FITNAH

2327 Kata
20 TAHUN KEMUDIAN Leon adalah pelayan yang ceria walau pun dia selalu di tindas oleh pelayan lain dan keluarga kerajaan karena badannya yang kecil dan tidak mempunyai sihir , selama di bully dia tidak akan balas dengan kemarahan tapi dengan senyuman karena dia ingat perkataan ayahnya 'jangan sekali-sekali membalas orang yang menindasmu ketika kau berada dibawah balaslah mereka ketika kau sudah di atas' awalnya Leon tidak mengerti tapi semakin besar dia mengerti dari perkataan ayahnya tersebut Leon selalu di ceritakan satu legenda oleh ayahnya legenda itu berjudul raion artinya singa , kata raion berasal dari bahasa jepang dan dari sana juga Leon mendapatkan namanya Leon yang artinya singa . jika Leon menanyakan apa namanya terinspirasi dari legenda tersebut ayahnya Leon hanya menjawabnya dengan senyuman suatu hari Leon menanyakan kepada ayahnya jika ia ingin mencari tahu kebenaran dari legenda raion itu dan ayahnya mengizikannya , ayahnya memberikan satu petunjuk yaitu untuk selalu pergi menuju ke arah matahari terbenam maka dia akan menemukan kebenaran dari legenda raion itu , setelah mengikuti petunjuk ayahnya ternyata hutan terlarang yang menghalangi jalannya Leon yang masih berumur 15 tahun tentu saja tidak berani melangkah ke dalam hutan kematian itu , karena banyak warga yang mengatakan jika banyak orang yang masuk kesana tapi tidak pernah kembali , banyak orang yang mengatakan bahwa ada hewan buas seperti titanoboa , pheonix , rough , dan sebagainya yang membuat hutan itu disebut hutan kematian Leon yang berulang tahun ke 17 tahun mendapatkan kado yang sangat istimewa dari ayahnya yaitu pedang bekas warrior yang sudah tumpul karena ayahnya hanya mampu membeli pedang itu , Leon yang mendapatkan pedang itu semakin membara ingin mencari tahu kebenaran legenda raion yang di dalam hutan di seberang hutan kematian Leon hanya tinggal bersama ayahnya , kata ayahnya ibu Leon adalah bunga desa , banyak yang melamar ibunya Leon tapi ibunya Leon memilih menikah dengan ayahnya Leon yang hanya bekerja sebagai pengrajin , ibunya Leon meninggal saat melahirkan Leon ke dunia . Leon yang tahu perjuangan ayahnya yang membesarkannya selama 17 tahun tidak jadi pergi ke hutan kematian karena ia tidak tega meninggalkan ayahnya sendiri Leon di panggil untuk menghadap raja Piliph , Leon pergi meninggalkan ayahnya yang sedang memotong kayu bakar untuk di jual ke kota . ketika Leon menghadap ke raja Piliph tidak sangaka Leon dituduh menaruh racun ke minuman pangeran pertama dan membuat pangeran pertama tidak sadarkan diri Leon yang merasa tidak bersalah berusaha untuk menjelaskannya kepada raja Piliph jika ia tidak akan melakukan hal yang mengerikan seperti itu , jika Leon tidak mau mengaku maka dia akan di penjara seumur hidup dan ayahnya akan di penggal Leon yang mendengar itu marah dan sangat ingin membunuh raja Piliph yang licik dan Leon tidak mengerti kenapa raja Piliph selalu menuduh hal yang tidak di lakukannya yang resikonya sangat mengancam hidupnya dan ayahnya , orang bodoh tidak akan mau melakukan hal yang mengerikan seperti itu demi ayahnya Leon terpaksa mengaku meski hatinya tidak terim dengan tuduhan itu , tidak masalah jika dia di penjara seumur hidup yang penting ayahnya selamat , Leon di masukan kedalam penjara sihir yang sangat kuat dan penjara itu bisa di buka kalau pelaku mengaku kesalahan , perbuatan buruknya dan menanggung risikonya di dalam penjara Leon mendapatkan seorang teman , badannya lebih besar dari badan Leon dan lebih sangar karena kumis dan janggutnya yang panjang . Leon yang sangat frustasi karena berfikir untuk apa seorang raja harus menuduhnya? kenapa selalu Leon yang harus terkena imbasnya temannya itu memberitahukan Leon jika dia pasti tau rahasia tergelap dari kerajaan ini maka dia ditangkap dengan tuduhan yang tidak ia perbuat . Leon merasa orang itu sudah gila Leon tidak tau rahasia apa yang ia tau sampai harus di buat seperti ini , apakah mungkin Leon begini karena seseorang yang menjebaknya "konyol!" kata itu diucapkan oleh teman penjaranya "'aku Darren" ujar teman sepenjaranya itu dengan senyuman "aku Leon" setelah Leon memperkenalkan diri salah satu warrior datang menemui Leon sambil membawa kepala ayahnya yang terpenggal , Leon yang melihat itu melotot tidak percaya "AKU SUDAH MENGAKU PERBUATANKU! KENAPA KALIAN MASIH MEMENGGAL KEPALA AYAHKU?" tanya Leon marah , warrior itu melemparkan kepala Elgart ke depan Leon "bodoh! tentu saja ayahmu terbukti yang melakukan perbuatan itu karena dia menyimpan racun di saku bajunya" ujar warrion itu dengan senyuman licik "SIALAN! SIALAN! SIALAN! KERAJAAN INI AKAN AKU HANCURKAN SUATU SAAT NANTI! INGATLAH KATA-KATAKU INI DAN SAMPAIKAN KEPADA RAJA PILIPHMU ITU!" "AHHAHAHAHAHA kau di penjara seumur hidup jadi bagaimana kau akan menghancurkan kerajaan ini? Lebih baik kau simpan saja hayalanmu itu" warrior itu pergi meninggalkan Leon yang menangis memeluk kepala ayahnya Elgart "hei aku suka caramu berbicara seperti itu , aku tau kau bisa menghancurkan kerajaan ini , jika itu tujuanmu maka aku akan menjadi pengikutmu" Darren mengatakan itu seolah-olah ia mengejek Leon "aku serius mengatakan itu , jangan memandangku seakan-akan aku adalah musuh terbesarmu! dengar Leon , penjara ini adalah penjara sihir yang menghukum orang yang melakukan kejahatan , coba kau fikirkan ini jika memang penjara ini di buat untuk orang yang melakukan kejahatan artinya penjara ini tidak berlaku untuk seorang yang tidak melakukan kejahatan" Darren mengatakan itu dengan wajah serius yang membuatnya semakin terlihat menyeramkan Leon hanya melihat Darren dengan tatapan dinginnya , Leon tahu dia tidak pernah meihat seseorang dengan tatapan dingin sebelumnya tapi pria ini seakan-akan mengejeknya dan selalu mengatakan hal yang tidak masuk akal "bicara lah yang jelas" Leon mengatakan itu karena ia tidak mengerti dengan perkatan Darren "lebih baik aku contohkan dari pada menjelaskan , karena aku tidak suka menjelaskan sesuatu dua kali" Darren berjalan ke depan pintu penjara , Darren membuka pintu penjara itu dengan mudahnya yang membuat Leon terkejut "siapa kau?" tanya Leon "aku sudah memberi tahumu aku Darren , aku sudah bilang ini penjara untuk orang jahat bukan untuk orang baik , jika kita tidak melakukan kejahatan maka kita bisa keluar dengan bebas" penjelasan singkat itu membuat Leon mengerti "jika kau bisa membuka pintu penajara itu mengapa kau tidak keluar?" Leon bertanya dengan alis yang di angkat satu "aku sudah mau keluar tapi saat aku mau melakukan rencana pelarianku , aku mendapatkan mimpi jika aku akan bertemu dengan singa yang akan menuntunku ke tujuan yang mulia" ujar Darren yang membuat Leon tidak mengerti "kau bertemu dengan singa bukan aku , namaku memang berartikan singa tapi aku bukan hewan buas itu" perkataan Leon yang masuk akal membuat Darren berfikir lagi maksud dari mimpinya "firasatku mengataan jika aku harus mengikutimu , melindungimu , dan membantumu" perkataan sederhana dari Darren yang membuat Leon menghela nafas "Leon jika kau selalu sedih sambil memeluk kepala ayahmu itu hanya akan membuatnya tidak tenang di alam sana , sekarang cobalah untuk melewati pintu ini jika kau berhasil keluar kita akan menyusun rencana pelarian" perkataan Darren membuat Leon sadar , Leon menghapus air matanya . Leon mendekati pintu penjara , Leon berhasil melewati pintu itu yang membuat Leon bersemangat kembali begitu pula Darren . Leon dan Darren merencanakan pelarian mereka malam ini dan kemana jadi tempat persembunyian mereka "aku rasa kita akan lebih baik ke hutan kematian" usulan Leon membuat Darren menggelengkan kepalanya tidak setuju "tidak! aku sudah pernah masuk dan bersembunyi dari kejaran warrior tapi aku malah bertemu titanoboa lagi makan beruang!" perkataan Darren membuat Leon tidak patah semangat "hanya itu satu-satunya tempat teraman , karena kalau kita lari ke kerajaan lain kita akan tertangkap kembali" perkataan Leon membuat Darren mau tidak mau harus ke sana karena bagaimana juga Darren tidak bisa menyangkal kebenarannya "baiklah , kita sepakat" Darren dan Leon bersalam sebagai tanda mereka sepakat dengan rencana yang mereka buat "hey!! makan!" ujar warrior yang memberi mereka makanan bubur tapi mereka tau bubur iu adalah bubur basi atau gak makan sisa dari warrior yang sudah mereka ludah "aku tidak akan memakan ini!" Darren melihat makan itu dengan tatapan jijik " jika kita tidak makan sudah pasti kita akan kelaparan dan tidak ada tenaga untuk nanti malam" Leon sudah siap mau memakan bubur yang di beri oleh warrior tadi tapi d tahan Darren "hey jangan di makan! aku ada satu roti , ayo kita bagi dua" ujar Darren sambil mengeluarkan roti dari bawah kasurnya "dari mana kau dapat roti itu?" Leon melihat roti sepanjang 30cm yang di pegang oleh Darren "tentu saja aku beli dari pedagang roti yang selalu lewat di jendela kita ini tapi sudah dua hari dia tidak ada lewat lagi" Leon langsung melihat ke arah jendela yang ada di penjara mereka , ter-nyata jendela mereka seperti di gorong-gorong yang tersebar di seluruh kerajaan "lalu kau dapat uang dari mana?" tanya Leon yang heran bagaimana cara Darren membeli roti "oh kalau uang aku selalu mendapatkannya ketika orang menjatuhkan uang mereka , satu hari aku bisa mendapatkan 5 koin perunggu dan 1 koin perak" Darren mengatakan itu seoalah-olah dia sangat mudah mendapatkan uang sedangkan Leon yang bekerja siang dan malam di istana sebagai pelayan sebualan hanya bisa mendapatkan 10 koin perunggu dan 2 koin perak yang membuat mereka hidup dalam kekurangan "lihat ada yang menjatuhkan 1 koin perak" Darren mengatakan itu sambil memungut koin itu di lantai Leon memakan roti yang di berikan oleh Darren , selesai makan mereka harus tidur untuk mengumpulkan tenaga untuk pelarian mereka dari penjara . malam tiba suara warrior yang mabuk mengejutkan mereka berdua , Leon melihat warior itu sesaat benar apa yang dikata Darren setiap jam 11malam pasti para warrior mabuk-mabukan Leon dan Darren tau jika ini jam 11 malam karena jam raksasa terlihat dari jendela mereka yang memang jam itu di khususkan untuk kota , Darren dan Leon bersiap-siap untuk keluar dari penjara tapi sebelum keluar mereka menaruh kepala ayah Leon di atas kasur yang bergua untuk menyamarkan Leon yang akan keluar dari penjara "terima kasih ayah walau pun kau sudah tiada kau masih membantuku dengan cara apapun" Leon memeluk kepala ayahnya untuk yang terakhir kalinya "lihat ada warrior yang jatuh pingsan!" Leon mendekat ke warrior itu dan menanggalkan baju zirah warrior itu Darren dan Leon menyamar jadi warrior mereka yakin tidak akan ketahuan jika mereka berdua tidak melakukan kesalahan yang membuat semua warrior curiga . mereka sudah sampai di depan gerbang istana , mereka bernafas lega karena sudah melewati banyak penjaga di dalam istana dengan lancar saat mereka mau melangkah keluar gerbang siapa sangka jika lonceng istana berbunyi dan ada warrior meneriakan bahwa tahanan kabur , Darren dan Leon merasa terancam langsung lari ke dalam kota , Darren dan Leon di berhentikan pasukan berkuda yang sedang patroli di sekeliling kota "hey kalian! kalian mau kemana? kenapa lari terburu-buru seperti itu?" tanya seorang pemimpin pasukan yang sepertinya tidak mengenali mereka berdua "maaf sir! ada tahanan kabur dari penjara jadi kami berdua mencari ke arah perbatasan kota di bagian timur" perkataan Darren yang tegas itu langsung membuat seluruh pasukan terkejut "apa kalian hanya berdua? baiklah kami akan ikut mengejar mereka kearah sana" pemimpin itu langsung bersiap mau mengejar buronan yang 'kata' Darren berlari ke arah perbatasan kota "kami hanya berdua karena buronan hanya satu orang saja sir! tidak apa-pa sir lebih baik kalian kejar ke arah hutan kematian saja sir" perkataan Darren membuat Leon kebingungan karena Darren malah mengarahkan pasukan patroli itu ke tujuan mereka "hu-hutan kematian? Tidak apa-apa kami akan ke wilayah perbatasan timur kalian ke barat saja" pemimpin itu langsung menyuruh pasukannya pergi kearah perbatasan timur "kenapa mereka tidak ke hutan kematian?” pertanyaan Leon sungguh membuat Darren ingin tertawa tapi ini bukan saatnya untuk tertawa karena Darren tau kalau mereka berdua masih belum aman "nanti akan aku jelaskan saat sudah sampai ke tempat tujuan kita , kita masih belum aman untuk bersantai" Darren langsung menarik tangan Leon ke arah barat , suara telapak kaki kuda terdengar bergemuruh sangat banyak hingga membangunkan warga sekitar setelah berlari dan menyempatkan untuk membeli sebotol air dari 1 kion perak yang Darren dapatkan di penjara mereka akhirnya sampai ke depan hutan kematian , Leon berhenti karena sedikit ada rasa takut tindakan Leon membuat Darren ikut berhenti "apa yang kau lakukan?" Darren menanyakan dengan nada hampir tidak percaya , kebebasan mereka sudah di depan mata "aku sedikit merasa takut" perkataan Leon membuat Darren sedikit tidak percaya karena awalnya Leon yang mengajaknya ke sini dengan nada penuh percaya diri dan keberanian "dengar , kau harus memberanikan diri kalau tidak mau tertangkap" Darren mengatakan dengan nada kesal yang berusaha untuk tidak di lihatkan ke Leon "kalian berhenti di sana!" teriakan dari panglima perang membuat mereka terdiam "berhenti atau kalian kami tembak" ancam panglima itu dengan pasukan yang di belakangnya yang sudah siap dengan panah jika ada pergerakan sedikit saja mereka pasti di hujani dengan anak panah "kalian sungguh berani lari dari penjara , walaupun aku tidak tau bagaimana cara kalian kabur dari penjara sihir yang kuat itu" panglima itu tersenyum mengerikan yang memgbuat Leon sangat ke takutan Leon melirik hutan kematian yang berada di belakangnya , Leon melihat hutan itu dengan perasaan biasa saja jika bandingkan mengerikan mana hutan kematian apa panglima perang tentu saja mengerikan panglima perang "kau mau tau caranya?" perkataan Darren seperti signal di telinga Leon , Leon memang tidak berpengalaman untuk membaca signal-signal yang di berikan oleh seseorang tapi di masa ini dia harus mengerti karena jika tidak dia akan membuat mereka berdua tertangkap "beri aku satu koin emas maka aku akan memebri taukan caranya , lalu aku akan menyerahkan diri" Darren berjalan untuk berdiri di sebelah Leon "ketika dia turun dari kuda saat itu juga kita lari kehutan itu , aku yakin dia tidak akan berani masuk" Darren sedikit memelankan suaranya panglima itu melihat Darren yang berwajah serius lalu turun dari kudanya untuk memberikan Darren 1 koin emas , Leon dan Darren melihat panglima itu turun dari kudanya langsung berlari ke hutan kematian , panglima itu tidak percaya jika dia telah ditipu tapi dia merasa mereka buronan yang sangat bodoh karena mereka berlari menuju kematian pasukan itu menunggu aba-aba pemimpin mereka tapi mereka berharap untuk tidak mengejar buronan gila yang kabur menuju hutan kematian , panglima itu hanya memberi aba-aba untuk kembali ke istana , semua bernafas lega sementara karena mereka takut besok pagi mereka mengejar buronan gila
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN