Airmata Livia tumpah saat ia selesai mengatakannya. Ia menelan ludahnya saat menguatkan dirinya. "Selamat tinggal, Raphael." Livia kembali ke atas dengan cepat, mengabaikan seruan Rachel yang panik. Sophie bergegas keluar dari persembunyiannya dan mengejar Livia. Disaat bersamaan Rachel mencoba memgikuti Livia. "Livia! Livia! Li...Auw!!" Rachel memegangi perutnya dan wajahnya tampak pucat kesakitan. Leon langsung memegang jemarinya erat sementara Raphael bergegas mendatanginya tapi Rachel langsung menepis tangannya murka. Leon menatapnya cemas saat punggung istrinya membungkuk. "Ada apa? Apa bayinya mau lahir?" Rachel menggeleng, "Bukan. Hanya..sakit." ucap Rachel dengan nafas tersendat. "Bawa dia ke dokter." Sementara Rachel mulai menarik nafas secara teratur, Raphael menatap a

