Terciduk ( Part 2)

1558 Kata

"Rona!" Panggil suara itu lagi. Rona menelan salivanya sebelum perlahan memutar tubuhnya. Tepat di belakangnya berdiri seorang perempuan paruh baya dengan khimar berwarna coklat, senada dengan gamis yang dikenakannya. Pandangannya menatap tajam kearah Rona. "Kamu sama siapa ke sini?" Tanya perempuan itu penasaran. "Mama kapan sampainya? Kok nggak telpon Rona kalau sudah sampai rumah?" Tanya Rona mengalihkan pembicaraan. Sementara Athar memerhatikan dari tempatnya duduk. "Jangan alihkan pembicaraan. Kamu sama siapa ke sini?" "Sama-" "Sama saya, Bu, " potong Tante Nadia membuat Rona semakin frustasi. Please...jangan ajak ngobrol mama Tante Nadia...please. "Ah maaf, Bu. Ibu siapa , yah? Soalnya saya baru pertama kali bertemu dengan ibu" sahut Meira terlihat bingung. Mengubah intonas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN