Berpisah?

2194 Kata

"Rain, dengerin gue ya. Gue akan pastikan gak ada siapapun yang berani nyakitin lo. Lo adek gue satu-satunya, gue akan jadi pelindung buat lo. Jangan mikirin apapun dulu, pikirin anak lo. Nurut ya sama gue?" Ucapan mas Bagas kembali teringat olehku saat aku baru saja membuka mataku pagi ini. Semalam aku memang sempat bangun sebentar dan melihat mas Bagas yang menemaniku. Hanya ia sendiri, tak ada yang lain. Aku menyuruhnya pulang karena enggan merepotkannya. Tampaknya memang benar dia sudah pulang semalam karena pagi ini batang hidungnya sudah tidak kelihatan. Bagus deh. Mataku otomatis mengarah ke jam yang ada di dinding. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Tak terhitung sudah berapa lama aku tertidur. Tapi tetap saja badanku masih sedikit lemas. Netraku menyapu sekitar, namun tak a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN