Chapter 47 : Janji Bertemu Rona merapihkan buku-buku pelajaran yang baru saja tiba diantar kurir. Rencananya pagi ini dia akan membagikan buku itu kepada masing-masing muridnya. Dia juga membelikan sepaket alat tulis agar setiap muridnya memiliki alat tulis tanpa perlu saling meminjam. Beberapa hari yang lalu, salah satu muridnya menangis karena tidak memiliki penghapus. Karena itu Rona berinisiatif untuk membelinya. Dia tidak ingin melihat muridnya menangis hanya karena tidak memiliki penghapus. Rayi yang baru saja pulang dari kebun langsung membantu Rona saat melihatnya kesusahan membawa paket berisi buku. “Kamu borong apa, Na?” tanya Rayi membawa paket tersebut masuk ke dalam rumah. “Buku buat murid-muridku, Bang. Tolong taro di me

