Day (50)

1028 Kata

Aneira memukul pelan Fairel, pada saat ini ia tak ingin mendengar permintaan maaf dari Fairel. Akibat pukulan kecil dari Aneira membuat Fairel meringis kesakitan “Akhh” memegang bekas pukulan dari Aneira. Aneira seketika merasa bersalah dengan cepat ia meminta maaf “Kak maaf kak gue lupa “ Aneira mengigit bibir bawahnya bersalah. “Gue bercanda Nei” ujar Fairel tersenyum hangat membuat Aneira memaputkan bibirnya kesal karena Fairel hanya bercanda. “Kak lo harus ke rumah sakit” paksa Aneira “Nggak Nei, kalau gue ke rumah sakit orang tua gue bakalan tahu” Fairel mengatakan alasan mengapa dirinya tetap keras kepala untuk tidak ke rumah sakit. Aneira yang akhirnya paham alasan dari Fairel, dengan cepat memutar otaknya. Jika Fairel kembali ke rumah malah semakin ketahuan, Aneira harus menc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN