Arkan mengusap perut buncit Sakira yang tengah membaca majalah fashion ke sukaan Sakira akhir-akhir ini untum menghilangkan rasa jenuh yang Ia alami karena ada di rumah sakit. "Bab." panggil Arkan, Sakira mendongak atas panggilan Arkan padanya. "Ya?" Arkan menggigit bibir bawahnya. Tidak yakin mengatakannya karena Dia sendiri juga dilema. Sakira menaikkan satu alisnya, dengan sikap Arkan yang terlihat bingung itu. "Aku ada rapat penting beberapa menit lagi, tapi Aku tidak ingin pergi." Sakira menatap Arkan intens. "Ke napa?" tanya Sakira lembut. "Kalau Kamu lahiran hari ini bagaimana?" tanya Arkan yang terlihat sangat bingung bercampur dengan khawatir. Sakira tersenyum, menarik dasi yang di gunakan Arkan. Arkan sebenarnya terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Sakira. Sakira mengecu

