Arkan menatap kesal ke arah 7 pria di hadapannya termasuk sang Ayah, Albert. Mereka tidak henti-hentinya mengejek ke arah Arkan dengan pandangan yang benar-benar membuat Arkan harus menulikan pendengaran. Menutup mata meski nyatanya Ia membuka mata dan harus memasang tampang karet agar ejekan mereka tidak membuatnya semakin malu. "Bwaahaha Gue akan sangat senang buat banner pamflet dan iklan di TV jika Gue punya perusahaan periklanan! Gini, Gue bakal kasih judul 'SEORANG CEO HAMPIR TUA DI TINGGAL ISTRI KARENA TAKUT DI ENA-ENA SANG ISTRI'!" tawa semua pria itu pecah atas ucapan Frans yang membuat darah Arkan sampai di ubun-ubun. Arkan juga melihat Leo yang tertawa terpingkal-pingkal karena ucapan Frans yang sungguh menusuk bagi Arkan. "Iya eh? Gue bakal jadi sponsor pertama." ucap Leo me

