Au Ah

1969 Kata

Aku kembali terjaga saat waktu menunjukkan pukul dua malam. Lampu ruangan sudah dimatikan sejak tadi, tapi masih ada cahaya dari lorong yang tampak olehku. Suasana rumah sakit sangat sunyi karena malam semakin larut. Bahkan tak ada satupun orang yang terlihat lalu lalang. Saat nyawaku sudah terkumpul dengan sempurna, aku langsung tersadar bahwa saat ini ada yang tengah menggenggam tanganku. Walaupun gelap, tapi aku bisa melihat kalau mas Panca tidur sambil bersandar pada ranjangku. Genggamannya terasa kuat, seperti tertempel erat dengan tanganku. Kenapa dia tiba-tiba saja tidur di sini? Seingatku, kami sama-sama tertidur di ranjang masing-masing. Sejak kapan dia pindah? Apa pula tujuannya pindah ke sini? Kalau dia tidur dengan keadaan seperti ini, yang ada lehernya akan sakit. Hembusan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN