Rona menghela nafas untuk kesekian kalinya. Menatap tab baru yang ada di hadapannya dengan bingung. Tab tersebut dibelinya dengan uang tabungannya sendiri dan dikirim langsung oleh kurir. Tapi sekarang yang membuatnya bingung adalah alasan apa yang akan dikatakannya pada Khafi nanti? Setengah jam memikirkan hal tersebut membuat kepala Rona berdenyut pusing. "Ahhh...pusing," ucap Rona menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Ngapain kamu malam-malam ada di sini?" Tegur suara perempuan dengan nada tak suka. Rona mendongak, melihat Zahra yang menatapnya dengan senyum meremehkan. Ngapain lagi perempuan ini malam-malam di sini? Tanya Rona dalam hati. "Bukannya seharusnya aku yang tanya hal itu ke mbak Zahra? Mbak Zahra ngapain malam-malam ke sini? Mas Khafi kan nggak ada di rumah. Pulangnya ju

