Arkan dapat mengartikan apa arti dari ARTnya walau Ia tidak sempat mendengar ke lanjutan ucapan itu. Apalagi mendengar tangis ke tiga anaknya yang terus menyebut 'Mommy' sebagai backsound suara ARTnya. Arkan merasa Ia susah nafas. "Tidak!" Arkan bergumam mengembalikan ke sadarannya untuk tidak terpengaruh. Arkan melajukan mobilnya, dengan tidak santai Arkan memutar arah tanpa melihat kanan kiri. Ia tidak peduli untuk ke hilangan nyawanya saat ini, Ia hanya butuh memastikan apakah yang di katakan ARTnya benar? Meski Arkan terus saja berusaha menampik semua pernyataan itu. Arkan melajukan mobilnya dengan ke cepatan tinggi, Ia sesekali mengumpat karena beberapa mobil malah berusaha adu ke cepatan dengan dirinya. "Sial, menyingkirlah bodoh!" umpat Arkan dengan sengaja membuka kaca mobilny

