TUGAS PERTAMA

2225 Kata
“Kami akan melatih kalian berdua” ujar naga putih “Benarkah? Syukurlah , Darren kita akan di latih oleh tiga naga legenda , bisa kau bayangkan itu?” tanya Leon ke Darren dengan nada gembira “Tentu saja! Kami mohon bantuannya master” ujar Darren “Pertama-tama , apakah kalian lapar? Jika iya ambil lah sisikku lalu jual lah ke kota di sebelah utara” ujar naga emas “Maaf tapi kami tidak tahu di mana jalan ke luarnya” jawab Darren “Telusuri sungai ini maka kalian akan di arahkan ke sungai di luar gua ini , setelah membeli makanan dan pakaian kalian harus belajar menaiki bukit Kunba” ujar naga putih yang membuat Darren dan Leon terkejut “Bukit kunba? Bukit yang terkenal ada penyihir hitam?” ujar Leon tidak percaya “Konon di sana ada satu pedang dari surga , pedang Lors . Pedang itu di jaga oleh penyihir hitam , bawa penyihir dan pedang itu ke sini” ujar naga perak “Ini baru awal latihan tapi sudah berat saja” ujar Darren mengeluh “Aku tidak tahu kalau latihan ini sangat berat” guman Leon yang sedikit ragu karena dia tidak bisa berkelahi ataupun menggunakan sihir “Tidak apa-apa , aku harus mencoba kalau aku kalah setidaknya ada Darren yang akan mengalahkannya” guman Leon “Jangan pesimis sebelum mencoba , sekarang lakukanlah tugas kalian!” ujar naga emas Darren dan Leon langsung pergi menjalankan tugas pertama bisa di bilang latihan pertama mereka Mereka berenang menyusuri sungai itu , butuh 20 menit bagi mereka berdua untuk keluar dari sungai itu . Leon dan Darren terkejut ketika mereka keluar dari gua di balik air terjun Leon dan Darren lebih terkejut karena pintu gua tidak berada di dasar air terjun tapi di ketinggian 50 meter dari dasar “Bagaimana cara turunnya?” tanya Leon “Kita tidak mungkin terjun karena kita tidak tahu sungai atau laut itu dangkal atau dalam” jawab Darren “Kita turun dengan menginjak batu juga tidak mungkin karena batu-batu ini sangat licin” ujar Leon “Kau benar . aku tidak tahu harus apa , tidak mungkin kita balik lagi karena aku yakin ini adalah salah satu latihan kita” ujar Darren Leon melihat sekitar dan melihat sulur-sulur daun yang menjuntai di atas kepala mereka , Leon menarik sulur itu hingga putus “Aku punya ide” ujar Leon setelah memegang sulur-sulur itu Leon mengambil sulur itu lagi , Leon menganyam sulur itu menjadi panjang butuh waktu 2 jam untuk menganyam sulur menjadi tali “Aku rasa sudah cukup” ujar Darren ketika melihat anyaman sulur sudah panjang Leon mencari batu yang di rasa cukup kokoh untuk menumpang badan mereka berdua , setelah memastikan ikatan dan batunya kuat barulah mereka memutuskan siapa yang akan turun dulu “Kalau tidak sampai bawah setidaknya sudah memperbesar keselamatan kita , kalau pun kita terjun dari ketinggian 10 meter jika dangkal kita hanya akan patah tulang saja” ujar Darren lagi “Kau benar , kau dulu turun jadi kalau kau kenapa-kenapa aku bisa memperkirakan aku tidak akan separah kau” ujar Leon sambil melihat ke bawah “Sungguh licik otakmu!” ujar Darren dingin “Dewa/dewi lindungi aku!” guman Darren yang membuat Leon juga ikut berdoa “Selamatkan lah kami dewa!” guman Leon Darren duluan menuruni sulur itu setelah jarak 5 meter barulah Leon menyusul Darren , mereka turun secara perlahan Setelah sampai di ketinggian 5 meter barulah Darren sadar jika anyaman sulur Leon bisa menjadi alat masuk ke gua “Darren lihat sulur ini bahkan menyentuh dasar! Aku rasa kita bisa gunakan sulur ini menjadi tangga untuk keluar masuk ke gua” ujar Leon senang “Ya! Aku juga berpikir seperti itu!” jawab Darren Mereka telah mencapai dasar , mereka langsung keluar dari balik air terjun , mereka sangat terkejut ketika melihat begitu indah pemandangan di balik air terjun “Ini masih bagian dari hutan kematian?” tanya Leon “Aku tidak tahu , tapi aku yakin danau dan seluruh ke indahan ini belum pernah di sentuh oleh makhluk immortal!” ujar Darren yang masih sangat takjub “Kita harus merahasiakan tempat ini!” ujar Leon “Kau benar! Mari kita ucapkan sumpah kita di bawah air terjun ini!” ujar Darren yang entah kenapa sangat ingin melakukan hal itu “Baiklah!” jawab Leon bersemangat “Aku Leon bersumpah setelah ambisiku tercapai aku akan kembali ke sini dan tidak akan berkhianat dari sahabatku Darren!” ujar Leon dengan lantang “Aku Darren bersumpah akan selalu setia dan mengikuti jejak sahabatku! Leon! Dan membantunya mewujudkan ambisinya!” ujar Darren dengan lantang Mereka berdua salaman , jika ada benda tajam sudah di pastikan mereka akan berjanji dengan penyatuan darah Karena perjanjian dengan penyatuan darah memiliki ikatan yang sangat kuat dan sakral jika salah satu dari mereka tidak tepati janji maka salah satunya akan selalu mengalami nasib buruk , sakit yang tidak bisa di sembuhi , bahkan kematian yang sangat tragis Mungkin mereka akan melakukan perjanjian penyatuan darah setelah membeli peralatan dan kebutuhan mereka Leon dan Darren tidak menyadari jika janji mereka di rekam oleh air di danau dan pohon-pohon di sana , mereka juga tidak menyadari jika akan terjadi suatu perubahan di diri mereka ke depannya Sementara 3 naga lagi berdiskusi setelah mereka berdua pergi “Kau yakin dia anaknya?” tanya naga putih “Aku yakin! Apa kalian tidak ingat kata dewi ? Akan ada singa yang membangunkan kita!” ujar naga perak “Tapi dia manusia serigala! Bukan singa!” ujar naga emas “Leon! Nama itu artinya singa!” jawab naga perak “Hanya nama saja yang seperti singa , Perak! Apa kau tidak lihat ? Badan sekecil itu bahkan dia tidak tahu kaumnya siapa , apa masih bisa di bilang singa?” ujar naga putih tidak percaya “Bukan kah kita sudah di beri tahu dia ? Jika ayahnya yang tidak pernah kasi tahu mereka dari kaum apa , ibunya juga sudah meninggal sewaktu melahirkan dia , lebih baik kita melatih dan menyelidiki siapa dia sebenarnya!” ujar naga perak “Kalau kau ragu kenapa kau mau melatihnya , Putih?” tanya naga emas yang tidak habis pikir “Aku tidak tahu! Aku hanya ingin kita melatih mereka berdua , mulutku yang berucap sendiri!” jawab naga putih “Kita lihat saja ke depannya apakah dia yang di takdir kan untuk kita bantu atau bukan! Tapi aku sangat yakin jika dialah orangnya , kita akan bagi tugas!” ujar naga perak “Baiklah! Sebaiknya kita pikirkan tugas selanjutnya jika mereka berhasil keluar hidup-hidup dari gua ini!” ujar naga putih “Selagi mereka pergi sebaiknya kita menyelidiki siapa dia , siapa yang akan pergi?” Tanya naga emas “Kita tidak bisa sekarang menyelidiki mereka karena mereka belum memberi tahu asal mereka dari mana” Ujar naga putih “Kenapa kita tidak bertanya?” tanya naga emas yang membuat naga putih dan perak terdiam “Apakah tidak terlalu berat jika kita menyuruhnya menghadapi penyihir hitam?” tanya naga emas lagi “Dengar! Kalau dia bisa mengambil pedang itu artinya memang dialah yang di takdirkan!” ujar naga perak “Jika dia kembali hidup-hidup , sambil menunggu mereka berdua lebih baik kita bersemedi lagi!” Ujar naga putih menengahi “Ketika mereka berdua pulang sebaiknya kita tanya asalah usul mereka dan kenapa bisa sampai di hutan kematian ini” ujar naga perak “Ya , kau benar” jawab naga putih dan naga emas bersamaan Naga-naga itu kembali lagi menjadi patung dan mengalirkan air dari mulutnya , naga-naga itu tidak tahu jika Leon dan Darren akan mengejutkan mereka nantinya Leon dan Darren sampai ke tujuan mereka setelah pergi ke arah utara , karena sendal mereka putus saat berjalan di lumpur membuat mereka tidak memakai sendal “Kita terlihat seperti gelandangan” ujar Leon yang melihat penampilan mereka di sebuah danau “Tapi wajah tampan kita tidak bisa di bilang gelandangan” ujar Darren dengan percaya diri “Lebih baik kita mencari toko emas” ujar Leon yang tidak mau mendengar kepercayaan diri Darren “Aku sudah pernah ke sini sekitar 7 tahun yang lalu , aku masih ingat tempatnya” ujar Darren “Tapi bisa saja berubah , kau sudah tidak ke sini 7 tahun lamanya” ujar Leon “Apa kau tidak tahu ? Pusat kota utara tidak akan berubah hanya dalam 7 tahun , mereka merubah kota mereka 50 tahun sekali” jelas Darren “Oh iya kah? Aku baru tahu” jawab Leon yang mangut-mangut ketika di jelaskan oleh Darren “Sebaiknya kau belajar tentang kerajaan di dunia Leon , bukan kebenaran suatu legenda” sindir Darren “Iya , iya aku tahu! Nanti aku belajar” jawab Leon dengan bola mata yang di putar karena jengkel sama Darren “Kalau kau belajar tentang suatu kelebihan dan kekurangan kerajaan di dunia , kau bisa membuat strategi yang bagus dan kau bisa menjadi raja terkuat!” ujar Darren “Aku tidak pantas menjadi raja , dari rakyat jelata menjadi raja? Kau tahu kalau itu akan menjadi suatu aib yang memalukan bagi kerajaan” ujar Leon “Kita akan mengubahnya Leon , kita akan membuat jika itu bukan aib tapi suatu kebanggaan! Semua bisa terjadi jika punya otak , otot , ambisi , dan keyakinan” ujar Darren “Terserah kau saja! Kau saja yang jadi rajanya , aku akan menjadi tangan kananmu” ujar Leon “Aku tidak di takdirkan menjadi raja , karena rasku sudah di takdirkan untuk melayani raja! Kau saja yang jadi raja!” ujar Darren “Terserah kau saja!” jawab Leon ketus “Kita sudah sampai!” ujar Darren yang melihat toko emas di depannya “Kita lihat berapa banyak koin emas yang kita dapat dari satu sisik ini” ujar Leon mengeluarkan sisik naga emas dari sakunya Mereka masuk ke dalam toko itu dan melihat banyak perhiasan yang terbuat dari tangan , mereka melihat hanya ada satu pelayan yang sibuk mengelap perhiasan itu satu persatu Mereka berdua tanya di mana mereka bisa menjual emas di toko ini , pelayan menunjuk ke arah satu meja dengan banyak peralatan dan terdapat seorang pengrajin yang sedang sibuk dengan karyanya “Permisi , pak saya mau menjual emas ini” ujar Leon ketika melihat penjual di depan meja pengrajinnya “Coba kulihat sini” ujar bapak pengrajin itu “Emas berbentuk sisik? Saya cek ke aslian nya” ujar pengrajin itu “Baiklah” jawab Leon dan Darren serentak Pengrajin itu mengecek ke aslian emas dengan menggunakan batu yang sudah di kasih mantra , batu itu akan menunjukkan emas itu asli atau tidak “Ini sisik naga emas ? Kalian dapat ini dari mana? Apakah naga emas itu benar ada?” tanya pengrajin itu dengan semangat setelah mengetahui sisik itu dari naga emas “Kami tidak tahu , kami berdua adalah yatim dan piatu kami di warisi sisik itu dari generasi ke generasi , katanya bila sampai di generasi ke tujuh maka harus di jual” ujar Leon yang mengarang cerita , Leon akan tahu reaksi pengrajinnya ketika tahu sisik itu asli dari sang naga legenda “Oh begitu ya , sayang sekali kalian tidak tahu asalnya dari mana , aku akan memberi kalian dua ribu koin emas dan seribu koin perak!” ujar pengrajin itu yang langsung memberikan dua kantong sedang uang “Itu leluhur kami yang memberikan aku mau 5 ribu koin emas dan 3 ribu koin perak” ujar Darren “Baiklah , apa pun kalian minta aku akan kasi” ujar pengrajin itu “Kau akan membuat apa dari sisik itu?” tanya Leon yang penasaran “Apa kau tidak tahu , jika di campurkan sedikit ke dalam suatu benda dari sisik ini , maka benda itu akan mempunyai sihir dan bisa mengalirkan sihir terkuat!” ujar pengrajin itu menggebu-gebu “Betulkah? Baiklah kami minta buatkan pisau kecil dari itu” ujar Leon yang membuat Darren dan pengrajin itu terkejut “Apa? Apa kalian tidak cukup memeras hartaku sebagian? “ tanya pengrajin itu “Buatkan kami berdua atau kami tidak akan menjual sisik itu kepadamu!” ancam Leon “Baiklah! Aku akan membuatnya!” jawab pengrajin itu panik “Jangan bohong , karena kami akan mengetahuinya” ujar Leon “Aku tidak berbohong dan tidak akan pernah!” ujar pengrajin itu “Kami akan pergi , sebelum menjelang malam kami akan kembali untuk mengambil pisau kami” ujar Leon Leon dan Darren keluar dari toko emas itu , Darren masih tidak percaya Leon bisa mengancam dan membuat kesepakatan Karena Leon terlihat sangat polos , Leon juga terlihat tidak akan tega membuat orang lain merasa terpaksa “Jangan terkejut , aku banyak belajar dari ayahku” ujar Leon yang seakan-akan tahu apa yang di pikirkan Darren “Kalau kau menjadi raja sudah di pastikan kau akan menjadi raja yang sangat kaya karena kau pandai membuat orang menyepakati apa yang kau mau” ujar Darren “Dengar , aku tidak akan menjadi raja lagi pula kita sama-sama untuk . Coba kau pikir dia sudah memberi kita setengah dari kekayaannya , tapi dengan dia menjual barang sehebat yang dia bilang maka kekayaan dia akan kembali seperti semula malah berpuluh-puluh kali lipat” jelas Leon “Kau sungguh pintar” ujar Darren “Aku sudah berpengalaman , ayo kita cari makan” ujar Leon yang langsung diikuti Darren
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN