Kein mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, untung saja jalanan cukup sepi pada pukul segini. Divandra hanya diam duduk di samping Kein, membiarkan Kein mengebut sesuka hatinya karena ia tahu Kein juga sangat khawatir kepada sahabatny Fairel. *** Setelah mendengar informasi bahwa Fairel tidak ada di rumah, Aneira mengacak rambutnya kasar. Memikirkan kemana Fairel pergi. Aneira kembali menjalankan mobilnya, ia harus mencarinya kesana ke jalanan itu, walaupun jalanan itu terkenal sangat sepi tapi demi Fairel ia akan menelusurinya. Aneira berbelok ke kiri ke arah jalanan yang sepi itu, lampu penerangan yang minim dan kondisi jalan yang sepi membuat nyali Aneira menciut, apalagi pukul segini biasanya angka kriminalitas bertambah. Aneira menguatkan dirinya berdoa di dalam hati agar

