Leon dan Darren sudah sampai di seberang sungai , hari sudah mulai sore maka mereka mulai membuat perkemahan untuk mereka mungkin besok mereka akan sampai tapi semua ini membuat Leon heran karena mereka begitu cepat sampai dari dugaan
“Darren bukankah perkiraan kita selesai dalam 8 hari karena menuju bukit kunba 4 hari dan menuju pulang 4 hari” ujar Leon yang lagi duduk berdua beristirahat
“Kau benar , ini baru hari ke lima artinya kita cepat 2 hari dari perkiraan” jawab Darren
“Apa ada perubahan dalam diri kita?” tanya Darren yang membuat Leon terdiam
“Aku tidak tahu” hanya itu yang bisa Leon jawab
Leon dan Darren menghela nafas , dia mengeluarkan buah-buahan yang sempat mereka simpan dari makan pagi tadi
Perut mereka sudah keroncongan akibat tidak makan siang , Leon dan Darren membagikan seluruh buah yang mereka punya begitu pula Ken
“Kalian butuh darah kan?” tanya Leon ke Vince dan kawanannya
“Kami sudah ada darah di tempat minum kami” jawab Vince dengan senyuman
“Oh begitu ya , nanti aku akan membeli donor darah dari rumah sakit biar kalian tidak perlu mencari mangsa” ujar Leon
“Ini darah hewan kok , kami tidak selamanya meminum darah manusia karena kami tahu tidak akan selalu ada manusia yang memasuki hutan ini” ujar Vince menolak halus tawaran Leon
“Dengarkan aku , kalian sekarang mengikutiku sudah di pastikan kalian adalah tanggung jawabku” ujar Leon
“Tapi kami sendiri yang mau mengikutimu” ujar Vince tetap menolak tawaran Leon
“Jangan menolak tawaranku , jika kau menolak artinya kau tidak menghargaiku” ujar Leon yang membuat Vince diam
Vince hanya tidak mau merepotkan Leon , apalagi susah-susah ke kota di luar hutan kematian Vince tidak mau Leon terbebani makanya dia menolak tawaran Leon
“Kalian Werewolf makan daging ya? Nanti aku carikan hewan-hewan untuk di pelihara dan di jadikan bahan makanan kalian” ujar Leon kepada Ren
“Tidak usah repot-repot kami bisa berburu sendiri” jawab Ren
“Tidak ada kata penolakan! Apa yang aku kasi kalian harus terima” ujar Leon
“Sekarang istirahatlah , besok kita berangkat sebelum matahari terbit agar sampainya tidak kemalaman” ujar Leon memberi perintah
“Aku tahu kau akan menjadi raja yang baik Leon” guman Darren
Ken mendekat ke arah Leon dan Darren yang sedang berbincang di bawah pohon , Ken duduk depan mereka mau menanyakan sesuatu yang sangat membuatnya penasaran
“Maaf Leon , kau dari ras mana?” tanya Ken
“Oh aku tidak tahu , ibu dan ayahku meninggal sebelum memberi tahu aku ras apa diriku” jawab Leon
“Oh maafkan aku” ujar Ken yang tidak enak hati
“Tidak apa-apa” jawab Leon
“Aku ingin berbicara sesuatu” ujar Ken
“Apa?” tanya Darren
“Saat kalian bertengkar aku mendengar kalian bilang ‘berhenti membaca pikiranku’ , bukankah artinya kalian mempunyai kekuatan yang dimiliki oleh raja dan tangan kanannya” ujar Ken
“Kami juga tidak tahu” jawab Leon dan Darren serentak
“Apa kalian punyai keluarga bangsawan?” tanya Ken lagi
“Jika saja aku adalah anak bangsawan tidak mungkin aku masuk ke dalam hutan kematian” jawaban Leon membuat Ken terdiam
“Hanya itu yang ingin aku tanyakan , aku permisi mau istirahat sebentar” ujar Ken
Leon dan Darren pun mulai tidur , malam ini Vince berjaga sampai pagi karena dia tidak tahu daerah ini masuk ke daerah kekuasaan siapa
Di lain tempat
“Berikan surat ini kepada 4 pilar” ujar naga perak ke satu burung elang
“Baiklah” jawab burung elang itu
Burung elang terbang membawa 4 kertas di punggungnya , sebagian hewan akan bisa berbicara ketika mereka menjadi pemimpin dalam suatu kelompok
“Sudah kau kirimkan?” tanya naga emas
“Ya , dua hari lagi mereka akan pulang jika mereka berhasil . Jika mereka berhasil misi ke dua apa yang akan kita berikan?” tanya naga perak
“Lebih baik suruh mereka istirahat , kita akan membicarakan semua ini bersama 4 pilar di aula nanti” ujar naga putih
“Kau benar , kita tidak boleh bertindak gegabah , fakta ini tidak boleh di biarkan begitu saja” ujar naga perak
“Lebih baik kita bertapa lagi sambil menunggu balasan dan Leon pulang” ujar naga emas
Di lain tempat
“Tuan , bangun . Sebentar lagi matahari terbit” ujar Vince membangunkan Leon
“emm” guman Leon sambil berusaha duduk
“Apa sudah pagi?” tanya Leon
“Ya di arah timur sudah ada cahaya terang” jawab Vince
“Bangunkan yang lain , habis sarapan kita lanjutkan perjalanan kita” ujar Leon
“Baiklah tuan” jawab Vince
“Lebih baik kau panggil aku Leon , aku tidak nyaman di panggil tuan” ujar Leon
Vince membangunkan yang lain , Vince menyuruh sebagian orang untuk mencari buah yang bisa di makan , sebagian berkemas bekas api unggun dan alas mereka tidur
Setelah sarapan mereka mulai bersiap pergi pulang menuju ke tempat 3 naga legenda , Leon dan Darren berjalan di depan memimpin mereka semua
Setelah berjalan beberapa jam mereka mulai melewati tempat Pheonix membuat Pheonix sangat terkejut dan langsung menyerang mereka
Mereka terkejut termasuk Leon dan Darren , Vince dan Ren langsung membuat posisi menyerang dan mencoba membuat posisi menyerang
“Pheonix! Kami hanya ingin menumpang lewat! Kami Leon dan Darren muridnya 3 naga legenda” teriak Leon panik saat Pheonix beterbangan untuk menyerang mereka
Pheonix langsung terbang menjauh tidak jadi menyerang mereka , tidak lama ratu Pheonix langsung turun muncul menjumpai mereka
“Wah Leon kau sangat hebat kau menyelesaikan misinya , tidak hanya misi tapi juga mendapatkan pasukan” ujar ratu Pheonix sangat gembira
“Anda terlalu berlebihan Ratu Pheonix , aku tidak sehebat itu , mereka yang ingin mengikutiku” ujar Leon
“Kau sangat rendah hati Leon” ujar ratu Pheonix
“Hei tampan , kita bertemu lagi” ujar ratu Pheonix ke arah Darren
“Ratu” ujar Darren sambil sedikit menunduk
“Oh iya , aku belum tahu nama kalian , siapa nama kalian?” tanya ratu Pheonix
“Aku Leon dan dia Darren” jawab Leon yang memperkenalkan namanya
“Kalau begitu lewat saja , aku masih ada urusan” ujar ratu Pheonix dengan senyuman
“Terima kasih Ratu” ujar Leon bersamaan dengan Darren
“Sama-sama , jika ada waktu luang mampirlah” ujar Ratu Pheonix
“Baiklah ratu , kami permisi” ujar Leon yang langsung berjalan menuju ke gua naga
“Leon!” panggil ratu Pheonix saat Leon hampir menjauh
“Selamat atas keberhasilan misi pertamamu , semoga saja misi selanjutnya kau juga berhasil , aku mendukungmu” ujar ratu Pheonix
“Terima kasih Ratu” ujar Leon yang langsung berjalan meninggalkan sarang Pheonix
Ratu Pheonix langsung berubah menjadi burung Pheonix dan terbang ke atas pohon untuk ke istananya , setelah masuk ke istananya ratu Pheonix melihat elang yang bertengger di atas ranting pohon
“Ratu Pheonix ada surat dari sang Naga” ujar elang dengan hormat
“Oh benarkah? Tumben sekali” ujar Ratu Pheonix
Ratu Pheonix mengambil surat dari punggung elang , lalu membacanya . Ratu Pheonix sedikit menyengit kan dahinya setelah membaca surat itu
“Saya mohon undur diri Ratu , saya mau mengantarkan surat yang lainnya” ujar elang pamit
“Pergilah , imbalanmu akan aku kirimkan nanti” ujar Ratu Pheonix ke elang
“Terima kasih Ratu” ujar elang laku terbang mengantarkan surat ke pada 2 pilar lainnya
Leon dan Darren sudah sampai ke danau , Vince , Ken , Ren dan yang lainnya sangat terkejut dan takjub melihat keindahan yang di pancarkan oleh danau dan air terjun
“Wow...” guman semua yang melihatnya kecuali Leon dan Darren
“Aku merindukanmu danau” guman Leon
“Kalian tunggu saja di sini aku mau menemui masterku di balik air terjun itu” ujar Leon
“Berhati-hatilah” ujar Ken dan Ren bersamaan
“Kalian buatlah rumah untuk kalian tinggal , tapi aku mohon jangan kotori danau dan merusak tanaman yang berada di sekitar danau” ujar Darren
“Tenang saja kami akan membuat sejauh 8 meter dari danau” ujar Vince yang di setuju Ken
“Terima kasih” ujar Darren
Darren menyusul Leon yang sudah berada di air terjun , Leon dan Darren menaiki tangga yang sudah terhubung ke mulut gua
“Bukankah kita belum membuatnya?” tanya Darren ke Leon
“Benar kita belum membuatnya , lalu siapa yang membuatnya?” tanya Leon
“Lebih baik kita naik ke atas , aku takut master kenapa-kenapa” ujar Darren
Leon dan Darren langsung menaiki tangga itu dan berlari masuk ketika sudah sampai di atas , Leon dan Darren terkejut melihat 3 lelaki yang terlihat seperti mendiskusikan sesuatu yang serius
“Hei! Kalian siapa? Di mana 3 naga?” tanya Leon emosi yang membuat 3 lelaki tadi terkejut
Beberapa jam sebelumnya sesudah mengirimi surat
“Bangun lah perak , emas!” ujar naga putih panik
“Ada apa putih?” tanya naga emas yang keheranan
“Lebih baik kita berubah menjadi manusia dulu” ujar naga perak
Naga emas , perak dan putih langsung berubah menjadi manusia . Mereka bertiga laku kumpul dan putih masih menarik nafas karena panik
“Ada apa?” tanya perak yang tidak sabar
“Aku baru mendapat panggilan dari dewi , aku takut ujian biat Leon kali ini akan sangat berat” ujar putih
“Kenapa? Apa ujiannya?” tanya emas
“Kali ini akan menyangkut nyawa salah satu pilar di hutan kematian ini” ujar naga putih yang membuat emas dan perak terkejut
“Siapa?” tanya perak
“Mereka berdua di suruh ke arah timur , jika memang ada hati nurani maka pilar di bagian timur akan selamat . Mereka di suruh menyelamatkan warga yang tersisa di kerajaan Rion” ujar putih
“Tidak mungkin! Bagian timur adalah titanoboa” ujar emas terkejut
“Hei! Kalian siapa? Di mana 3 naga!” teriak seseorang yang membuat mereka terkejut
Mereka melihat lelaki yang membentak mereka yang ternyata Leon , 3 naga tidak menyangka jika Leon akan pulang cepat dari perkiraan mereka