita pulang” ujar Darren
Leon dan Darren langsung pulang dan menemui Jerry , terlihat Jerry sedang bekerja sangat teliti dan terlihat pula Vince yang sedang mencairkan besi dan emas
Ren terlihat mengobrol dan membantu Angelina membersihkan seluruh toko , Leon hanya bisa tersenyum melihat ke akrabkan mereka semua
“Aku pulang!” ujar Leon sambil menenteng satu kantong besar
“Hei Leon! Darren! Lihat ini! Bagus sekali!” ujar Vince semangat , Leon langsung melihat yang di tunjukan oleh Vince
Leon melihat liontin kalung yang berbentuk heptagram dan di tengah terlihat singa bersayap namun memakai mahkota yang membuat Leon heran
“Kenapa singanya bermahkota?” tanya Leon
“Tidak ada , hanya terlihat lebih bagus begini” jawab Jerry
“Ini sangat bagus , ini bisa menjadi simbol kerajaan” ujar Jerry yang membuat Leon mendelik tidak suka
“Cukup logo itu berada di keluargaku” ujar Leon dengan nada dingin membuat Jerry tidak enak hati
“Maaf ya” ujar Darren singkat Jerry yang mendengar itu hanya bisa mengangguk
“Sudah berapa yang jadi?” tanya Leon
“Oh sudah 20 yang jadi , besok selesai! Cincin yang sudah selesai” jawab Jerry bersemangat sambil mengeluarkan kotak berisi cincin berlogo heptagram
“Kita tidak tua ukuran jari mereka! Bagaimana ini?” tanya Vince panik yang lupa jika mereka membeli cincin tanpa ada ukuran jari kelompoknya
“Tenanglah Vince! Cincin ini bukan cincin sembarangan! Cincin ini adalah cincin terkenal di dunia karena mereka akan melebar dan mengecil sesuai ukuran jari mereka” ujar Jerry sambil menjelaskan kepada Vince
“Oh begitu , syukurlah . Oh iya di mana kalkun dan dombanya?” tanya Vince yang melihat keluar tidak ada apa-apa
“Kita akan membawanya saat pulang , malam ini kita akan menginap jadi tidak mungkin kita membawanya” jawab Leon
“Jerry aku mau tumpang mandi” ujar Leon
“Oh silakan , Angelina tunjukan di mana kamar mandinya” ujar Jerry kepada Angelina
Leon langsung masuk mengikuti Angelina untuk pergi ke kamar mandi , Leon sangat pusing dengan pikirannya dia harus mencari cara untuk memutuskan pemikirannya dengan Darren setidaknya akan ada sedikit privasi untuk dirinya
“Maafkan Leon , dia sangat tidak ingin menjadi raja” ujar Darren setelah sepeninggalan Leon
“Kenapa? Padahal dia memiliki aura seorang raja” ujar Jerry yang sangat menyayangkan keputusan Leon
“Kami masih tidak tahu alasan pastinya” jawab Leon
“Apa kau tahu? Malam ini akan ada festival merayakan 25 tahun umur kota ini” ujar Jerry terlihat senang
“Benarkah?” tanya Vince dan Ren
“Iya! Akan ada bazar besar-besaran , pawai , pertunjukan , dan pesta kembang api” ujar Jerry bersemangat
“Festival ya? Kau akan menjual apa?” tanya Darren
“Kalung dengan liontin naga , Pheonix , dan titanoboa dalam jumlah terbatas , dan juga kalung ini sepasang!” ujar Jerry dengan semangat menunjukkan sepasang kalung dalam kotak besar
“Cincin ini sangat menarik , apa ini?” tanya Ren yang melihat cincin yang ada permata ungu
“Cincin ini ada dua , kau buka saja seperti ini” ujar Jerry lalu memisahkan dua cincin lalu terbelah menjadi dua
“Apakah cincin ini akan menyesuaikan bentuk jari seseorang?” tanya Ren
“Ya , cincin ini di buat khusus oleh Angelina , dia membuat ini sepenuh hati agar seseorang mendapatkan pasangan yang akan mencintainya sepenuh hati seperti dia membuat cincinnya” ujar Jerry
“Oh begitu , Berapa ini?” tanya Ren
“Kau harus datang malam ini ke bazarku kau akan tahu berapa cincin ini” jawab Jerry
“Darren! Bisa aku bicara kepadamu? Aku tunggu kau di kamar” ujar Leon tiba-tiba membuat Darren mengangguk
“Baiklah , aku permisi” ujar Darren
“Sepertinya akan membicarakan hal penting , tuan terlihat sangat serius” ujar Vince ke Ren
“Mungkin saja” jawab Ren
“Kenapa kalian memanggilnya tuan? Bukankah Leon adalah saudara kalian?” tanya Jerry yang membuat Vince dan Ren lupa jika ada Jerry
“Dia memang keluarga kami , tapi dia juga ketua kelompok kami . Jika tidak ada dia kami selalu memanggilnya tuan karena tidak enak sama Para ketua dahulu” ujar Vince sedikit gelagapan ketika menjelaskan kepada Jerry
“Oh begitu , desa perbatasan itu di mana ya?” tanya Jerry yang semakin membuat Vince dan Ren saling pandang karena tidak tahu cara menjelaskannya
“Kami tidak tahu arah atau wilayah karena ini pertama kalinya kami keluar dari desa , lebih baik nanti tanya sama Leon atau Darren ya . Kami mau keluar jalan-jalan sebentar” ujar Ren
“Oh baiklah , hati-hati jangan sampai nyasar” ujar Jerry
“Kami tidak akan jauh kok hanya ke depan untuk minum bir” ujar Vince
Ren dan Vince langsung berlari keluar toko takut di hujani pertanyaan - pertanyaan yang tidak bisa mereka jawab
Lagi pula mereka memang jujur baru pertama kali keluar dari hutan kematian setelah sekian lamanya , mereka saja sangat terkejut melihat orang yang begitu rapi bahkan makanan sangat banyak
“Aku berharap Jerry tidak menanyakan hal aneh lagi kepada kita” ujar Ren
“Darah segelas besar!” ujar Vince kepada penjual minuman
“Darah hewan atau manusia?” tanya penjual itu
“Mana saja yang penting ini cukup untuk membayar minumanku dan dia” ujar Vince yang mengeluarkan dua koin emas
Wanita itu memberi satu gelas besar darah manusia dan satu gelas besar bir , Vince sangat terkejut karena bisa mendapatkan sangat banyak minuman
“bolehkah aku minta satu kantong darah?” tanya Vince mengeluarkan satu koin emas
“tentu saja boleh , aku akan kasi kau bonus satu kantong bir untuk temanmu , bersenang-senanglah” ujar wanita itu dengan ramah
Jika suasana Vince dan Ren bersenang-senang beda dengan suasana Leon dan Darren yang terlihat sangat serius
“Apa yang mau kau bicarakan?” tanya Darren
“Keluargamu” jawab Leon yang membuat Darren menghela nafas