Berharap Hanya Pada Allah

1546 Kata

Chapter 55 : Berharap Hanya pada Allah   “Lo mau langsung balik, Fi?” tanya Kaisar saat melihat Khafi yang sedang menutup bagasi mobilnya. Mereka berdua baru saja selesai bermain futsal di salah satu dome dekat rumah sakit. “Iya. Gue mau istirahat. Besok pagi ada kegiatan tadabur alam di puncak. Lo nggak ikut?” tanya Khafi seraya menyeka keringat di sekitar lehernya. Bermain futsal membuat tubuhnya berkeringat. Apalagi dia sudah lama sekali tidak bermain futsal karena sibuk bekerja.  “Ikut. Jarang-jarang ustadz Hamzah bisa datang. Beliau  kan orang yang sibuk,” sahut Kaisar mengingat salah satu seniornya di yayasan tempatnya memperdalam ilmu agama islam. “Iya . Mau bareng bis yayasan atau naik mobil masing-masing?” tanya Khafi. “Bawa mobil sendiri aja. Nanti gue jemput lo. Siapa tau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN