Raphael menuruni tangga dengan pikiran bercabang setelah kejadian tadi. Mengapa ia kembali? Mengapa ia masuk ke sana dan mencium bibir Livia? Apa yang terjadi padanya? Ada yang aneh dengannya. Tangan Raphael merangkak naik ke jantungnya, merasakan debar jantungnya yang lebih cepat saat ia mengerutkan dahinya dalam. Apa mungkin...? Tapi Raphael menepis pikirannya. Ia tersenyum dingin. Ia tak bisa mencintai wanita selain Penelope. Itu konyol kalau hatinya tergerak oleh Livia. Yah, ini karna terlalu lama aku tak menyentuh wanita. Pasti itu. Pasti karna hasratku yang tak terpuaskan. Berpikiran seperti itu, ia menemui Rachel yang salah tingkah saat duduk di sofa. Adiknya langsung berdiri melihat sosoknya dan mendekat saat menatap kakaknya sesal. "Apa aku menganggu kalian tadi?" "Tidak

