Leon melihat 4 temannya berada di samping pengawal dan di rantai seperti seorang penjahat yang melakukan kesalahan terbesar , Leon mengepalkan tangannya
Darren dan Arita merasakan aura Leon yang tidak seperti biasanya , 3 temannya terlihat mengenaskan banyak bekas luka dan darah kering yang masih tersisa di badan mereka
“Para warga kerajaan Serpent! Kalian lihatlah penyusup ini yang menyebabkan panglima kerajaan Serpent harus di rawat selama beberapa hari” ujar pengawal satu lagi
“mereka berbohong” guman Leon dan Darren bersamaan
“Sesuai dengan peraturan yang beredar bahwa penyusup akan dipenggal di depan publik” ujar pengawal itu
Salah satu teman Leon melihat ke arah Leon dan Darren menatap Leon dan Darren seperti meminta tolong , air mata Leon mengalir tanpa di sadari Leon
Teman yang lain melihat Leon dengan senyuman seperti memberitahukan Leon kalau semua akan baik-baik saja , Leon tidak sanggup melihat pemandangan di depannya
Arita menggenggam busurnya dengan kuat , Arita ingin sekali memanah kepala pengawal itu Arita tahu perasaan Leon dan Darren saat ini
Arita ingin Leon Darren tenang karena dengan ketenangan mereka bisa membuat keputusan yang benar bukan berisiko sangat besar , Leon merasakan sesak di dadanya
Leon mendengarkan bisikan sesuatu di telinganya , Leon merasa tidak bisa menahan emosi lagi ketika melihat satu parang yang mengarahkan leher teman satunya
Leon melesat lalu membanting pengawal yang akan memenggal kepala temannya , Darren pun melesat mematahkan leher pengawal yang lain dan Arita memanah pengawal yang akan menyerang Leon
“Kenapa kalian tidak bisa menunggu waktu yang tepat” guman Arita yang mendengar seluruh warga teriak karena ketakutan
“Inilah saatnya kerajaan Serpent jatuh!” guman Leon marah
“Aku mempunyai firasat buruk” guman Arita dan Leon bersamaan
Seratus pengawal datang menyerbu Leon , Darren dan Arita , Arita menghela nafasnya karena melihat banyak pengawal yang perlu di kalahkan
Leon dan Darren saling mengayunkan pedang ke arah pengawal yang menyerang mereka , Arita juga melayangkan setiap anak panah ke arah penjaga yang menyerang mereka dari udara
Arita sesekali menghajar pengawal menggunakan ujung busur yang terdapat pisau tersembunyi , Leon berlari lalu mengambil pedang pengawal dan menghajar seluruh pengawal yang menghalangi jalannya menuju ke dalam kerajaan
Arita melihat ke arah tingkat dua istana dan sudah terdapat pasukan pemanah yang siap menghujani anak panah ke arah mereka
“LEON! DARREN! AMBIL TAMENGNYA!” ujar Arita yang mengambil tameng
“Barrienes!” guman Darren yang melindungi dirinya , Leon , dan Arita
Mereka langsung di hujani ribuan anak panah namun tidak satu pun yang mengenai mereka , pasukan pemanah tidak menyerah dan langsung menyerang lagi
Leon , Darren , dan Arita langsung berlari masuk namun sebelum masuk Darren mengucapkan mantra penghancur yang membuat pintu utama kerajaan tertutup
Leon , Darren , dan Arita mengendap-endap untuk melihat apakah raja Piliph berada di ruang singgasana atau tidak
Leon melihat raja Piliph sedang duduk di singgasananya dengan tatapan angkuh yang membuat Leon sangat ingin menghajar wajahnya
“Akan aku buat wajah angkuhmu memohon ampun Piliph!” guman Leon yang langsung menyerang raja Piliph namun langsung di jatuhkan oleh kekuatan sihir
“Aku sudah tahu kelemahanmu Leon” ujar raja Piliph
Darren dan Arita yang melihat itu langsung berlari ingin menyelamatkan Leon namun mereka semua di hadang oleh panglima Dion dan mengancam akan langsung memakai sihir penghancur untuk menghancurkan Leon
Darren dan Arita langsung terdiam dan tampak menyerah , Leon yang melihat kondisi mereka bertiga terpojok merasa sangat kesal
“Kau! Akan aku hancurkan kau berkeping-keping Piliph!” ujar Leon
“Sudah kalah jangan sombong!” ujar raja Piliph dengan semiriknya membuat Leon sangat ingin memukul kepala Piliph sekarang juga
“Jangan sok angkuh kau Piliph! Aku akan menghajarmu jika aku dapat terbebas dari sihir terkutuk ini!” ujar Leon marah
“Oh benarkah? Aku hanya melihat singa sang raja hutan terjerat oleh lilitan ular” ujar Piliph mengejek
“Nikmatilah rasa angkuhmu sebelum kau mati” ujar Leon yang membuat raja Piliph tertawa keras
“Pengawal!” teriak raja Piliph lalu memberi kode untuk memberikan sesuatu kepada Leon
Pengawal raja Piliph melemparkan 4 kepala ke depan Leon yang membuat Leon terkejut begitu pula Darren , di mata Leon langsung tergambarkan bagaimana 4 orang ini bisa tewas
“Kau!” geram Leon menatap raja Piliph berang
“Apa? Kau itu terlalu lemah seperti ayahmu!” ujar raja Piliph yang semakin membuat Leon emosi
“Kau tahu? Sebelum ayahmu mati dia bilang kepadaku bahwa anaknya akan membalas kematiannya” ujar raja Piliph yang sengaja memancing emosi Leon
“Jangan dengarkan dia Leon!” teriak Arita
Plak!
Raja Piliph menampar Arita dengan keras bahkan sudut bibir Arita berdarah , Arita mengringis pelan ketika merasakan sakit dan panas secara bersamaan di pipinya
“Oh kau sudah mendapatkan Nephilim , seseorang yang rendah mendapatkan Nephilim? Kau bukan seorang raja Leon bagaimana kau bisa mendapatkan seorang Nephilim? Apa kau menyihir pikirannya?” ujar raja Piliph dengan tersenyum miring
“Baru aku tahu seorang laki-laki bisa sangat cerewet sehingga seperti mulut wanita” ujar Darren yang langsung di tampar oleh raja Piliph
“Jangan lancang kau rakyat jelata! Kau hanya manusia rendahan” ujar raja Piliph
“Yang lebih rendah dari manusia rendahan itu kau Piliph! Kau tidak lebih dari seonggok sampah! Kau menggunakan cara kotor untuk menurunkan ayahku dari takhtanya” ujar Leon yang mendapat tinjuan dari raja Piliph di wajah dan perutnya
“Ayahmu seorang raja? Itu dulu Leon , aku hanya mengungkap kenyataannya” ujar raja Piliph setelah puas memukuli Leon
“Sampah itu kotor maka dia menggunakan cara kotor untuk menurunkan ayahmu dari takhtanya Leon , bahkan seorang rough rendahan tidak akan melakukan hal kotor seperti itu” ujar Darren
“Kenyataannya kau berbohong” ujar Arita yang memancing emosi raja Piliph
“Penggal mereka” perintah raja Piliph yang kepalang emosi
“Lihatlah Piliph kau kalah , kau takut dengan aku makanya kau memenggalku” ujar Leon tertawa walaupun rahang dan perutnya sakit
“Kau mati artinya aku menang Leon!” ujar raja Piliph
“Kau salah Piliph! Jika aku mati akan ada singa lain yang akan mengungkapkan kebenarannya” ujar Leon yang membuat Piliph semakin emosi
“Kau tahu Leon! Kau belum menikah maka kau adalah singa terakhir” ujar Piliph menatap tajam Leon
“Aku tidak akan mati sampai kerajaan Serpent hancur dan kerajaan Rion berdiri” ujar Leon yang membuat Piliph terkejut
“Wah lihatlah ada seorang anak singa yang sudah mengetahui asal usulnya” ujar raja Piliph
“Siapa yang memberitahumu? Para binatang yang berada di hutan?” tanya raja Piliph
“Aku tidak akan memberi taumu Piliph!” ujar Leon
“Penjarakan mereka semua siksa sampai mereka mau bilang dari mana mereka tahu tentang kerajaan Rion” ujar raja Piliph
Pengawal langsung membawa Leon , Darren , dan Arita ke penjara namun bukan penjara yang pertama kali mereka tempati tapi penjara baru dengan sihir yang lebih kuat
“Tenang saja Leon , 3 teman kita sudah bebas dan akan mengirimi kita bantuan kepada kita” ujar Darren lewat pikiran
“Aku tidak memikirkan hal itu Darren , aku hanya memikirkan bagaimana cara Arita bebas” ujar Leon
“Kenapa kau memikirkan orang lain?” tanya Darren
“Semua itu karena dia baru bergabung , tidak seharusnya dia mengikuti kita bertempur” jawab Leon
“Jangan bilang kalian sebenarnya sepasang kekasih! Itu sangat menjijikkan!” ujar Arita melihat Leon dan Darren saling tatapan
“Apa kau melihat aku seperti menyukai lelaki? Aku masih normal!” ujar Darren dengan tatapan tajamnya yang membuat Arita terdiam
“Aku hanya bercanda” guman Arita
“Kau bercanda di saat yang tidak tepat Arita!” ujar Darren yang membuat Arita semakin menunduk
“Maafkan aku” ujar Arita
“Sudahlah Darren jangan mempermasalahkan sesuatu yang tidak penting , Arita lebih baik kau berpikir bagaimana cara kita bisa keluar dati penjara ini” ujar Leon
“Aneh sekali! Kenapa mereka memenjarakan kita satu sel? Bukankah seharusnya mereka memisahkan kita?” tanya Arita yang membuat Leon berpikir
“Karena ini penjara dengan sihir terkuat bahkan seseorang seperti Ken belum tentu bisa mematahkan sihir ini” ujar Darren
“Apa jenis sihir ini? Apa kegunaannya?” tanya Leon
“Sihir ini di buat oleh penyihir hitam tingkat tinggi , jauh lebih hebat dari Ken! Kegunaannya adalah tidak akan ada yang bisa keluar kecuali memberikan informasi yang di pinta oleh tuannya” ujar Darren
“Bagaimana kau tahu semua itu?” tanya Arita
“Tentu saja belajar , aku sudah berkeliling kerajaan lain namun hanya di kerajaan inilah yang ingin aku hancurkan” ujar Darren
“Jangan lakukan hal gila” ujar Arita
“Ambisiku ingin menghancurkan kerajaan Serpent dan membangun kembali kerajaan Rion” ujar Leon
“Kalian berdua gila , apa masalah kalian sehingga bisa mempunyai keinginan gila seperti itu?” tanya Arita yang terkejut
“Mungkin saja semua karena balas dendam Arita dan mungkin saja karena karmanya dia sudah menggunakan cara yang kotor untuk menjatuhkan kerajaan Rion” ujar Leon
“Lalu bagaimana kalian bisa berjumpa?” tanya Arita
“Cerita yang panjang” ujar Darren
“Cerita saja lagi pula kita sambil memikirkan cara kabur dari sini” ujar Arita yang membuat Leon dan Darren bercerita bagaimana bisa mereka bertemu
DI LAIN TEMPAT
3 orang yang di selamatkan Leon dan Darren sudah sampai di tempat pemukiman mereka , 3 orang itu langsung menceritakan kejadian yang baru saja mereka bertiga alami
Di saat seperti itulah 3 naga pulang dan melihat keadaan 3 orang yang mereka kenal sangat mengenaskan keadaannya
“Apa yang terjadi kepada kalian?” tanya naga Perak
“Leon dan Darren menyerang kerajaan Serpent karena menyelamatkan kami” ujar salah satu lelaki tersebut
“Lalu di mana mereka?” tanya naga Emas
“Kami tidak tahu , kami hanya berlari ke sini dan meminta bantuan kalian semua untuk menyelamatkan Leon dan Darren” jawab temannya
“Kenapa bisa seperti ini” desis naga Emas
“Aku mempunyai firasat buruk kali ini , kita lebih baik bertanya kepada Violin untuk mencari cara menyelamatkan Leon” ujar naga Perak
“Kalian beristirahatlah dan obati semua luka dan memar itu” ujar naga Emas
“Aku akan ke tempat Violin” ujar naga Emas yang langsung terbang
Naga Perak dan Putih langsung menyuruh semua bersiap untuk bertempur , naga Perak dan Putih harus bisa menyelamatkan Leon dan Darren karena hanya mereka berdualah harapan dunia immortal untuk kembali menjadi seimbang