Bab 87

1533 Kata

"Iya sih. Tapi masalahnya muka tuh pocong serem," kata Ihsan. "Lha emang waktu di hutan tadi, gak ada penampakan makhluk yang lebih serem dari pocong yang baru saja kamu lihat, sekarang?" tanya Reyhan. "Ya ada, sih. Malah lebih banyak," jawab Ihsan. "Nah, itu. Seharusnya kamu terbiasa dengan hal semacam itu. Bukan malah takut kayak gini," kata Imam. "Kalau rasa takut ini bisa kuatur, ya tentu tadi itu aku tidak akan ketakutan. Tapi sayangnya nggak bisa. Makanya aku ketakutan," ucap Ihsan. "Heh, emang pada dasarnya aja kamu penakut," ejek Reyhan. Hari sudah menjelang malam, tapi para manusia yang masih berada di hutan itupun tak kunjung kembali. Entah mengapa hati Alvaro jadi tidak tenang karenanya. Ia yang masih berada di teras bila bersama Delia pun mulai berjalan mondar-mandir tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN