Day (48):

1214 Kata

Divandra kembali ke kamarnya menutup pintu kamarnya tak kalah keras dari apa yang dilakukan Kein agar Kein sadar bahwa perlakuannya tak pantas sebagai seorang kakak. Jarak kamarnya dan kamar Kein tak begitu jauh hanya berjarak beberapa meter dan kamar mereka tak kedap suara jadi dirinya yakin bahwa Kein mendengar bantingan keras dari pintu kamar Divandra. Divandra hanya ingin Kein tahu bahwa seberapa marahnya Divandra kepada kakaknya. Masih dengan air mata yang mengalir deras dari kedua matanya membasahi pipinya. Divandra membaringkan dirinya, menangis yang hanya ia bisa lakukan sekarang. Hatinya terlalu sakit diperlakukan seperti itu dengan kakaknya. Divandra menegakkan badannya kemudian duduk untuk mengambil ponsel miliknya, ia harus menghubungi Aneira, Aneira harus tahu hal ini. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN