Lucy menangis ketika semua keluarga Rahardian menghakiminya sekarang. Dia tidak menyangka jika perbuatannya akan menyakiti banyak orang. Entah apa yang di pikirannya dulu ketika merencanakan hal keji ini. Ketika melihat Ayah Davin yang menangis karena dirinya, Lucy merasa ada batu besar yang menghantam kepalanya. Dia seolah tersadar dengan kesalahannya. Ini semua karena perasaan cinta butanya pada Davin. Bahkan pria itu tidak ingin bertemu dengannya saat ini. "Tante nggak nyangka kamu ngelakuin ini, Lucy." Ibu Davin memijat keningnya yang terasa pening. "Maafin aku, Tante." Lucy kembali menangis dan meraih tangan Ibu Davin untuk diciumnya. Dia sungguh menyesal. Berada di dalam penjara selama dua hari membuat Lucy takut dan merasa jera. Sekarang dia tahu jika usahanya tidak akan berguna

