Leon dan Darren berhasil memasuki hutan kematian dan lolos dari kejaran sang panglima , Leon dan Darren berhenti berlari ketika mereka merasa sudah jauh ke dalam hutan
“Kita di mana Darren?” Leon melihat sekitarnya penuh dengan pepohonan tua yang sangat tinggi
“Aku juga tidak tahu Leon , lebih baik kita mencari sungai lalu beristirahat” saran Darren yang sudah lelah berlari
“Apa kau berpikir mereka akan mengejar kita sampai sini?” tanya Leon
“Tenang saja mereka tidak akan berani memasuki hutan ini” Darren berujar dengan sangat yakin
“Kau bisa menggunakan sihir?” tanya Leon yang penasaran
“Iya , aku bisa menggunakan sihir , tapi aku hanya pandai menggunakan sihir api” jawab Darren
“Apa kau mendengarnya?” tanya Leon yang langsung berhenti melangkah
“Itu burung pheonix , lebih baik kita cepat bersembunyi , semua tahu jika burung pheonix tidak suka ada penyusup pasti mereka akan membakar hangus kita ” ujar Darren yang langsung lari
“Hei! Tunggu aku lelah , ah kenapa harus lari lagi!” ujar Leon yang mengeluh
“Jika kau mau mati ya sudah tidak usah lari!” ujar Darren yang tidak suka mendengar keluhan Leon
Darren berpikir jika Leon memang tidak seperti makhluk immortal lainnya karena dia terlihat tidak sekuat makhluk immortal lainnya
Makhluk immortal paling lemah bisa berlari 5 Km tanpa lelah Leon dan Darren baru saja berlari sejauh 2 Km , Darren menghela nafas
“Makhluk immortal apa kau?” tanya Darren yang mendengar Leon mengeluh
“Aku juga tidak tahu , ayahku tidak ada bilang aku dari ras apa” jawab Leon yang semakin membuat Darren tidak percaya
“Lihat ada gua , kita bersembunyi di sana” ujar Leon yang melihat gua
“Saran yang bagus” jawab Darren
Mereka masuk ke dalam gua , mereka berhenti di kejar oleh pheonix . mereka berdua menghela nafas lega setelah melihat pheonix terbang menjauh
“Huff.... untung saja ada gua ini” ujar Leon
“Jadi kau tidak tahu dari ras apa kau?” tanya Darren yang masih tidak percaya
“Apa kau tidak percaya aku?” tanya Leon dengan mata tajamnya
“Aku dari ras nephilim” ujar Darren tiba-tiba yang membuat Leon terkejut
“Jangan bercanda , ras nephilim adalah ras terhormat! Tidak mungkin kau bisa di penjara dengan mudah” ujar Leon yang meragukan perkataan Darren
“Aku jujur Leon , aku di penjara karena tidak membayar pajak setahun! aku dari negeri selatan , aku mencari keberadaan ayahku , kabarnya dia berada di kerajaan serpent” ujar Darren
“Oh begitu aku kira kau berbohong” ujar Leon
“Apa wajahku terlihat seperti pembohong?” tanya Darren
“Kalau aku jujur tentu saja aku sudah jawab iya” jawab Leon yang membuat Darren ingin memukulnya sekarang juga
“Bukan kah ras nephilim mempunyai sayap?” tanya Leon yang mengalihkan pembicaraan
“Tentu saja aku mempunyainya , hanya aku belum bisa memakainya karena aku belum menemukan seseorang yang pantas untuk aku layan” jelas Darren
“Apa maksudmu?” tanya Leon yang mulai tidak paham
Ras nephilim adalah ras yang paling misterius , hanya sedikit informasi mengenai ras nephilim yang membuat Leon harus banyak bertanya
“Ras kami memang lah terkenal terhormat karena kami keturunan langsung dari fallen angel dan iblis , tapi kami juga di kenal sebagai senjata tersembunyi yang kerajaan punya , kami tidak sembarang memilih kerajaan mana yang kami layan” jelas Darren
“Kami hanya memilih yang layak untuk di layan , kami tahu kerajaan itu layak apa tidak dari kejujuran , kebaikan hati seorang raja” jelas Darren lagi
“Bagaimana kalian tahu jika raja itu jujur dan baik hati?” tanya Leon
“Kami akan tahu dari hati kami , hati kami akan selalu merasa harus melayani raja itu dan mengabdi sepenuhnya walaupun nyawa adalah taruhannya” ujar Darren
“Kalian sangat setia” jawab Leon yang takjub dengan ras nephilim
Setelah merasa tidak lelah mereka Leon dan Darren ingin menjelajahi gua tempat mereka sembunyi , baru saja mereka berjalan beberapa langkah , mereka sudah terjatuh ke dalam lubang yang sangat besar
“Aduh...” keluh Darren dan Leon bersamaan
Mereka berdua jatuh ke dalam lubang sedalam 10 meter , mereka terkejut ketika melihat ke atas , mereka tahu jika mereka tidak bisa keluar dari lobang yang sangat besar ini , karena mereka tidak mempunyai cakar atau sayap
“Lihat ada lorong” ujar Darren yang melihat lorong yang ada di dinding lubang
“Kita harus masuk ke sana , kalau kita mau keluar dari sini” ujar Leon
“Lagi pula tidak ada jalan lain” guman Darren
Mereka memasuki lorong tersebut , begitu gelap sehingga Leon menyuruh Darren berjalan duluan karena takut , Darren hanya bisa menghela nafas panjang
“Kau ini penakut sekali!” ujar Darren
“Aku takut binatang buas” jawab Leon yang mencari alasan
“Kau kira aku berani jika ada binatang buas?” tanya Darren dengan alis terangkat satu
“Setidaknya jika ada binatang buas maka kau dulu yang akan di makan dulu dan aku akan ambil kesempatan itu untuk kabur” jawab Leon
“Kau adalah orang terjahat yang pernah aku jumpai Leon , bahkan iblis lebih setia sama temannya” ujar Darren yang membuat Leon hanya tersenyum
“Apa kau mendengar itu?” tanya Leon , Darren mengerutkan dahinya mengira jika Leon mengalihkan pembicaraan
“Tidak usah mengalihkan pembicaraan Leon” ujar Darren
“Aku tidak berbohong!” ujar Leon
“Dengarkan lah baik-baik” ujar Leon dengan nada serius , Darren menajamkan pendengarannya yang membuat Darren mendengar apa yang di dengar oleh Leon
“Itu suara air mengalir , ayo cepat siapa tahu kita bisa minum” ujar Darren
Mereka berdua berlari menuju suara air yang mereka dengar , mereka melihat sungai yang sangat jernih . mereka sangat takjub ketika melihat sumber air sungai dari mulut patung naga
“Lihat lah patung itu terlihat sangat nyata” ujar Leon yang mulai berjalan ke patung naga itu
“Leon jangan mendekat , aku rasa patung itu hidup” ujar Darren yang mempunyai firasat patung itu hidup
“Hei lihat lah ada tiga patung” ujar Leon yang mengabaikan peringatan Darren
“Apa kau mendengarku? Lebih baik kau minum lalu kita pergi dari sini mencari jalan keluar” ujar Darren
“Apa kau tahu warna patung ini berbeda , ada perak , putih , dan emas” ujar Leon yang masih mengabaikan perkataan Darren
“Aku peringati kau sekali lagi Leon , menjauh dari patung itu” ujar Darren
“Aku sangat ingin menyentuh patungnya” ujar Leon yang mengabaikan lagi dan lagi peringati Darren
Leon menyentuh patung berwarna perak yang membuat seluruh patung itu bergetar seperti mau bangun
“Apa yang kau lakukan!” bentak Darren
“Aku tidak melakukan apa pun Darren , aku hanya menyentuhnya sedikit” jawab Leon yang terlihat ketakutan
Di lain tempat
“Dia kabur ke hutan kematian?” tanya Piliph yang mendengar laporan dari panglimanya
“Iya yang mulia , saya tidak mengejarnya karena saya tahu mereka tidak akan bertahan hidup selama satu jam di sana” jawab panglima
“Dion! Aku perintahkan kau untuk patroli di sekitar hutan kematian jika ada tanda-tanda mayat mereka di sana bawa kepadaku” perintah raja Piliph
“Baiklah yang mulia , bagaimana dengan kepala dan tubuhnya raja Elgart?” tanya panglima Dion
“MANTAN! Mantan raja!” ujar raja Piliph marah , membuat panglima Dion tertunduk diam
“Sekali lagi kau menyebutnya raja , maka kau akan bernasib sama dengannya , apa kau mengerti?” tanya raja Piliph
“Saya mengerti yang mulia” jawab panglima Dion yang takut
“Pamerkan ke balai kota , tulis di situ jika dia mencoba membunuhku , jangan lupa anaknya menjadi buronan karena kabur bersama seorang pencuri” ujar raja Piliph
“Baiklah yang mulia” jawab panglima yang langsung mengerjakan perintah raja Piliph
Panglima Dion langsung pamit kepada raja piliph dan mulai mengerjakan tugas yang di kasi raja piliph dan memerintahkan anak buahnya
Anak buah panglima Dion membawa tubuh dan kepala raja Elgart ke balai kota , mereka memamerkan raja dan kepala raja Elgart lalu mengumumkan jika raja Elgart dan anaknya Leon mencoba membunuh raja Piliph
Sekarang Leon menjadi buronan yang kabur dari penjara bersama seorang pencuri bernama Darren , jika ada yang melihatnya segera tangkap dan melaporkannya karena akan mendapatkan hadiah koin emas sebanyak 50 keping
Mendengar hal itu seluruh warga pun bersemangat untuk menemukan Leon dan Darren , raja piliph tertawa senang karena benalu di kerajaannya sudah tidak ada lagi , dia juga menganggap bahwa ramalan itu salah karena tidak mungkin ada yang bisa mengalahkannya