Fairel hanya memperhatikan Aneira yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Fairel merasa semakin kagum kepada Aneira karena gadis yang ada di hadapannya ini benar benar tak memiliki rasa takut tapi Faairel juga sekaligus khawatir mengenai keselamatan mereka berdua terutama Aneira, Aneira mengemudi di luar batas wajar walaupun jalan sudah semakin sepi alahngkah lebih baiknya mereka selalu berhati hati. “Nei, pelan dikit” ujar Fairel memperingati Aneira Aneira tersenyum ia bukannya memperlambat laju mobilnya malah Aneira semakin menginjak pedal gas semakin dalam membuat kecepatan mobil semakin bertambah. Fairel yang melihat Aneira yang melakukan tindakan sebaliknya dari apa yang dirinya ucapkan malah hanya bisa menggeleng gelengkan kepala “Lo emang kepala batu” Aneira kembali

