Selesai mereka melakukan sumpah darah mereka semua duduk di pinggiran danau , Leon dan Darren berdiskusi bersama 3 naga
“Aku lihat kalian semakin cepat” ujar naga emas
“Kami juga merasa begitu” ujar Leon
“Master kami merasa kekuatan kami semakin bertambah , seperti Leon yang tidak bisa berkelahi tapi dia bisa mengalahkan Vince dan Ren” ujar Darren menggebu-gebu
“Kau sangat membanggakan Leon ya” ujar naga putih tersenyum
“Aku sangat bangga dengannya , dia sangat hebat” ujar Darren yang membuat Leon geleng kepala
“Apa yang kau banggakan darinya? Hebat kau bilang? Aku rasa tidak” ujar naga emas yang memancing emosi Darren sedangkan Leon setuju dengan ucapan naga Emas
“Master tidak tahu kemarin dia bagaimana sehingga master bilang begitu” ujar Darren yang semakin menggebu-gebu
“Pukulannya terasa menyakitkan , bahkan bibirku yang luka akibat pukulannya meninggalkan bekas” ujar Darren yang menunjukkan tepi bibirnya yang tergores
“benarkah? Bukannya kau bisa menyembuhkan diri dengan cepat tanpa meninggalkan bekas?” tanya Leon terkejut
“Ya , tapi tidak dengan luka ini! Aku akan selalu ingat rasa pukulanmu saat melihat bekas ini” ujar Darren tersenyum
“Kalau begitu , Leon kau lawan aku! Aku tidak akan menggunakan sihir apa pun” ujar naga putih yang membuat Leon terkejut
“Aku tidak mungkin menang melawan master” ujar Leon
“Kita belum tahu pasti , kalian belum bertanding bukan?” ujar naga Perak dengan sengaja
“Aku tidak akan menang aku yakin itu” ujar Leon kekeh dengan ucapannya
“Anggap saja ini salah satu latihanmu” ujar naga Putih
“Semua ini gara-gara kau Darren!” desis Leon ke arah Darren
“Ayolah , kau lawan master! Aku akan mendukungmu walaupun kau kalah” ujar Darren yang tidak peduli dengan tatapan tajamnya Leon
“Kau! Baiklah aku akan lawan master” ujar Leon pasrah
“Aku mau kau melawanku sebagai musuh! Jadi gunakan seluruh kekuatanmu! Aku ingin melihat kemampuanmu!” ujar naga emas sangat bersemangat
“Ayo kita turun , aku tidak mau gua ini hancur” ujar naga Putih
“Baiklah!” jawab Leon
Leon dan Darren pergi dulu menuju tepi danau yang diikuti 3 naga legenda , begitu mereka keluar langsung di sambut hangat oleh Vince , Ken , dan Ren
“Kenapa kau terlihat senang Darren?” tanya Ren
“Leon akan melawan master Emas! Kira-kira siapa yang menang ya?” tanya Darren
“Jangan di umumkan! Aku malu” ujar Leon
“Kalian semua jadi saksi! Leon atau aku yang akan menang!” ujar naga emas bersemangat
Leon dan Naga Emas ke tengah sedangkan yang lain ke pinggir menjadi penonton , semua bersemangat mendukung mereka berdua dan sangat penasaran siapa yang akan menang
Naga Putih menjadi pengadil dalam pertarungan Leon dan naga Emas , Naga Putih juga memberi peraturan yang tidak boleh mereka berdua langgar
“Jika kalian sudah tidak sanggup lambaikan dua jari ke atas , Pertarungan ini akan selesai bila salah satu dari kalian yang menyerah atau pingsan , pertarungan ini juga tidak boleh menggunakan sihir , siapa pun dari kalian yang memakai sihir akan langsung di nyatakan kalah” jelas naga Putih
“Baiklah! Ayo kita mulai” ujar naga Emas bersemangat
“Baiklah aku mengerti” ujar Leon
Mereka berdiri berjarak dua meter , Leon dan naga Emas saling beradu tatapan sinis dan naga Emas menyungging senyuman meremehkan yang membuat Leon tidak suka
“Mulai!” teriak naga Putih
Naga emas menyerang duluan yang membuat semua terkejut begitu pula Leon , naga putih mendekat melayangkan tinjuan Leon dengan cepat menghindar kanan
Namun tidak Leon sangka naga Emas memutar badannya lalu melayangkan kaki kirinya ke arah Leon , Leon dengan cepat memasang posisi bertahan tapi tetap saja dia terpental sejauh 4 meter
Belum sempat Leon bangun Naga Emas menyerangnya lagi dengan kaki ke atas lalu di hentakannya ke wajah Leon
Leon berguling untuk menghindari serangan naga Emas , naga Emas tidak membiarkan dia menyerang atau berpikir terlebih dulu bahkan tidak ada jeda naga emas untuk menyerangnya
“Cepat sekali!” ujar Leon yang masih menahan serangan demi serangan yang naga Emas berikan
“Dia tidak akan kasi Leon untuk berpikir!” ujar Darren
“Kau pasti bisa Leon!” teriak Ken dan Ren bersamaan
Leon melihat naga emas ingin menendang Leon , Leon maju satu langkah lalu menahan kaki naga Emas , di saat Leon ingin memukul wajah naga Emas , naga Emas melayangkan lagi tendangan di kakinya yang bebas
Leon menahan serangan semi serangan yang di berikan oleh naga emas pada kakinya yang bebas , Leon menggunakan punggungnya untuk tameng dan Leon mengepalkan tangannya lalu meninju perut naga Emas
Tidak cukup bagi Leon memukuli naga Emas hanya sekali , Leon melayangkan tinjunya ke perut naga emas kali ini Leon tidak memegang kaki naga Emas jadi naga emas terpelanting 2 meter
“Lumayan lah” ujar naga Putih
“LEON! SEMANGAT! KAMU PASTI MENANG!” teriak Vince
“Lumayan juga pukulanmu” ujar Naga Emas
“Terima kasih master” jawab Leon yang langsung mendapatkan tendangan dari belakang
“Jangan lengah Leon” ujar naga Emas
Leon terjatuh di tanah dan tidak bangun membuat naga emas menyengitkan dahinya , begitu pula yang lain
“Leon! Apa kau baik-baik saja?” teriak Darren dari jauh namun tidak ada jawaban
Saat naga Emas mendekat Leon langsung memegang kakinya naga Emas lalu menariknya hingga jatuh , naga emas terbaring di tanah Leon langsung menindihnya dan meninju wajah tampan naga Emas
4 kali pukulan yang di layangkan Leon , naga Emas menangkap tangan Leon lalu mencampakkan Leon ke samping hingga menabrak pohon
“Uhuk..” batuk Leon saat tertabrak pohon darah segar keluar dari mulutnya artinya salah satu organ dalam ada yang terkena serangan naga Emas
“Sialan!” maki Leon yang mulai marah
Leon melesat begitu cepat ke arah naga Emas , Darren terkejut melihat kemampuan Leon yang masih bisa mengeluarkan tenaga banyak padahal dia sudah banyak luka
“Ambil ini!” ujar Leon yang melayangkan kakinya namun di tangkis dengan mudah
“Masih belum!” ujar Leon yang melayangkan tinjunya ke arah naga Emas
Naga emas masih menangkisnya , naga Emas tersenyum miring melihat Leon yang sudah berkembang
Leon melayangkan kepalanya yang membuat naga Emas tidak membaca pergerakannya , kepala beradu kepala membuat kepala naga Emas pusing begitu pula Leon
Leon langsung memegangi kepalanya begitu pula dengan naga Emas , naga Emas sangat marah . Naga Emas melihat Leon dengan tatapan tidak suka
“Masih belum!” ujar Leon langsung melesat begitu pula naga Emas
Mereka saling tinju ke wajah mereka berdua , naga Emas juga memakai tendangan-tendangan maut yang masih bisa Leon tangkis
Leon sudah tidak kuat lagi , tenaganya habis tapi dia masih berusaha untuk mengalahkan naga Emas , naga Emas yang mulai tahu Leon kehabisan tenaga langsung mengambil kaki Leon dan membantingnya ke tanah
Leon hanya pasrah tidak melawan karena dia benar-benar kehabisan tenaga , naga Emas melayangkan kepalan tangan sekali yang membuat Leon pingsan
“Leon?” panggil naga Emas yang melihat mata Leon terpejam dan tidak ada pergerakan
“Tolongi Leon!” teriak naga Emas yang membuat Darren langsung berlari menuju Leon
“Leon? Leon? Sadarlah” ujar Darren cemas
“Sebentar biar aku periksa” ujar Ken yang datang melihat Leon
“Dia hanya kelelahan , bawa dia ke tandu dan biarkan dia istirahat” ujar Ken yang membuat naga Emas dan Darren bernapas lega
“Uhuk..” batuk naga Emas mengeluarkan darah dari mulutnya
“Kau tidak apa-apa Emas?” tanya naga Perak
“Sakit sekali perutku” ujar naga Emas yang memegang perutnya
Ken mencoba periksa apa yang terjadi pada naga Emas , Ken terkejut ketika memeriksa perut yang naga Emas tepat di mana Leon meninjunya
“Tulang rusuk anda ada yang retak” ujar Ken yang membuat naga Emas , Perak , dan Putih tidak percaya
“Benarkah? Leon yang buat naga Emas begini?” tanya naga Putih
“Iya , tepat di sini Leon meninjunya tadi” jawab Ken sambil menunjukkan perut naga Emas sebelah kiri
“Aku tidak menyangka dia bisa mematahkan tulang rusukmu” ujar naga Perak
“Kau benar , dia sangat hebat! Kita akan latih dia sampai benar-benar menjadi hebat lebih dari sebelumnya” ujar naga Emas
“Ya sudah kalian kembali ke rumah dan beristirahatlah , karena besok pagi kalian juga harus latihan” ujar naga Perak yang langsung di turuti oleh mereka semua
Darren menemani Leon , Darren hanya takut Leon terluka parah , serangan yang di berikan oleh naga Emas bukan serangan biasa tapi serangan dengan kekuatan penuh
Darren tidak menyangka Leon bisa mengimbangi dengan cepat kekuatan sang Naga Emas namun Darren juga tidak menyangka Leon akan secepat ini kalah
Darren pergi ke tempat tidurnya lalu memejamkan matanya , dia berharap besok Leon baik-baik saja . Leon dan Darren persahabatan yang akan membuat seluruh makhluk iri
Leon membuka matanya secara perlahan , Leon hanya melihat kegelapan di sekelilingnya . Leon mencoba berjalan tetap saja ruangan ini seperti tidak ada batasan
“Leon?” panggil seseorang dengan nada berat
Leon menoleh ke belakang begitu terkejutnya melihat serigala yang berdiri dengan dua kakinya , Leon berlari menjauh dan berharap bertemu dengan Darren
“Siapa pun tolong aku!” teriak Leon
“Leon! Jangan takut! Dengarkan penjelasanku!” ujar serigala itu yang berlari mengejar Leon
“Jangan ganggu aku! Apa mau mu?” tanya Leon yang ketakutan
“Aku hanya ingin memberi tahumu , aku akan datang sebentar lagi bersiaplah karena kedatanganku akan banyak cobaan yang akan datang” ujar serigala itu
“Jenis serigala apa kau?” tanya Leon
“Aku pergi! Jaga dirimu baik-baik aku tidak mau datang di saat dirimu lemah!” ujar serigala itu yang langsung pergi
“Apa maksudmu! Jelaskan padaku! Hei!” teriak Leon ketika melihat serigala itu menjauh dan lama-lama di telan kegelapan
“Siapa pun keluarkan aku dari sini!” teriak Leon yang mulai ketakutan
“Leon? Leon?” panggil seseorang namun tidak ada wujudnya
“Bangun Leon!” ujar suara itu lagi
“Tolong aku! Aku mohon!” teriak Leon sambil berlari ke arah suara yang memanggilnya
Tidak lama Leon melihat cahaya yang menyinarinya , Leon berjalan ke arah cahaya itu . Leon mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya masuk ke dalam retinanya
“Bangun lah! Hari sudah siang kita akan ke kota tempat Jerry” ujar Darren yang melihat Leon terbangun
“Baiklah” ujar Leon yang setengah sadar
Leon mengumpulkan tenaganya , Leon duduk di tepi ranjang lalu memegangi kepalanya yang pusing mungkin efek dari pertandingan semalam