Hanya semalam aku di rumah sakit. Dokter sudah memperbolehkanku untuk pulang. Tapi tetap saja mengingatkanku untuk kembali kalau ada keluhan. Mas Panca membawaku ke apartemen tempat dia tinggal sewaktu kuliah. Letaknya tak terlalu jauh dari kampus. Unit apartemen miliknya ada di lantai 3. Untungnya tak terlalu tinggi karena aku takut ketinggian. Tak terlalu besar sih, tapi cukuplah untuk tinggal berdua. Ada dua kamar tidur dan dua kamar mandi. Ada ruang tamu sekaligus tempat nonton tv. Ada dapur dan meja makannya juga. Lumayan bukan? "Mas, mending kita tinggal di sini aja daripada di rumah." Ucapku saat aku dan mas Panca duduk santai di sofa untuk melepas penat sebentar. "Karena rumah terlalu luas dan capek bersihinnya. Gitu kan?" Aku nyengir. Kalau boleh memilih, memang lebih enak tin

