Langit terlihat gelap ,menandakan sudah malam , malam ini langit terlihat indah karena di hiasi oleh bintang dan bulan yang terlihat bulat sempurna
Leon dan Darren sedang bercengkerama dengan yang lainnya di tengah api unggun , mereka tertawa bersama ketika ada saja yang melontarkan kalimat lucu
“Leon” bisik Darren memanggil Leon
“Hm” jawab Leon melihat ke arah Darren
“Kau bilang ada rencana untuk menaklukkan kerajaan Serpent?” Tanya Darren
“Oh iya kau benar , aku lupa memberi tahumu . Kita bicarakan di tempat lain saja” ujar Leon lalu berdiri
“Kalian tunggu sini , aku permisi sebentar bersama Darren” ujar Leon yang langsung undur diri yang diikuti Darren
Setelah mereka sampai di balik air terjun barulah Leon menceritakan rencananya untuk menyerang kerajaan Serpent
“Begitu lah rencananya , maka dari itu aku mengambil mereka semua karena mereka memiliki kekuatan yang sangat bagus” ujar Leon
“Dari mana kau tahu?” tanya Darren yang penasaran
“Aku hanya menebak , lagi pula master bilang juga begitu kalau mereka mempunyai kemampuan yang sangat bagus untuk jadi prajurit elite” ujar Leon
“Kau benar , master akan mengadakan sumpah darah kapan?” tanya Darren
“Di saat bulan benar-benar las di posisi antar dua bintang” jawab Leon
Darren dan Leon keluar dari air terjun , Darren melihat ke langit dan melihat dua bintang yang tidak berkelip-kelip seperti yang lainnya , satu di atas satu di bawah artinya bulan pas di tengah mereka
“Maksudmu dua bintang itu?” tanya Darren
“Iya! Darren ayo makan” ujar Leon yang melihat mereka selesai membakar ikan dan daging
“Habis sumpah darah aku mohon kalian beristirahat karena kalian besok akan mulai latihan bersama kami” ujar Leon
“Jangan pakai kata memohon Leon , kami merasa tidak enak” ujar Ren
“Ren benar , kau tuan kami jadi perintah lah kami jika itu baik untuk kami” ujar Vince yang menyetujui perkataan Ren
“Kalau pun kau tidak enak memerintah kami tanpa menggunakan kata mohon pakai lah kata tolong , kami yang memohon padamu agar di saat kau menjadi raja kau harus tetap menjadi dirimu yang sekarang” ujar Ken
“Kalian berlebihan , aku tidak mungkin menjadi raja” ujar Leon tersenyum ramah
“Maka kami akan membuatkan kau istana dan mengangkat kau jadi raja , aku janji akan hal itu” ujar Darren yang membuat Leon terkejut
“Jangan berlebihan aku bilang , sudah tidak usah di bahas aku tidak suka” ujar Leon yang mulai tidak nyaman
Leon beranggapan kalau mereka terlalu berlebihan , Leon tidak mau menjadi raja karena Leon takut dia tidak bisa menjadi raja yang adil dan baik lagi pula dia tidak mau merepotkan sahabatnya
Leon hanya mau menghancurkan kerajaan Serpent itu lah ambisinya saat ini , jika memang terwujud ambisinya maka dia akan berkelana ke seluruh dunia untuk bisa menemukan ambisi baru
Darren hanya bisa diam ketika mendengar isi hati Leon , Darren tidak bisa memaksa Leon untuk menjadi raja karena Leon akan terbebani jika dia menjadi raja karena terpaksa
“Kalian bersiaplah , kami akan menyiapkan perlengkapan sumpah darah” ujar Naga Perak tiba-tiba yang membuat semua di sana terkejut
“Kalian sudah pulang ternyata” ujar Darren
3 naga hanya membalas ucapan Darren dengan senyuman , Leon melihat 3 naga membawa perlengkapan yang lumayan banyak
“Apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Leon menawari bantuan
“Bisa , kau dan Darren tolong menyusunkan ini menjadi meja dan mangkok , Ren dan Vince tolong ambil sisa-sisa arang dari api unggun kalian ya taruh di dalam mangkok ini” ujar naga putih memberi perintah
“Baik master” ujar Leon , Darren , Vince , dan Ren bersamaan
“Kami akan bersiap dulu , kalau sudah selesai panggil kami , usahakan selesai secepatnya karena bulan sudah hampir mendekati posisinya” ujar naga emas ramah
“Siap master” ujar Leon dan Darren
Leon dan Darren mulai menyusun potongan kayu berbentuk meja tinggi , 10 menit kemudian mereka selesai menyusun meja lalu menaruh mangkok emas yang agak besar di atasnya
Naga perak datang untuk melihat Leon dan Darren apa sudah selesai dengan kerajaan mereka , tidak lupa juga melihat Vince dan Ren yang meletakan arang dalam mangkok emas yang agak kecil
“Apa sudah siap Leon?” tanya naga perak
“Sudah master” jawab Leon singkat
“Panggil Naga Emas dan Putih , Darren ambilkan air danau dan isi ke dalam mangkok besar ini tapi jangan terlalu penuh” ujar Naga Perak yang memberi perintah
Leon dan Darren langsung menjalankan perintah dari naga Perak , naga perak menaikkan alisnya satu ketika melihat Leon dan Darren bergerak begitu cepat tidak seperti awal mereka datang
“Oh dewi apakah mereka sudah berkembang?” guman naga Perak
Tidak butuh waktu lama Darren sudah selesai mengambil air , Naga Perak mengeluarkan botol berukuran 5 ml lalu menumpahkan air yang bersinar ungu
“Air apa itu?” guman Darren
“Ini air suci dari sumur suci” jawab Naga Perak
“Air yang sangat indah” ujar Darren
“Iya , air ini akan mengikat kalian begitu dalam dan ini akan menjadi sumpah paling sakral yang pernah kalian lihat” ujar naga Perak
“Apakah lebih dari sumpah darah?” tanya Darren
“Yap , nilai seratus untukmu” jawab naga Perak dengan senyuman yang membuat Darren merinding
“Kalau kau tidak melanggar sumpahmu kau tidak akan apa-apa” ujar naga Perak yang membuat Darren tenang karena dia bukan orang yang melanggar sumpah dan janjinya kepada orang lain
Leon datang bersama naga Emas dan Putih , Leon melihat Darren yang berdiri di dekat naga Perak . Leon menganggukkan kepalanya dengan wajah datar ke Darren dan di balas dengan anggukan juga oleh Darren
“Vince berikan mangkok itu kepada Emas , lalu panggil mereka semua ke sini , kita akan mulai ritualnya” ujar naga Perak
Vince menyerahkan mangkok yang dia kasi arang , lalu memanggil seluruh kelompoknya , termasuk Werewolf dan Ken
“Ren sekarang berdirilah di sebelah Leon , pegang lah tangannya! Darren kau juga pegang tangan Leon” ujar naga perak
“Yang lain buatlah lingkaran dan pegang tangan teman kalian masing-masing” ujar naga emas setelah melihat mereka datang
Darren memegang tangan Vince , Ken memegang tangan Vince yang satunya . Mereka membuat lingkaran mengelilingi mangkuk dan 3 naga
Naga Emas membaca mantra lalu menyemburkan api biru ke dalam mangkok berisi arang , lalu mangkok itu di serahkan kepada naga Putih
Naga Putih menyemburkan api merah ke dalam mangkok lalu memberikan kepada naga Perak mangkok kecil itu , Naga Perak menyemburkan api hijau ke dalam mangkok kecil itu , api di dalam mangkok kecil itu langsung membentuk 3 warna yang sangat indah
“Mari kita mulai” ujar naga Emas ketika melihat api terbentuk
“Akan aku mulai” ujar Naga perak
Naga perak mengarahkan mangkok yang di tangannya ke atas mangkok yang besar , Naga Perak memejamkan matanya lalu mulai membaca mantra
“Dewa/dewi , aku adalah Naga Perak! Salah satu pilar dalam hutan kematian ini!” ujar naga perak angin mulai berembus kencang
“Aku dan dua saudaraku meminta restu darimu untuk membuat ikatan sakral , sumpah sakral yang akan di buat oleh mereka malam ini di bawah sinar rembulan!” ujar naga perak lagi , angin mulai meniup dengan kencangnya
“Kami bertiga akan menjadi saksi sumpah mereka di atas api ini dan di dalam air suci ini , aku mohon jika mereka mengkhianati satu sama lain hukum lah mereka sepantasnya” ujar naga perak angin meniup dengan kencang ke arah mereka semua
Tidak lama angin berhenti naga perak membuka matanya dan melihat ke arah api di dalam mangkok dia pegang
“Api ini masih berbentuk semula , dewa/dewi merestui kalian dan akan bersaksi akan sumpah kalian” ujar naga perak
“Kalian sekarang mulai bersumpah di atas mangkok api ini lalu tumpahkan dua tetes darah di dalam mangkok berisi air suci ini” ujar Emas yang menjelaskan
“Kau mulai dulu Leon” ujar naga putih
Leon mulai maju , Leon di dampingi Naga Putih . Naga Putih memberi arahan ke Leon agar tidak melakukan kesalahan dalam ritual sakral ini
“Leon , selama kau mengucap sumpah usahakan telapak tanganmu terkena api dalam mangkok ini , api ini tidak akan terasa panas jika kau mengucapkannya dalam hati tapi jika kau ragu maka api ini akan melukaimu” ujar naga Putih
“Baiklah aku mengerti” jawab Leon
“Setelah kau mengucapkan sumpahmu , kau harus mengiris sedikit saja dan meneteskan darahmu sebanyak dua tetes dalam mangkok ini , jika bersinar dan airnya terlihat bening tidak berwarna hitam maka sumpahmu di terima dewa/dewi” ujar naga Putih lagi membuat Leon mengerti
“Baiklah akan aku mulai sumpahku” ujar Leon sambil menarik nafas gugup
‘Semoga saja aku tidak membuat kesalahan dalam ritual sakral ini’ ujar Leon dalam hati
Leon menjulurkan tangannya ke atas api tiga warna yang telah di buat 3 naga yang saat ini di pegang oleh naga Perak
“Aku Leon! Bersumpah akan selaku melindungi keluargaku , dan akan menjadi pemimpin yang baik bagi mereka , dan bersikap adil kepada mereka , jika aku melanggar sumpahku , aku mohon kepadamu dewa/dewi untuk menegurku dan menghukumku!” ujar Leon tegas
Leon mengiris tangannya lalu meneteskan darah itu ke dalam mangkok berisi air suci , air itu membentuk cahaya merah darah yang membuat 3 naga terkejut
Setelah cahaya itu hilang , air kembali lagi menjadi bening dan Leon puas akan hal itu artinya dewa/dewi menerima sumpah Leon dan menerimanya sebagai pemimpin
“Selanjutnya kau Darren” ujar Naga Putih , Darren maju setelah Leon kembali dalam barisan
“Aku Darren Miyazaki! Bersumpah akan selalu melindungi pemimpinku Leon , melindungi keluargaku , bersikap adil dan selalu setia kepada pemimpinku! Jika aku melanggar sumpahku hukumlah aku sepantasnya!” ujar Darren
Darren melakukan hal yang sama seperti Leon namun air memancarkan cahaya warna oren yang membuat 3 naga juga terkejut
Vince dan yang lainnya mengucapkan sumpah yang sama , cahaya yang di pancarkan oleh air suci saat Vince bersumpah berwarna kuning
Sedangkan Ken berwarna hitam , dan Ren berwarna biru tua yang tidak hentinya membuat 3 naga terkejut , anehnya hanya Leon , Darren , Vince , Ken , dan Ren saja lah yang berbeda-beda warna
Yang lainnya berwarna putih terang , 3 naga yakin persahabatan mereka berempat tidak akan mudah putus dan sumpah mereka benar-benar di restui oleh dewa/dewi