38

1548 Kata

Livia kelabakan saat tangan Raphael yang masih memegang pinggangnya dengan erat, membawa tubuh mereka lebih dekat. Ia merasakan dadanya menempel erat di lelaki itu. Tangan Raphael yang memegang garpu, entah sejak kapan garpu telah terlepas dari sana dan tangan itu malah berada di balik rambut Livia. Tangan Raphael selalu bergerak cepat. Tapi ciuman ini terlalu dalam, terlalu ahli. Livia menaruh tangan di bahu Raphael, memaksakan diri mendorong kepalanya hingga akhirnya ia mengambil nafas dan mengerjapkan matanya. "Kenapa? Kau tak suka aku menciummu?" tanya Raphael dengan suara serak b*******h. Livia menggeleng cepat. "Bukan. Aku suka." "Bagus. Ayo lakukan lagi." Raphael kembali mendekatkan diri mereka dan Livia buru-buru menolehkan kepalanya ke samping, sehingga membuat bibir Raphael

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN