"Kok dia gak nendang lagi sih?" Itulah keluhan mas Panca beberapa bulan yang lalu saat anakku menendang untuk pertama kalinya. Belum lama setelah rebahan karena mau tidur, aku merasakan sesuatu pada perutku. Sebuah tendangan yang baru pertama kali aku rasakan hingga membuatku kaget bukan main. Saat aku menceritakan itu pada mas Panca, dia langsung antusias. Hingga esok hari tangannya selalu bersarang di perutku namun ia kecewa karena tak mendapatkan sapaan dari anaknya. Sejak itulah dimulai kebiasaannya mengobrol bersama anaknya menjelang tidur. Ia selalu meminta anaknya untuk merespon dengan tendangan. Tapi sayangnya beberapa hari berturut-turut ia menunggu, anaknya hanya ingin menendang saat ia tak ada. Suatu hari, saat obrolan malam bersama anaknya sedang berlangsung, untuk pertama

