Berbeda dari naga emas dan putih , naga perak berjalan di atas puing-puing kerajaan Rion . Kerajaan legenda yang selalu di ceritakan oleh ayahnya Leon , Elgart .
Naga perak mencari satu pintu menuju buku ramalan yang tidak akan pernah meleset , buku itu hanya di miliki kerajaan Rion , kabar mengatakan jika buku itu masih berada di bawah reruntuhan kerajaan Rion
“Ayolah , di mana pintunya” guman naga perak
“Hei! Anak muda! Sedang cari apa kau?” Tanya seorang kakek tua yang mengejutkan naga perak
“Maaf Kek , saya hanya melihat-lihat kerajaan ini” jawab naga perak
“Oh begitu , berhati-hatilah jika begitu karena kerajaan ini bisa menimpamu” ujar kakek tua itu memperingati naga perak
“Baik kek” jawab naga perak
Naga perak masih mengelilingi puing-puing kerajaan Rion mencari pintu rahasia , sampailah pada satu kamar yang masih utuh tanpa cacat sedikit pun seperti ada yang menjaga kamar ini
Naga perak melihat sekelilingnya , naga perak melihat lukisan keluarga kerajaan . Banyak mainan anak bayi dan perlengkapan anak bayi di kamar itu
Terdapat juga lukisan seorang raja dan ratu yang tengah mengandung , naga perak melihat adanya rak buku yang terdapat banyak sekali buku cerita
“Buku dongeng?” guman naga perak ketika melihat buku di rak tapi satu buku mencuri perhatian naga perak
Buku bersampul emas dan ukiran-ukiran yang menghias buku itu , naga perak mengambil buku itu dan melihat tulisan romawi kuno
“Akhirnya!” teriak naga perak senang karena buku yang dia cari ketemu
Naga perak membuka buku itu dan mencari sesuatu tentang Leon dan Darren namun hanya teka-teki yang naga perak dapat
‘Singa mendapatkan teman , tapi sayang teman itu akan mati’
“Apa?” guman naga perak terkejut entah kenapa perasaan nya tidak enak
‘Singa sudah mencapai ambisinya namun semua akan merasakan kehilangan yang sangat mendalam ’
“Tidak mungkin” ujar naga perak
“Sedang apa kau kemari?” tanya seorang perempuan dengan lembutnya
“Siapa kau?” tanya naga perak
“Pergi dari sini!” usir wanita itu yang langsung mengeluarkan sihirnya
“Baiklah-baiklah aku akan pergi” ujar naga perak yang langsung terbang menggunakan sayap naganya
Wanita itu terkejut saat melihat sayap naga perak , wanita itu tidak melepaskan pandangannya sampai naga perak tidak terlihat di pandangannya
“Naga? Apakah naga legenda masih ada?” guman wanita itu
Di sisi lain Leon dan Darren sedang membuat rakit untuk menyeberangi danau , bukit kunba memang terletak sangat jauh ke arah barat
“Apa kau bisa menggunakan sihir angin?” tanya Leon ke Darren
“Bisa , kenapa?” tanya Darren balik
“Bisa kau gunakan nanti? Agar kita lebih cepat sampai” ujar Leon
“Baiklah , tapi aku tidak terlalu mahir dalam menggunakan sihir” ujar Darren
“Hari sudah mulai sore , kira-kira di seberang ada tempat untuk kita bermalam enggak ya?” tanya Darren yang membuat Leon kesal
“Kita masih berada di sini Darren , aku tidak tahu di seberang itu seperti apa jadi jangan bertanya kepadaku!” ujar Leon agak kesal
“Leon?” ujar Darren sambil mengikat-ikat bambu menjadi satu
“Apa?” jawab Leon datar
“Ehem... kenapa kau merasa aku hanya terpaksa bersahabat denganmu?” tanya Darren yang membuat Leon berhenti membuat dayung
“Apa kau lupa saat di penjara? Kau mengatakan kepadaku jika kau mengikuti aku karena dewi selena berkata kau akan berjumpa dengan singa dan kau akan mengikutinya ke mana pun” ujar Leon sedikit tersirat nada kecewa
“Oh begitu , aku yakin singa yang di maksud dewi selena adalah kau . Aku juga enggak terpaksa bersahabat denganmu bahkan aku sudah melakukan sumpah darah” ujar Darren dan agak memelankan suaranya saat bilang
‘sumpah darah’
“Kau melakukan apa? Sumpah darah? Untuk aku?” tanya Leon senang
“Kau salah dengar Leon , aku tidak akan mau sumpah darah untuk orang sepertimu” ujar Darren yang membuat Leon kecewa
“Oh begitu , aku yang terlalu berharap” ujar Leon yang melanjutkan membuat dayung
Setelah selesai Leon dan Darren langsung membuat rakit mereka mulai menyeberangi danau , hari sudah menjelang malam mereka baru sampai ke tepi danau lainnya
Kalau kalian bertanya kenapa enggak jalan memutar danau saja , itu akan sangat memakan waktu perlu satu hari untuk sampai di tepi danau lainnya
“Kita akan berkemah di sini” ujar Darren di tepi danau
“Hmm” jawab Leon singkat membuat Darren menghela napas
“Aku akan mencari daun untuk alas tidur kita” ujar Darren
“Aku akan membuat api” ujar Leon
Leon membuat api menggunakan pisau yang di gesek dengan pedang , Leon mencari ranting-ranting yang bisa d gunakan untuk kayu bakar
Serasa cukup untuk semalaman Leon duduk termenung melihat api yang dia buat
‘Baru lahir di tinggal ibu , baru merasa bahagia bersama ayah , ayah sudah di penggal . Baru senang mendapat sahabat tapi sahabatnya terpaksa , dapat guru juga terpaksa menerima aku sebagai murid’ guman Leon dalam hati
“Sungguh takdir mempermainkan aku , dewi apa kau tidak menyukaiku? Sehingga saat kebahagiaan datang kau langsung mendatangkan sedih” guman Leon
Leon memang tidak menangis tapi hatinya terasa sangat pedih saat ini , Leon ingin berteriak melepaskan beban pikiran
Leon ingin sekali bunuh diri tapi dia sadar semua itu tidak akan membuat ayah dan ibunya senang , Leon tahu ayahnya menginginkan dia kuat menjalani semua cobaan
“Ayah... rahasia apa yang kau sembunyikan kepadaku? Kenapa kau tidak memberi tahukan rasku?” guman Leon
Leon merebahkan tubuhnya ke pasir , Leon melihat bintang-bintang yang sangat banyak menghiasi langit
“Apa yang kau pikirkan?” tanya Darren yang baru saja kembali membawa daun untuk alas mereka tidur
“Tidak ada” jawab Leon
“Dengar Leon! Aku memang bersumpah darah untuk persahabatan kita , tapi aku tidak melakukannya karena terpaksa” ujar Darren yang memberikan daun untuk alas tidur Leon
“Hmm” jawab Leon
“Aku benar-benar tulus bersahabat denganmu , dewa/dewi saksi aku bersumpah” ujar Darren
“Ya aku tahu , lebih baik tidak usah di bahas . Makan lah bekalmu” ujar Leon yang membuat Darren menghela nafas
“Ingat lah Leon pikiran kita terhubung , apa yang kau pikirkan tadi aku juga mendengarnya” ujar Darren yang membuat Leon terdiam
“Aku lupa akan hal itu” guman Leon yang membuat Darren menggelengkan kepalanya
Mereka berdua memakan bekal yang mereka bawa , selesai makan mereka memutuskan untuk tidur karena sebelum matahari terbit mereka harus berangkat agar lebih cepat sampai
Baru hari pertama cobaan mereka selama perjalanan tidak susah dan rintangan yang di lewati mereka hanya yang ringan-ringan saja
Di lain tempat
Raja Piliph memanggil panglima Dion untuk menanyakan apakah dia melihat cahaya biru dari hutan kematian apa tidak
“Panglima tadi malam aku melihat cahaya biru dari hutan kematian , apa kau juga melihatnya?” tanya raja Piliph yang duduk di takhtanya
“Saya melihatnya raja” jawab panglima Dion
“Kita harus mencari tahu cahaya apa itu” ujar raja Piliph membuat kepalanya mengadah menghadap raja Piliph
“Kirim pasukan untuk mencari tahu cahaya apa itu” ujar raja Piliph lagi
“Tapi pasukan kita tidak akan ada yang mau raja” ujar panglima Dion dengan ragu-ragu
“Mereka harus mau , jika mereka mendapatkan informasinya maka aku akan memberikan mereka hadiah 1000 koin emas” ujar raja Piliph membuat panglima Dion menghela napas
“Baiklah raja” jawab panglima Dion
Dion undur diri dari hadapan raja Piliph , raja Piliph masih memikirkan cahaya apa yang menerangi hutan kematian
Raja Piliph merasa akan ada yang mengejutkannya , bukan dalam hal baik tapi hal buruk . Raja Piliph menghela nafasnya
Raja Piliph turun dari takhtanya , dia pergi menuju ke kamar anak pertamanya yang masih tertidur dengan nyenyaknya
Raja Piliph berharap ada yang menemukan obat penyakit yang di derita pangeran pertama
Ya... pangeran pertama menderita penyakit tidur berkepanjangan , tuduhan raja Piliph ke Egerton dan Leon itu hanya tipuannya
Raja Piliph sengaja menuduh Leon meracuni pangeran pertama karena dia ingin membunuh Elgart , dendam pribadi yang membuat dia melakukan semua
Sekarang dia harus menunggu Leon tertangkap dan memenjarakan Leon dan menyiksa Leon , dendam itu harus di laksanakan
“Bersabarlah nak , ayah akan membalaskan dendam kita . Jika kau terbangun ayah belum selesai membalaskan dendam kepada Elgart dan anaknya , aku berharap kau yang akan membalasnya” bisik raja Piliph
Raja Piliph meninggalkan anaknya , lalu memerintahkan penjaga di pintu kamar anaknya untuk selalu waspada
Leon dan Darren terbangun dari tidurnya , mereka mendengar lolongan serigala . Leon dan Darren buru-buru mematikan api unggun mereka
“Rough!” ujar Darren
“Lebih baik kita pergi dari sini , dari suaranya mereka berada di sebelah selatan” ujar Leon
“Kau benar!” jawab Darren
Leon dan Darren langsung pergi ke dalam hutan , rough adalah manusia serigala yang tidak ada pack atau tidak ada kawanan
Mereka adalah manusia serigala bebas tanpa terikat kerajaan mana pun , rough akan menyerang sembarangan orang untuk mendapatkan makanan
Leon dan Darren berlari dengan cepat sehingga mereka di hadang oleh vampir mata kuning , vampir mata kuning hampir sama dengan rough
Bedanya vampir mata kuning tidak menyerang sembarangan orang , vampir mata kuning menyerang orang karena mereka masuk ke dalam wilayahnya
Leon dan Darren ingin putar balik tapi mereka telah di kepung oleh vampir mata kuning , Leon dan Darren mengeluarkan pedang mereka ke arah vampir-vampir itu
Leon dan Darren berharap jika mereka di serang mereka akan selamat . Leon berharap Darren bisa melindunginya karena dia tidak bisa berkelahi
Darren berharap dirinya bisa melindungi Leon karena Darren tahu pasti vampir ini akan mengincar Leon bukan dirinya