Bayi Besar

2131 Kata

"Mas Panca!" teriakku saat keluar dari kamar mandi, mengabaikan rasa nyeri akibat aktivitas panas semalam. Mas Panca yang sedang memakai bajunya tersentak kaget. Ia menampilkan wajah heran sekaligus bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi hingga aku teriak di pagi buta seperti ini. "Kenapa sih bikin ginian?" kesalku seraya menunjuk leherku yang menampilkan banyak kissmark. Kalau saja aku tau semalam mas Panca membuat tanda sebanyak ini, maka akan aku larang. Aku baru sadar saat becermin sesudah mandi. Resepsi hanya tinggal hitungan hari tapi kissmark di leherku ini sepertinya akan membekas. Pasti akan kelihatan kalau aku memakai gaun. "Kan bisa ditutup make up." Pembelaannya membuat kekesalanku semakin menggunung. Memang benar sih bisa ditutup, tapi kalau di rumah masa harus ditutup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN