Mobil Davin berhenti tepat di depan kafe sunrise, di mana Ana bekerja paruh waktu. Setelah masalah teror yang dilakukan Lucy selesai, Ana memutuskan untuk pindah ke kos barunya dan kembali bekerja. Davin sempat melarang, tapi bukan Ana jika tidak bisa meluluhkan hati Davin. Ana meraih tasnya dan mengecek apa ada barang yang tertinggal. Setelah selesai dia menatap Davin yang masih saja diam. Ana mengerutkan hidungnya dan mencebikkan bibirnya kesal. "Jangan marah dong, Mas." "Kamu berhenti kerja bisa nggak?" Ana mendengus saat lagi-lagi Davin membahas hal ini. "Ya nggak bisa dong. Aku kan juga pingin nabung, Mas. Nggak mungkin pingin ini-itu minta terus ke orang tua." "Kamu bisa minta sama aku," ucap Davin enteng. Ana hanya bisa meringis. Dia tahu jika kekasihnya itu kaya raya tapi dia

