KELUARGA BARU JERRY

1937 Kata
Leon keluar dari gua bersama Darren , Leon melihat semua baru bangun dan mereka juga habis dari sungai yang tidak jauh dari danau untuk mandi “Padahal matahari belum terbit tapi mereka sudah bangun” guman Leon “Mereka mau lari pagi untuk pemanasan sebelum latihan” ujar Darren “Oh begitu , ayo kita izin lalu berangkat” ujar Leon Leon menemui Vince dan Ken yang sedang membantu para wanita menyiapkan masakan , Leon melihat makanan yang ter hidangkan tidak cukup banyak mungkin dia akan banyak membeli bahan nanti agar mereka tidak kekurangan makan “Vince aku izin mau pergi ke kota , aku mau tanya apa saja keperluan kalian yang mau dibeli?” tanya Leon “Oh tidak ada Leon , cepat saja kembali ke sini agar kita bisa makan malam bersama” ujar Vince dengan senyuman “Apakah pakaian kalian sudah cukup?” tanya Leon lagi dengan tatapan tajam “Apa kalian mempunyai sendal atau sepatu?” tanya Darren lagi “Apa kalian mempunyai sabun?” tanya Darren lagi Vince tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan oleh Leon dan Darren , baju mereka hanya dua , sendal pun mereka tidak punya , mereka mandi hanya menggunakan air rebusan bunga-bunga harum sebagai pengharum badan mereka namun bersihnya? Mereka tidak bisa menjamin “Aku pikir kalian akan menyebutkan kebutuhan kalian , ternyata tidak . Berhentilah berpikir kalian membebaniku” ujar Leon “Ba-baiklah tu-“ “Leon! Namaku Leon bukan tuan” ujar Leon yang memotong ucapan Vince “Di mana Ren? Bukankah kau dan Ren akan ikut kami ke kota?” tanya Darren “Aku di sini” ujar Ren yang membawa dua ember dari kayu Mereka membuat perlengkapan semua dari kayu , mereka mendapatkan kayu dari pohon-pohon tua yang sudah tumbang , mereka tidak akan memotong pohon-pohon yang berada di hutan kematian karena banyak hewan-hewan yang tinggal di satu pohon besar “Oh kau lagi bantu mereka mengambil air , kalau sudah selesai ayo kita berangkat agar pulang nanti tidak terlalu malam” ujar Leon “Aku sudah selesai , ayo kita pergi” ujar Ren Leon dan Darren berjalan duluan yang di ikuti oleh Ren dan Vince , Mereka sampai di kota saat tengah hari karena Ren dan Vince tidak secepat Leon dan Darren Mereka masuk ke kota namun terlihat sangat ramai dari hari terakhir mereka datang , mereka berdesak-desakan dan hampir tidak bisa lewat untuk menuju ke tempat si Jerry pemindai “Permisi!” ujar Leon ketika masuk ke dalam toko emas Jerry “Selamat siang? Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang wanita menyambut mereka “Kami ingin bertemu dengan pembuat perhiasan dan pisau ini” ujar Darren menunjukkan pisau yang pernah Jerry buat Wanita itu terkejut melihat pisau yang dia kenal , buatan itu sangat identik dengan karya kakaknya , wanita itu melihat Darren dengan tatapan curiga “Dari aman kau mendapat pisau itu?” tanya wanita itu dengan nada datar “Kami membelinya di sini” jawab Leon “Kami membuatkannya khusus untuk dua orang pemuda! Bagaimana pisau ini bisa sama kalian?” tanya wanita itu dengan nada semakin datar “Kau jangan curiga sama kami , nama pemindai besi di toko ini adalah Jerry bukan? Kami dua pemuda yang dari desa pembatas” ujar Leon membuat wanita itu terdiam seperti mengingat sesuatu “Oh kalian , maafkan aku bersikap tidak sopan . Jerry ada di dalam , sebentar aku akan memanggilnya” ujar wanita itu lalu dengan cepat berjalan masuk ke dalam ruangan Tidak butuh waktu lama Jerry muncul bersama wanita itu yang di belakangnya , Jerry tersenyum gembira ketika melihat Leon dan Darren “Ternyata kau! Aku sudah lama menunggu kedatanganmu” ujar Jerry “Apa kabar Jerry?” tanya Leon sambil mengulurkan tangan untuk salaman yang langsung di sambut Jerry “Aku sangat sehat , katakan apa perlu kalian? Apa pisau baru? Perhiasan baru?” tanya Jerry semangat “Kami ingin membeli perhiasan seperti pisau kami ini” ujar Darren “Tunggu dulu , apa kalian berdua bersama orang itu?” tanya Jerry melihat Ren dan Vince hanya diam di belakang Leon dan Darren “Mereka bersama kami , kenalkan ini Vince dan Ren keluargaku” ujar Leon “Vince , Ren kenalkan ini Jerry sahabat kami” ujar Darren , Vince dan Ren mengulurkan tangan untuk salaman kepada Jerry yang langsung di sambut oleh Jerry “Pilihlah apa yang kalian perlukan” ujar Jerry yang melihatkan kepada mereka rak-rak yang berisi perhiasan “Yang bagus untuk penyihir yang mana Jerry? Oh iya kalau bisa perhiasan yang bisa mengalirkan sihir ya” ujar Leon “Penyihir itu kalung atau gelang , kalau penyihir hitam biasanya cincin atau kalung . Barang yang seperti kau sudah habis terjual laku Leon , kalau kau mau aku bisa membuatkanmu tapi seperti kemarin butuh waktu” jelas Jerry “Kalau untuk 30 barang? Butuh waktu berapa lama? Apa bahan utama masih ada?” tanya Leon “Bahannya masih ada sedikit cukuplah untuk 20 barang , 30 barang sepertinya banyak sekali? Apa kau akan membelikan untuk seluruh desa?” tanya Jerry “Tidak Jerry , ini hanya untuk keluargaku . Jika aku kasih sisik naga perak apa akan sama seperti sisik naga emas fungsinya?” tanya Leon penasaran “Apa kau juga punya sisik naga perak? Jika iya aku jadi ragu itu milik leluhurmu” ujar Jerry jujur dengan mata menyipit seolah-olah dia mencurigai “Setiap kepala keluarga inti memegang satu sisik naga legenda Jerry , jadi tidak heran jika kami mempunyai 3 sisik dari 3 naga” jelas Leon “Perak hampir sama dengan sisik naga emas bedanya mereka tidak bisa di campurkan ke bahan emas karena akan berlawanan untuk menyalurkan energi sihir” jelas Jerry “Oh begitu ya” guman Leon “Kalau begitu kami pesan kalung 15 , cincin 10 , gelang 10” ujar Leon “Baiklah akan aku buat sejarang juga” ujar Jerry “Kapan akan siap?” Tanya Darren “Karena barangnya sangat mudah sore sudah siap , apa kau mau memakai logo?” tanya Jerry “Tentu saja” jawab Vince dan Ren bersamaan “Seperti apa?” tanya Jerry “Sebentar” jawab Ren “Leon , Darren apa boleh kami melihat pisau kalian?” tanya Ren “Tentu saja” jawab Leon dan Darren lalu memberikan pisau mereka Ren dan Vince langsung melihat logonya , mereka saling pandang lalu mengangguk seperti sudah tahu logo apa yang paling bagus “Apa kau mempunyai pena?” tanya Vince Jerry memberikan pena dan buku , Vince dan Ren mencoret-coret buku itu untuk membuat logo yang mereka inginkan “Ini dia logo yang kami inginkan” ujar Ren menyerahkan buku ke Jerry “Logo ini sudah aku pikirkan kemarin ternyata kita bertiga memiliki pemikiran yang sama ya” ujar Jerry setelah melihat logo yang di buat oleh Vince dan Ren Logo yang di buat oleh Vince dan Ren adalah pentagram namun di tengah heptagram terdapat singa bersayap “Aku sudah membuatkan logo itu , tapi untungnya kita belum memakai logo itu di barang lain” ujar Jerry bersemangat “Jadi dengan logo sulit itu pengerjaan berapa lama?” tanya Leon “Untuk kalung dan gelang besok pagi akan siap , kalau cincin sore ini sudah siap” ujar Jerry “Jika begitu kami akan menginap di kota ini , apa kau ada saran penginapan yang bagus Jerry?” tanya Darren “Menginaplah di rumah kami Leon , Darren” ujar Jerry “Kami tidak mau merepotkanmu Jerry “ jawab Leon menolak halus tawaran yang di berikan oleh Jerry “Kalian berempat bisa menginap satu kamar di atas , semua berkat kau kalian aku bisa membangun rumah dan di beri kepercayaan kerajaan untuk membuat peralatan kerajaan” ujar Jerry senang dan penuh harap “Maksudmu kau sekarang sudah menjadi kaya?” tanya Darren “Tidak enak mendengarnya jika kau bilang begitu , cukup bilang aku sekarang masuk ke dalam golongan menengah” ujar Jerry sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal “Syukurlah kalau begitu , Jerry aku mau menjual sisik naga emas , apa kau mau?” tanya Leon “Tentu saja aku sangat mau! Leon dan Darren akan aku buatkan kalian senjata yang tidak akan pernah kalian lupakan” ujar Jerry semangat “Baguslah , kau beli saja dengan harga kemarin” ujar Leon lalu memberikan sisik naga emas “Ini uangnya , 5000 koin emas dan 3000 koin perak” ujar Jerry memberikan uang kepada Leon “Oh iya , siapa wanita yang berada di tokomu?” tanya Vince “Itu adikku , cantik bukan?” tanya Jerry “Ya dia benar-benar cantik” jawab Vince “Kalian hanya tinggal berdua?” tanya Ren “Ya kami hanya tinggal berdua karena ibu dan ayah kami pergi meninggalkan kami” jawab Jerry “Maafkan aku” ujar Ren yang merasa tidak enak “Biasa saja , aku hanya menjawab pertanyaanmu” ujar Jerry dengan senyuman “Jadi apa kalian akan menginap di sini?” tanya Jerry “Ya kami akan menginap di sini” jawab Leon “Bagus! Angelina!” teriak Jerry memanggil Angelina “Ya?” jawab Angelina ketika sudah sampai di depan Jerry “Masaklah yang banyak karena kita ada tamu , selimut dan kasur jangan lupa untuk di siapkan Angelina” jawab Jerry semangat “Baiklah” ujar Angelina singkat lalu langsung pergi “Maafkan kelakuan Angelina , dia memang seperti itu” ujar Jerry “Tidak apa-apa , jika nanti kau perlu bantuan bilang kepadaku Jerry , kami akan membantumu” ujar Darren “Oh mungkin aku akan meminta bantu untuk mencairkan besi” ujar Jerry “Baiklah , Vince akan membantumu . Ren aku mau kau ikut kami untuk membeli keperluan yang lain , agar tidak kemalaman kita pulang ke sini” ujar Leon “Baik Leon” jawab Ren dan Vince cepat “Wow kalian seperti pasukan kerajaan” ujar Jerry yang membuat mereka hanya tersenyum “Kami permisi dulu Jerry , kami akan kembali ketika sudah selesai membeli keperluan” ujar Leon yang meminta izin kepada Jerry “Tentu saja! Aku juga akan langsung membuat pesanan kalian , berhati-hatilah di jalan” ujar Jerry “Terima kasih” ujar Darren yang di balas anggukan ramah oleh Jerry “Vince! Kami pergi” ujar Ren “Berhati-hatilah” jawab Vince yang hanya di balas anggukkan oleh Leon , Darren , dan Ren “Ikatan keluarga kalian sangat hebat ya , aku ingin punya keluarga seperti itu juga” ujar Jerry “Kau sudah di anggap keluarga oleh Leon Jerry” ujar Vince “Benarkah?” tanya Jerry yang merasa sedikit bahagia jika itu kenyataan “Ya , aku tahu karena dia sangat hafal jalan ke sini setahuku dia baru sekali datang ke sini dan dia mengingat namamu , banyak toko pengrajin di kota ini bahkan sangat mewah namun dia lebih memilihmu” jelas Vince “Aku jadi semangat ingin mengerjakan pesanan kalian” ujar Jerry yang terlihat sangat bahagia “Kalau begitu ayo kita buat bersama” ujar Vince dengan senyuman ramah “Ayo!” jawab Jerry semangat Angelina yang mendengar itu tersenyum bahagia , dia tahu perasaan kembarannya itu bagaimana karena dia juga ikut merasakannya Hidup tanpa orang tua membuat mereka berdua di pandang sebelah mata oleh orang lain di kota itu tapi semenjak Leon dan Darren datang mereka menjadi terkenal karena toko yang menyediakan barang yang bisa di aliri oleh sihir Mereka berdua sangat berterima kasih kepada Leon dan Darren , Angelina juga senang di anggap keluarga oleh Leon dan Darren karena Angelina dan Jerry tidak lagi hanya hidup berdua di dunia ini
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN