Jika Tanpamu

624 Kata

Arkan berjalan tergesa memasuki rumah sakit yang Arkan tahu dari Daddynya yang akan menyusulnya nanti, Daddynya akan mengurus ke tiga anaknya terlebih dahulu. Arkan dengan jantung yang berdebar kencang, wajah kusut bekas air mata lalu rambut yang berantakan tidak mempedulikan orang-orang di sekitarnya. Meski kondisinya berantakan tapi nyatanya banyak juga yang memuji ke tampanannya, di tambah umurnya yang hampir memasuki kepala empat. Arkan memegang knop pintu dengan sedikit keras, Ia berharap apa yang di carinya benar adanya di dalam. Arkan membuka knop pintu dengan tidak sabaran dan di saat itulah tubuhnya membeku. Air mata dengan kurang ajarnya turun dari mata yang biasanya tampil tegas bagi orang-orang yang menatapnya. Di sana, di atas brankar pasien Dia dapat melihat tubuh seseoran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN