7

1654 Kata

  Setelah Raphael pergi, Livia langsung melepas ketakutannya. Ia mendesah berulang kali,  "Aku pikir aku hampir mati. Untung saja aku pintar." Robinson melongo sebentar dan tertawa. Ternyata Livia tidak selemah yang ia perkirakan. Wanita itu sangat cerdik dan mampu menghadapi Duke mereka. Meski ia juga yakin Raphael akan menghukum mereka berdua. Livia menatapnya bingung. "Ada yang salah Robinson?" Robinson menggeleng. Lama tertawa ia berdehem dan membantu Livia berdiri. "Tidak. Anda sangat berani dan pandai. Tapi lain kali, jangan melepaskan infus anda tiba-tiba." Gadis itu menyengir, "Benarkah? Yah, sebenarnya itu juga karena Raphael terpancing rencanaku saja. Aku takut dia terlalu pintar untuk berkata 'tidak'." Robinson tersenyum lemah, "Tapi anda harus tinggal disini. Itu tidak ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN