Tepat seminggu lagi resepsi pernikahanku akan digelar. Mama ataupun bunda selalu mengupdate informasi mengenai perkembangan persiapannya. Kedua ibuku ini terdengar antusias saat menceritakannya. Aku yang hanya jadi pendengar juga ikut senang. Hari ini mas Panca ada meeting mendadak yang tak bisa ditinggalkan. Terpaksa dia harus pergi dan meninggalkan aku sendirian di rumah. Sebelum pergi, dia sudah mewanti-wanti agar aku menutup rapat semua pintu dan jendela. Satu lagi, jangan buka pintu untuk orang asing. Kalau ada apa-apa, aku harus segera menghubunginya. Aku seperti anak kecil saja, padahal aku sudah besar loh. Sudah hampir dua jam dia pergi. Katanya tidak akan sampai tiga jam sih. Palingan sebelum makan siang dia sudah sampai di rumah. Dari tadi aku hanya duduk di ruang tamu sambil m

