Aneira membuka seatbeltnya sebelum dirinya turun, belum sempat Aneira membuka pintunya ia bisa melihat Fairel kesulitan membuka seatbelt miliknya. “Mau dibantu?” tanya Aneira menggoda “Nggak Nei, gue bisa sendiri” ujar Fairel tangan ingin dibantu hanya membuka seatbelt saja ia tak bisa mau di taruh dimana mukanya di hadapan Aneira. Aneira masih memperhatikan Fairel yang tampak kesulitan dan memang kesulitan, Aneira menaikkan alisnya sambil melipatkan tangannya di depan d**a untuk melihat apakah Fairel memang tidak butuh bantuannya. “Gimana kak bi..” ucapan Aneira terhenti saat Fairel berhasil membuka seatbeltnya KLIK Fairel tersenyum puas kepada Aneira menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi . “Gue bisa kan?” tanya Fairel dengan tampang tengilnya “Iya deh bisa” Aneira mencebik

