Chapter 55 : Berharap Hanya pada Allah “Lo mau langsung balik, Fi?” tanya Kaisar saat melihat Khafi yang sedang menutup bagasi mobilnya. Mereka berdua baru saja selesai bermain futsal di salah satu dome dekat rumah sakit. “Iya. Gue mau istirahat. Besok pagi ada kegiatan tadabur alam di puncak. Lo nggak ikut?” tanya Khafi seraya menyeka keringat di sekitar lehernya. Bermain futsal membuat tubuhnya berkeringat. Apalagi dia sudah lama sekali tidak bermain futsal karena sibuk bekerja. “Ikut. Jarang-jarang ustadz Hamzah bisa datang. Beliau kan orang yang sibuk,” sahut Kaisar mengingat salah satu seniornya di yayasan tempatnya memperdalam ilmu agama islam. “Iya . Mau bareng bis yayasan atau naik mobil masing-masing?” tanya Khafi. “Bawa mobil sendiri aja. Nanti gue jemput lo. Siapa tau

