Arkan merasa dalam perjalanan menuju kantor sungguh membuatnya tidak nyaman. Dom yang melihatnyapun di buat bingung. "Kakak ke napa?" tanyanya melihat gelagat aneh sang Kakak, Arkan tidak menanggapi pertanyaan Dom. "Kembali ke rumah sakit!" Dom melebarkan matanya, atas perintah Arkan. "Kak, pertemuan 10 menit lagi!" Dom tidak sependapat dengan Arkan. Ini adalah meeting dengan perusahaan asal Australia yang berkembang pesat di dunia bisnis. Bagaimana Arkan bisa memutuskan hal yang penting segegabah ini? Bahkan tanpa minta persetujuannya pula, setidaknya Dom tahu bagaimana pentingnya perusahaan itu jika bergabung dengan perusahaan Lavine. "Aku tidak tenang. Cepat putar balik!" Dom mendesah, Ia memutar kemudinya ke arah berlawanan dengan jalan yang seharusnya Ia tuju. Sesampainya di ruma

